
Sebuah mansion..
Xie tampak sedang duduk dengan keadaan bingung.Seorang pria paruh baya yang datang menemuinya ternyata membawanya ke sebuah mansion yang tidak ia tahu.
Ia pun duduk dengan tenangnya,karena pria paruh baya itu menyuruhnya untuk menunggu seseorang yang akan menemuinya.
Tak berapa lama seseorang tersebut datang menemui Xie.Seorang wanita yang juga paruh baya tak lain adalah ibu Xiu Huan.Yang seketika membuat Xie membulatkan kedua matanya dengan reaksi kaget.
Xie langsung berdiri dan menunduk.Seakan ia memberi hormat pada ibu Xiu Huan.
"Kau tidak perlu melakukan itu didepan ku." sahut ibu Xiu Huan sembari duduk.
Xie pun menegakkan tubuhnya dan ikut duduk dihadapan ibu Xiu Huan.
"Maaf aku membawa mu kesini,supaya kita bisa bertemu lagi."ucap ibu Xiu Huan dengan nada berwibawa.
"Tidak apa-apa nyonya."jawab Xie sesaat tersenyum.
"Langsung saja,aku tidak mau mengulur waktu mu.Pak Lin." ujarnya sembari memanggil pak Lin.
Pria paruh baya dipanggil dengan pak Lin segera menghampiri ibu Xiu Huan.Sembari ia membawa sebuah koper.
"Letakkan koper itu dan tunjukkan padanya." kata ibu Xiu Huan memberi perintah pada pak Lin.
Pak Lin pun langsung mengangguk dan meletakkan koper itu di atas meja.Dan membuka koper tersebut yang diarahkan pada Xie.
Xie seketika tercengang melihat isi koper tersebut yang berisikan setumpuk uang yang sangat banyak.
"Apakah ini cukup untuk melanjutkan hidupmu?" tanya ibu Xiu Huan.
"I..Ini.maksudnya apa ya nyonya?" tanya Xie yang tidak mengerti.
Xie pun seketika terkejut saat tahu jika ibu Xie Huan ingin menyogok dirinya dengan uang.Yang bertujuan menyuruhnya untuk meninggalkan Xiu Huan.
"Ma..Maaf nyonya..Kenapa anda harus melakukan ini??Sepertinya ada kesalahpahaman." tanya Xie.
"Bagaimana bisa kau mengatakan ini kesalahpahaman?sementara kau berstatus istri Xiu Huan.Apakah gadis seperti mu menikah dengan anak ku karena murni cinta??Jika bukan karena uang,kau tidak mungkin tulus mencintai Xiu Huan.Terlebih dia sudah berstatus duda." ucap ibu Xiu Huan menegaskan.
"Tapi nyonya,anda memang salah paham.Saya dinikahi bukan karena saya mengejar uang dan status anak anda.Tapi ada alasan lain kenapa saya dinikahi." ujar Xie menjelaskan.
"Lalu,apa alasan Xiu Huan menikahi mu dengan latar belakang kehidupan mu yang hanya gadis rakyat jelata."sindir ibu Xiu Huan dengan lantang.
Seolah seperti menerima tikaman,hati Xie pun begitu sakit dengan kata-kata tajam yang keluar dari mulut ibu Xiu Huan.
Xie pun sesaat juga bingung,bagaimana ia harus menjawab pertanyaan ibu Xiu Huan.Sebab,sampai saat ini ia masih tidak tahu apa alasan Xiu Huan menikahinya.Apalagi melihat sikap Xiu Huan yang selalu ketus padanya.
"Kenapa??Kau pasti bingung menjawabnya bukan?"tanya ibu Xiu Huan menebak karena melihat sikap Xie yang kebingungan.
"Aku memberi mu penawaran yang tepat.Terima uang ini untuk melanjutkan hidup mu,atau kau bertahan tapi hidup mu hanya akan menjadi mimpi buruk.Silakan kau pilih saja nona Xie." ucap ibu Xiu Huan sambil tersenyum.Tersenyum yang sama sekali tidak menunjukkan sikap keramahannya pada Xie.
Xie yang merasa harga dirinya terhina dan dinilai dari uang.Hanya bisa menghela nafas melihat cara licik ibu Xiu Huan.
Xie pun langsung bangkit dan berdiri sambil membalas tersenyum.
"Maaf nyonya besar.Terima kasih untuk penawaran yang menggiurkan dari anda.Saya memang gadis miskin dari kaum rakyat jelata.Tapi maaf sekali,biar pun saya miskin tapi saya masih punya harga diri."
"Harga diri saya sangat mahal,sampai tidak bisa dihitung dengan berapa pun jumlah uang anda.Jadi menurut saya,ambil saja uang nyonya.Lebih baik nyonya sedekahkan untuk fakir miskin diluar sana."
"Biar pun saya miskin,bukan berarti harga diri saya bisa diinjak-injak oleh orang seperti nyonya..Maaf,kalau begitu saya pamit.Selamat siang nyonya." ucap Xie panjang lebar sambil tetap tersenyum dan langsung pergi meninggalkan ibu Xiu Huan begitu saja.Dengan reaksi yang tak bisa berkata-kata.