
Sesaat Xie pun langsung tersadar.
"Ah..Bukan apa-apa tuan..Haha." ujar Xie langsung salah tingkah sembari ingin meneguk minuman yang disuguhkan Xiao Huan.
"Kalau begitu,kau tinggal disini saja.Bagaimana?" tanya Xiao Huan menawarkan bantuan pada Xie.
Sontak membuat Xie tersedak.
"Uhuk..Uhuk.." lirih Xie yang terbatuk-batuk.
"Kau baik-baik saja?" tanya Xiao Huan yang langsung panik.
"Aku..Aku baik-baik saja.Uhuk." jawab Xie.
"Bagaimana?Apa kau mau tingg disini?" tanya Xiao Huan mengulang lagi pertanyaan nya.
"Tapi,sepertinya tidak usah tuan.Aku tidak mau merepotkan siapa pun."jawab Xie menolak.
"Aku tidak merasa direpotkan..Dan jangan panggil aku dengan kata tuan.Aku bukan tuan mu." kata Xiao Huan.
"Lalu aku harus panggil apa?Tapi menurutku tetap saja ini akan merepotkan anda.Aku tidak mau menyusahkan siapa pun." jawab Xie dan bertanya sesaat.
"Kau bisa panggil aku kakak,kakak Huan.Supaya kita bisa lebih akrab." kata Xiao Huan lagi.
"Dan jangan merasa direpotkan,karena aku tidak masalah.Aku justru senang bisa membantu mu.Kau gadis yang menyenangkan dan lucu.Aku suka itu." ujar Xiao Huan.
Xie pun hanya tersenyum kaku.
"Terima kasih untuk bantuan anda,tapi maaf sepertinya aku tidak bisa kakak Huan.Aku lebih terbiasa hidup mandiri tanpa bantuan orang lain." jawab Xie kembali menolak kebaikan Xiao Huan.
"Begitu..Sayang sekali,Tapi tidak apa-apa.Aku menghargai keputusan mu."ujar Xiao Huan.
"Tapi,untuk malam ini sebaiknya kau menginap saja disini.Besok pagi aku akan menemani mu mencari tempat tinggal.Bagaimana?"
"Karena akan lebih bahaya jika kau masih diluar sendirian." kata Xiao Huan mengingatkan.
"Oh..Tapi-"
"Tenang saja,di sini masih ada kamar yang kosong.Kau bisa pakai kamar mana pun.Asal bukan kamar ku." sahut Xiao Huan tersenyum.
"Baik lah."jawab Xie akhirnya mengangguk dan menerima bantuan Xiao Huan.
...****************...
Ia tidak mengira jika Xie gadis yang begitu nekat dan tidak mau dipandang lemah.Karena ulah sang ibu,membuat Xie benar-benar tidak terima dan memilih untuk pergi dari rumah Xiu Huan.
"Kemana perginya gadis itu?Kalau ketemu aku akan mengikat mu gadis kerasa kepala."gerutunya sembari memperhatikan suasana jalan ditengah malam.
Dan pada akhirnya Xiu Huan menyerah,ia memilih pulang.Tapi,tiba-tiba ia mengurungkan niatnya dan pergi ke suatu tempat.
...****************...
Xiao Huan menunjukkan kamar untuk Xie beristirahat.
Xie pun langsung menghempaskan tubuhnya di atas kasur yang sangat empuk.Ia serasa begitu nyaman saat merasakan kasur Xiao Huan yang begitu empuk.
"Ah..Nyaman sekali,perasaan ku juga begitu ringan tanpa beban." ujarnya bicara sendiri sambil memejamkan matanya.
Dan beberapa saat ia pun teringat akan Xiu Huan.
"Tapi bagaimana dengan pria itu??Tapi kurasa pasti tidak ada rasa penyesalan dari pria itu.Dia kan selalu marah-marah.Mana peduli jika aku keluar dari rumahnya." gerutunya bicara lagi pada dirinya sendiri.
Dan tak berapa lama,terdengar suara ketukan pintu.
Xie langsung bangkit dan membukakan pintu kamarnya.
"Nona Xie..Apa kau sudah makan?Kebetulan aku sudah memasak sesuatu,apa kau makan bersama ku?"tanya Xiao Huan.
"Euh..Sudah kak." jawab Xie yang berbohong,karena merasa tidak enak hati merepotkan Xiao Huan.
Tapi..
Kruukk..
Tiba-tiba terdengar suara perut Xie yang keroncongan.
Membuat Xie langsung menoleh kearah suara perutnya dan memasang wajah gugup.
Ah sial..Kenapa kau harus bunyi.Tidak bisa diajak kompromi.' gerutunya dalam hati.
Xiao Huan yang mendengar juga hanya bisa tersenyum.