
"Iya anda benar tuan,walaupun makan sendirian tapi jika sambil menikmati suasana seperti ini dan bersyukur.Apa yang kita makan akan terasa nikmat." jawab Xie sambil tersenyum.
Yang seketika membuat si pria itu langsung terhipnotis dengan melihat senyuman manis yang ditunjukkan oleh Xie.
"Boleh aku tahu nama mu?" tanya pria itu penasaran.
"Nama ku Xie." jawab Xie sambil mengulurkan tangannya pada si pria itu untuk berjabat tangan dan mengenalkan dirinya.
"Aku Xiao Huan." jawab pria itu yang ternyata kakak Xiu Huan.
Mendengar nama nya,Xie langsung tersentak.
Kenapa namanya mirip sekali dengan si tuan itu.' batin Xie.
"Apakah ini bekal buatan mu sendiri?" tanya Xiao Huan sambil melirik ke arah kotak bekal bento milik Xie.
"Ah..Iya benar ,aku membuatnya sendiri tuan." jawab Xie.
"Oh..Ternyata kau pintar membuat bento." ujar Xiao Huan memuji Xie.
"Tidak juga tuan.Aku hanya terbiasa membuatnya sendiri sejak ibu ku meninggal." jawab Xie yang tanpa sadar menceritakan tentang dirinya.
"Ah..Maaf aku tidak bermaksud menyinggung tentang ibu mu." ucap Xiao Huan jadi merasa bersalah.
"Tidak apa-apa..Haha,aku saja yang banyak bicara." ujar Xie sambil bergurau.
Xiao Huan pun tersenyum.
"Sepertinya kau gadis yang cukup ceria.Ini kartu nama ku.Kau bisa menghubungi jika butuh bantuan." ujar Xiao Huan sembari memberikan sebuah kartu namanya pada Xie.
Dan ia pun berpamitan dan beranjak pergi meninggalkan Xie.
Xie pun sesaat menatap heran dan ia melihat kartu nama yang diberikan Xiao Huan.
Seketika membuat Xie langsung kaget saat mengetahui ternyata Xiao Huan adalah seorang pemilik perusahaan yang cukup hebat di kotanya.Dan bahkan sebanding dengan perusahaan yang dimiliki Xiu Huan.Hanya saja Xie belum mengetahui jika Xiu Huan dan Xiao bersaudara.
...****************...
Sore harinya..
Xiu Huan pun pulang lebih awal.Dan tidak melihat keberadaan Xie Xie yang jelas akan pulang malam,karena bekerja.
Xiu Huan pun menghempaskan tubuhnya sesaat di atas sofa.Saat ia akan berniat memejamkan mata.Tiba-tiba terdengar suara bel pintu berbunyi.
Xiu Huan langsung bangkit dan membukakan pintu tersebut.
"Ibu.-" serunya yang langsung menunjukkan ekspresi kaget.
"Jangan berpura-pura kaget,jika setiap ibu mu datang." ujar wanita itu yang adalah ibu Xiu Huan.
Sang ibu pun langsung masuk,tanpa sebelumnya dipersilahkan oleh Xiu Huan.
Xiu Huan yang paham dengan sikap ibunya,hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Ada apa ibu datang kesini tanpa memberitahu ku?" tanya Xiu Huan dengan nada datar.
"Memangnya aku harus minta ijin dulu untuk datang ke rumah anak ku?" tanya balik ibunya dengan kata menyindir.
Xiu Huan pun langsung menghela nafas.
"Lalu apa tujuan ibu kesini?" tanya Xiu Huan langsung serius.
"Dimana istri baru mu itu?Kau pikir kau menyembunyikan pernikahan mu dari ku?" tanya sang ibu sambil mengawasi situasi rumah Xiu Huan.
"Apa ibu mengawasi ku lagi?" tanya Xiu Huan yang mencurigai sang ibu.Sebab ia tahu bagaimana pemikiran ibunya.
"Tidak usah mengalihkan,jawab saja pertanyaan ibu.Dimana istri baru mu itu?" ucap sang ibu dengan nada tegas.
"Sebaiknya ibu tidak perlu ikut campur dengan urusan ku.Karena kau sudah tahu aku menikah lagi,jadi lebih baik ibu pulang saja." cetus Xiu Huan yang secara tidak langsung mengusir ibunya.