
Xiao Huan pun hanya bisa berdiam diri dan mematung.Tak mengira jika Xie akan menolak perasaannya tanpa memberi kesempatan untuk membuktikannya.
Padahal ia begitu tulus dan tidak berniat ingin mempermainkan hidupnya.Sebab ia tidak tahu jika Xiu Huan dan ibunya telah menyakiti perasaannya.
Sementara Xie duduk menundukkan kepalanya dengan uraian air mata.Ia begitu sedih jika hidupnya begitu miris karena orang yang membenci dirinya.
*
*
Keesokan harinya..
Xie Huan kembali menemui sang ibu dengan raut wajah yang marah.
Terlihat sang ibu begitu santai sambil menikmati secangkir teh di ruang tamu.
"Apa yang sudah kau lakukan lagi pada Xie Xie bu?" tanya Xiu Huan dengan nada kesal.
"Oh..Ternyata cepat sekali beritanya sudah sampai pada mu."jawab ibunya dengan tenang dan santai.
"Kenapa kau menggunakan nama perusahaan ku untuk mengambil alih tempat Xie Xie bekerja??apa kau sudah gila bu?" protes Xiu Huan mulai emosi dan menggunakan nada tinggi.
"Memangnya kenapa??Bukankah bagus??Dengan begitu gadis itu akan secepatnya menyingkir dari kehidupan mu dan pergi dari kota ini." jawab sang ibu yang ikutan sewot.
"Tapi kau tidak harus menyulitkan dan melibatkan pekerjaan dia.!!" protes Xiu Huan lagi.
"Ibu melakukan ini semua demi kebaikan mu.Dan seharusnya kau tahu,kakak mu ternyata juga menyukai gadis itu.Bagaimana bisa ibu akan tinggal diam,melihat kalian berdua mengejar gadis yang sama.!"
"Ibu akan melakukan apa saja untuk menyingkirkan gadis itu.Karena dia sama sekali tidak pantas untuk kalian berdua.!!" ucap ibunya panjang lebar.
"Jadi semua yang terjadi memang karena diri mu bu?" tanya Xiao Huan yang tiba-tiba muncul dan mendengar semua ucapan ibunya.
"Sejak kapan dirimu jadi sekejam ini bu?Kau ingin kami bahagia tapi menyakiti orang lain.Terlebih kau menyakiti yang sesama wanita bu." ucap Xiao Huan mengingatkan ibunya.
"Ibu tidak peduli,dia wanita atau pun pria,ibu tetap tidak akan membiarkan dia masuk dalam keluarga kita atau pun kehidupan kalian berdua." kata ibunya dengan tegas.
"Kau sungguh mengecewakan bu.!" sentak Xiu Huan memilih pergi meninggalkan sang ibu.
Xiao Huan pun mengikuti sang adik dari belakang.
"Xiu Huan aku perlu bicara dengan mu." ujar Xiao Huan.
"Untuk apa lagi??Saat ini aku tidak mau melihat mu kak.Kau dan gadis itu sama saja,sama-sama membuat ku jengkel." jawab Xiu Huan menolak bicara pada Xiao Huan.
"Aku sudah mengutarakan perasaan ku pada Xie." ungkap Xiao Huan.
Yang seketika membuat Xiu Huan mematung.
"Lalu,apa aku harus memberi selamat untuk kalian berdua??Kalian sungguh munafik.!!!" kata Xiu Huan langsung menyindir Xiao Huan.
"Tapi sayangnya dia menolak ku." kata Xiao Huan menunduk.
Xiu Huan pun mengernyitkan tatapannya.
"Aku mengatakan hal ini bukan untuk mengadu atau pun meminta mu berbaikan pada Xie.Tapi sebaiknya jangan membiarkan Xie pergi dari kehidupan mu."
"Xie gadis yang baik dan tangguh.Pertahankan dia sebagai istrimu,walau pun kalian tidak saling memiliki perasaan.Tapi aku merasa kalian pasti akan cocok."
"Dan jangan menyerah untuk menghadapi serangan ibu,aku akan membantu dan mendukung mu..Pikirkan itu Xiu Huan,karena itu untuk kebahagiaan mu." ucap Xiao Huan panjang lebar yang menasehati Xiu Huan.
Xiao Huan pun pergi meninggalkan Xiu Huan lebih dulu.