
Setelah meninggalkan kediaman Xie,Xiao bergegas menuju kediaman Xiu Huan.Ia seakan sangat penasaran dengan hubungan Xie dan Xiu Huan.
Saat menemui Xiu Huan,terlihat sedikit sikap ramah yang ditunjukkan oleh Xiu Huan.
"Mau apa kau kesini?" tanya Xiu Huan dengan nada dingin.
"Aku perlu penjelasan dari mu." jawab Xiao Huan.
"Sebaiknya kau pulang dan jangan mencampuri urusan ku.!" ucap Xiu Huan dengan tegas.
Tapi Xiao Huan justru bertahan untuk tidak pergi.
"Jadi Xie adalah istri mu yang baru kau nikahi?" tanya Xiao huan memastikan lagi.
"Jika iya memangnya kenapa??Kalau kau sudah tahu cepat pergi dari rumah ku.!!" jawab Xiu Huan dengan nada marah.
"Lalu kenapa Xie justru mencari tempat tinggal lain??Apa yang sebenarnya sudah terjadi diantara kalian??" tanya Xiao Huan memaksa Xiu huan untuk menjawab pertanyaannya.
"Kau tidak perlu ikut campur urusanku..!!Lebih baik kau jangan lagi dekati gadis murahan itu..Karena kau hanya akan bernasib sama seperti ku.!" jawab Xiu Huan mengingatkan Xiao Huan.
"Tapi justru dia gadis yang baik.Kalau kau memang tidak mau lagi hidup bersamanya.Aku yang akan menggantikan dirimu." ucap Xiao Huan dengan tegas.
"Apa kata mu.!!" sentak Xiu Huan langsung memukul wajah Xiao Huan.
Bug..
Xiao Huan seketika terjatuh.
"Jangan coba kau mendekati gadis itu..Apa kau juga ingin menentang ibu??" kata Xiu Huan menyinggung sang ibu.
Karena ia merasa pernikahannya bermasalah akibat sang ibu yang sudah mencampurinya.
"Aku tidak selemah kau..Kalau kau memang masih memikirkan gadis itu seharusnya kau tidak membiarkan dia pergi dan mencari tempat tinggal.Kau terlalu lemah karena ibu terlalu mencampuri bukan??" ujar Xiao Huan menyindir Xiu Huan.
Xiu Huan berusaha menahan emosinya dan menatap tajam ke arah sang kakak.
"Lebih baik secepatnya kau urus saja surat perpisahan kalian.Dengan begitu aku memiliki kesempatan untuk bisa mendekati Xie.Jika kau tidak bisa membahagiakannya,biar aku yang akan membahagiakan Xie." ucap Xiao dengan serius dan langsung pergi.
Sementara Xiu Huan langsung melampiaskan seluruh emosinya dengan membanting barang yang ada di depan matanya.
...****************...
Beberapa hari kemudian..
Pak Lin mendatangi ibu Xiu Huan yang tengah menikmati sarapan paginya.
"Bagaimana pak Lin??Apa kau sudah mendapat informasi tentang gadis itu?" tanya ibu Xiu Huan.
"Sudah nyonya..Sepertinya tuan Xiao Huan juga ada kaitannya dengan gadis itu." jawab pak Lin memberitahu.
"Apa maksud mu?" tanya ibu Xiu Huan menatap serius pada pak Lin.
"Tuan Xiao Huan ternyata juga mengenal gadis itu.Mereka terlihat sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama." jawab pak Lin memberitahukannya.
Seketika membuat raut wajah ibu Xiu Huan menjadi tajam.
"Kurang ajar,ternyata gadis itu nekat sekali." gerutunya sedikit kesal.
Tak berapa lama Xiao Huan pun datang menemui sang ibu.
"Pagi bu." sapa Xiao Huan.
Sesaat ibunya pun melirik serius ke arah Xiao Huan.
Dan pak Lin langsung meninggalkan mereka berdua.
"Xiao Huan,ada sesuatu yang ingin ibu tanyakan pada mu." ujar ibunya.
"Tentang apa?" tanya Xiao Huan penasaran.
"Apakah saat ini kau sedang dekat dengan gadis lain?" tanya ibunya mulai menginterogasi Xiao huan.
Seketika membuat Xiao Huan sedikit kaget.
"Apa maksud pertanyaan mu bu?" tanya balik Xiao Huan yang seolah bersikap tidak mengerti.