
Beberapa hari kemudian..
Kantor catpil..
Xie Xie dan Xiu Huan kini berada di sebuah kantor catpil untuk menandatangani pernikahan mereka yang akan disahkan secara hukum.
Xie Xie masih tak percaya jika hidupnya akan berakhir ditangan Xiu Hujan.Yang menginginkan dirinya untuk dinikahi.
Ia pikir Xiu Huan adalah seorang pahlawan yang sudah melepaskan dirinya dari jerat lintah darat Chen.Tapi ternyata,Xiu Huan justru memiliki rencana lain.Yang Xie Xie tidak tahu apa yang akan direncanakan Xiu Huan padanya.
Setelah melepas status lajang nya,Xie Xie dibawa pulang oleh Xiu Huan kembali ke kediamannya.
"Karena kau sudah resmi menjadi istri ku,mulai sekarang kau harus menuruti semua aturan ku." ujar Xiu Huan sembari duduk dihadapan Xie Xie.
Xie cuma memandang Xiu Huan dengan wajah tidak semangat.
"Kau bebas melakukan apa saja di rumah ini,tapi jangan menyentuh barang-barang yang berada di pajangan di sana.Karena barang yang ada di seluruh rumah ini adalah barang mahal." jelas Xiu Huan.
"Kau juga harus melakukan semua pekerjaan di rumah ini.Mulai mencuci,masak,beres-beres rumah dan sebagainya."
Xie yang mendengar sesaat mengernyitkan pandangannya.
"Tunggu,membereskan semua pekerjaan rumah.Jangan-jangan kau menikahi ku karena hanya ingin menjadi kan ku pembantu gratis?apa bedanya dengan pilihan mu yang pertama?" protes Xie yang merasa dibodohi oleh Xiu Huan.
"Tapi setidaknya kau tidak akan terbebani hutang dengan si kunyuk itu ." jawab Xiu dengan santai nya.
Sial..Sudah ku duga dia pasti memanfaatkan ku.Ck.' ujar Xie kesal dalam hatinya.
"Baik,karena aku sudah terlanjur jadi istrimu.Aku mau minta jatah bulanan." ujar Xie yang tidak mau kalah.
"Jatah bulanan?" tanya Xiu Huan yang tidak mengerti.
"Uang bulanan,seorang istri berhak menerima nafkah dari suaminya.Karena anda sudah menikahi ku secara hukum,artinya anda wajib memberi ku nafkah sebagai istri mu." ucap Xie dengan jelas.
Sedangkan Xie melihat Xiu Huan dengan tersenyum sinis.
Heuh..Kau pikir kau saja yang bisa memanfaatkan ku..Selagi aku istri mu,aku juga bisa memanfaatkan mu tuan sombong.' batin Xie.
"Itu tidak masalah,asal kau melayani ku dengan sesuai tugas mu.Termasuk di atas ranjang." jawab Xiu Huan yang sengaja membalas Xie sambil tersenyum sinis.
Xie pun langsung membulatkan kedua matanya.
"A..Apa??Melayani di atas ranjang?" tanya Xie langsung menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Jangan harap tuan bisa menyentuh ku.!" sentak Xie yang secara spontan menolak dirinya disentuh.
"Hei..Bukankah kau sekarang kau adalah istri ku,sudah seharusnya kau melayani ku di atas ranjang." ujar Xiu Huan.
"Tapi aku belum siap untuk melayani mu tuan.Terlebih kau menikahi ku bukan berdasarkan perasaan." singgung Xie.
Xiu Huan pun bangkit dan memandang Xie.
"Siapkan aku makanan,aku lapar." ujarnya langsung pergi meninggalkan Xie.
"Heuh..Kenapa aku harus terjebak dalam permainan pria ini.Orang kaya kenapa selalu bertindak sesuka nya?" gerutu Xie dengan menyindir tanpa Xiu Huan tahu.
Mau tak mau Xie pun menuruti perintah Xiu Huan untuk menyiapkan makanan.
Sesaat menuju dapur,Xie langsung tercengang saat melihat keadaan dapur Xiu Huan yang begitu rapi dan bersih.Bahkan terlihat sangat mewah dengan perlengkapan dapur yang sangat mahal.
"Apa yang harus ku masak??Sedangkan aku tidak bisa masak.Ck..Ah sudah lah,masak saja yang bisa ku masak." celotehnya bicara sendiri.