
"Ibu istirahat saja,jangan pikir apa pun.Supaya kondisi mu cepat pulih." ujar Xiu Huan mengingatkan sang ibu.
"Xiu Huan..Kalau kau memang ingin gadis itu kembali,kejar lah dia.Bawa dia kembali bersama mu."ucap sang ibu tiba-tiba menyuruhnya untuk membawa kembali Xie.
Xiu Huan pun hanya bersikap tenang tanpa merasa kaget.
"Hal itu ibu tidak usah pikirkan." ujar Xiu Huan.
"Ibu menyuruh mu untuk membawanya kembali,karena ibu sadar ibu memang salah.Selalu menjadi penghalang untuk kebahagiaan mu."
"Maafkan ibu karena sudah menyebabkan masalah untuk kalian.Pergi dan cari lah dia..Ibu sudah merestui hubungan kalian nak." tutur sang ibu yang kini memberikan restu dan ijin pada Xiu Huan.
...****************...
Xie kini mulai membantu sang nenek berjualan bakmi didepan rumahnya Sehari-harinya Xie hanya bisa membantu sang nenek karena ia belum mendapatkan pekerjaan.
Walau terkadang ia sering menerima nyir-nyiran dari tetangga karena menganggap dirinya sebagai gadis pengangguran.Tapi Xie tidak memperdulikan semua yang mengusik hidupnya.Ia selalu berprinsip selama tidak minta makan oleh mereka,Xie selalu tidak memperdulikan apa pun yang dikatakan mereka tentang dirinya.
Xie pun seperti biasa duduk santai sambil menunggu pembeli yang akan membeli bakminya.
Tak berapa lama seorang ibu-ibu pun datang menghampirinya untuk membeli bakmi.
"Xie..Bakmie nya 2 bungkus ya,jangan pakai sayur." ujar si ibu memesankan bakminya.
"Ah iy bi." jawab Xie langsung bangkit dan bergegas membuatkan pesanannya.
"Xie,saya lihat kok kamu di rumah terus??Memangnya kamu sudah tidak kerja lagi??Bukannya kamu selama ini kerja di kota?" tanya si ibu yang penasaran.
"Iya bi,tapi saat ini aku sedang cuti kerja." jawab Xie berbohong.
Xie hanya tersenyum datar saat si ibu menyindir dirinya.
"Jangan-jangan kamu sudah tidak kerja lagi ya Xie,makanya kau pulang ke rumah nenek mu?" tanya si ibu menuduh lagi.
"Ini bi bakminya..Total jadi 50rb." ujar Xie dengan cepat menyerahkan 2bungkus bakmi pada si ibu.
Si ibu tersebut pun langsung membayarnya.
"Saran saya Xie,mending kamu menikah saja.Biar ada yang biayain hidup kamu.Kasihan kan nenek kamu masih harus menanggung hidup kamu." ujar si ibu dengan santai nya menasehati Xie.
"Kalau begitu kenapa tidak ibu saja,kasihan kan anaknya mau nikah tapi harus terkendala biayain ibunya." balas Xie menyindir balik sambil tersenyum.Seakan Xie menyerang si ibu dengan kata tajamnya.
Seketika membuat si ibu langsung menatap sinis.
"Cih..dasar perawan sombong,kamu pikir kamu itu sudah paling cantik..Ck." jawab si ibu yang justru jadi kesal dan langsung pergi.
Xie Xie pun hanya memandang si ibu dengan datar sambil menggelengkan kepalanya.
"Daripada ngurusin hidup orang,kenapa tidak urus saja hidup nya sendiri."gerutunya kembali duduk sambil membaca majalah.
Baru akan duduk,seseorang kembali datang menghampiri kedai bakminya.
"Permisi." sahut seseorang.
"Iya silakan,mau beli berapa bung-kus?" sahut Xie langsung bangkit dan syok saat ia melihat sosok pria yang tak asing baginya.
"Tu..Tuan Xiu." seru Xie yang seketika kaget,melihat kedatangan Xiu Huan secara tiba-tiba.