
Xie yang sudah di tempat kerja,mulai menyiapkan dirinya untuk bekerja.Ia terlihat begitu bersemangat,sebab ia kembali untuk bekerja lagi.Walau pun harus bekerja di tempat yang baru,tapi baginya tidak masalah.Yang penting ia memiliki pekerjaan dan tidak dianggap bergantung hidup pada Xiu Huan.
Xie juga merasa tahu diri,jika dirinya dinikahi bukan karena berdasarkan cinta.Xie pun tidak tahu apa yang sebenarnya direncanakan Xiu Huan,yang harus menikahi dirinya tanpa persetujuannya.Karena dianggap ia sebagai hutang budi,ia pun terpaksa menerima pernikahan yang sebenarnya dianggap konyol.
Dan dengan ia bekerja,ia berpikir ia akan memiliki penghasilan yang bisa ia simpan.Demi untuk berjaga-jaga jika Xiu Huan mencampakkan dirinya.
Xie pun berkerja dengan giat dan rajin.Sebentar saja ia diajarkan oleh karyawan yang lebih senior,Xie seakan langsung memahaminya tanpa ragu.Sang bos bernama Alan Khou pun langsung terkesan dengan cara kerja Xie yang sangat rajin dan disiplin.
Saat jam makam siang,Xie pun meminta ijin pada sang bos untuk makan siang diluar.
"Ma..Maaf bos,apakah saya boleh ijin makan siang diluar?" tanya Xie terlebih dulu sebelum ia meninggalkan toko.
Alan yang tengah sibuk didepan laptop langsung menoleh kearah Xie.
"Ah..Iya,tapi jangan terlalu lama.Waktu mu hanya 1 jam." jawab Alan Khou.
"Baik bos..Permisi." jawab Xie langsung tersenyum lebar.
Melihat Xie yang sudah pergi,Alan hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
Xie pun bergegas meninggalkan toko dan pergi menuju sebuah taman.Yang ternyata letaknya tidak begitu jauh dari toko tempat ia bekerja.
Xie sengaja memilih tempat tersebut untuk makan siang di sana.Dikarenakan ia ingin menikmati makan siang dengan suasana taman yang begitu tenang dan angin yang menyapu dengan sejuk.
Xie pun juga sengaja membawa bekal siang dari rumahnya.Demi bisa ia berhemat dan tidak menggunakan uang yang diberikan Xiu Huan untuk pribadinya.
Ditempat yang sama,terlihat seorang pria yang tengah berbicara melalui panggilan teleponnya.
"Oke..Besok aku akan atur jadwalnya..Bye." ujar seorang pria sambil menutup panggilannya.
Ternyata masih jaman makan siang dengan kotak bekal.' ujarnya dalam hati.
Pria itu mencoba menghampiri Xie karena merasa penasaran.
"Hai.." sapa pria itu sambil tersenyum ramah.
Xie pun langsung menoleh ke aran pria itu.
"Yah??" sahut Xie sambil menatap bingung.
"Maaf aku menganggu mu..Boleh aku duduk disini??kebetulan cuaca sangat panas dan hanya tempat ini yang cukup sejuk." ujar pria itu.
"Oh..Iya silakan." jawab Xie dengan polosnya langsung menggeser kan tempat duduknya.
Pria itu pun langsung duduk di samping Xie dengan jarak beberapa centi.
"Kau sedang makan siang disini?" tanya pria itu membuka topik obrolan.
"Iya benar." jawab Xie.
"Orang lain makan siang di cafe atau rumah makan,tapi kau justru memilih di tempat ini dan menikmatinya dengan sekotak bekal bento?" ujar pria itu sesaat bertanya pada Xie.
"Iya,memangnya kenapa?" jawab Xie dan bertanya.
"Menurut ku sangat menarik..Kau menikmati makan siang dengan duduk disini,itu sangat sederhana dan cukup menyenangkan." puji pria itu secara tidak langsung.