
"Ini sama saja kau membuat gadis itu dalam masalah.Kau tahu sendiri kan bagaimana sikap ibu mu yang selalu berkuasa.?" kata Michael mengingatkan Xiu Huan.
Xiu Huan pun terdiam.
"Kau boleh memanfaatkan dia,tapi pikirkan nasibnya juga.Tidak mudah bukan menghadapi ibu mu.Terlebih kau tidak tahu bagaimana sifat gadis yang sudah jadi istri mu.Kalau ternyata dia memiliki mental lemah,bisa-bisa dia menyalahkan mu bro." kata Michael menasehati Xiu Huan yang masih terdiam.
"Kau bebas menikah dengan wanita mana pun,asal kau menghargai perasaan mereka.Mereka memilih hati yang lembut,kasihan kalau sampai hati menyakitinya." ucap Michael menasehati lagi.
Xiu Huan hanya menatap Michael tanpa bicara apa pun.
...****************...
Setelah menghabiskan waktu bersama Michael.Xiu Huan langsung pulang ke rumah.
Tiba di rumah,ia langsung dikejutkan dengan munculnya sosok berwajah seram.Yang membuatnya langsung berteriak.
"Arggghh..!" teriak Xiu Huan sekencang mungkin.
Begitu juga dengan sosok berwajah seram itu yang ikut berteriak.
"Arggh..!Hei ini aku tuan." sahut Xie yang langsung menyalakan lampu.Karena kebetulan suasana ruangan memang sedikit gelap.
Xiu Huan yang kaget pun langsung menatap aneh.
"Apa yang kau lakukan malam-malam begini??kenapa dengan wajah mu?" sentak Xiu Huan yang langsung kesal.
"Aku sedang pakai masker..Lihat ini." jawab Xie yang langsung melepas masker di wajahnya.
"Lain kali jangan memakai masker itu malam-malam.Dasar sial." umpatnya yang langsung berjalan menuju kamarnya.
"Cih..Bilang saja kau takut,memangnya apa yang salah pakai masker malam-malam." sindir Xie tanpa Xiu Huan tahu.
Xiu Huan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur.Ia begitu lelah dan sedikit kesal. Karena menghadapi sikap Xie yang ternyata sedikit menyebalkan.
Ia pikir,Xie seperti gadis dalam bayangannya.Seorang gadis yang sederhana dan lugu.Tapi ternyata,Xie diluar dugaannya.Karena Xie ternyata gadis yang cukup pemberani dan seperti gadis tidak merasa takut dengannya.
Namun,Xie juga memiliki sisi hati yang baik dan cukup perhatian.Terutama ia tidak tega jika melihat seseorang yang mengalami kesusahan.Sebab ia juga merasakan bagaimana susah nya menjalani kehidupan yang penuh rintangan.
...****************...
Keesokan harinya..
Xiu Huan terlihat sudah rapi dan akan bersiap-siap pergi ke kantor.
Sebelum Xiu berangkat,Xie menghampiri Xiu Huan.
"Apa tuan mau sarapan dulu??aku sudah siapkan untuk mu." tanya Xie.
"Tidak,kau saja yang sarapan sendiri." jawab Xiu Huan menolak dengan datar.
"Oh ya sudah..Kalau begitu tuan bawa bekal ini saja." ujar Xie langsung memberikan sebuah kotak bekal pada Xiu Huan.
Xiu Huan pun langsung melirik heran.
Sejak kapan dia membeli kotak bekal ini?' batin Xiu Huan merasa heran.
"Kau pikir aku anak TK??Kau makan saja sendiri." ujar Xiu Huan mengembalikan kotak bekal tersebut.
"Dengar ya tuan muda,sebuah bekal bukan cuma untuk anak TK saja,dewasa pun juga tidak masalah,jadi aku mau tuan membawa bekal ini yang sudah susah payah ku buat.Oke." ujar Xie yang tetap memaksa memberikan bekalnya pada Xiu Huan.
"Kau..-"
"Sudah waktunya berangkat,hati-hati dijalan suamiku." ucap Xie sambil mendorong Xiu Huan keluar dan tersenyum.
Dengan cepat Xie menutup pintu agar Xiu Huan tidak masuk.
Sementara Xiu Huan hanya bisa terheran dengan sikap Xie sambil melirik ke arah kotak bekal di tangannya.
Akhirnya ia pun berangkat menuju kantornya.