
Selesai masak,Xie pun memanggil Xiu Huan untuk makan.
"Hei..Tuan,aku sudah siapkan makanannya." ujar Xie memanggil Xiu Huan dari luar kamarnya.
Xiu Huan pun keluar dan langsung berjalan ke arah meja makan.
Ia begitu terkejut dan tercengang saat melihat hidangan makanan yang aneh.
"Ini apa??Apa kau sedang membuat makanan sampah untuk ku?" tanya Xiu Huan dengan nada protes.
"Mie ramen." jawab Xie singkat dan polosnya.
"Kenapa kau menyediakan aku makanan seperti ini??Apa kau pikir hidup ku susah,sampai kau memberiku makanan sampah??" protes Xiu Huan lagi.
"Tapi cuma ini yang bisa ku masak tuan."
"Memangnya tidak bisa kau masak yang lain??Di kulkas begitu banyak bahan makanan,apa kau tidak bisa membuatnya??" tanya Xiu Huan lagi.
"Memang banyak,tapi bahan makanan mu sangat asing dan tidak pernah ku masak.Aku biasa masak makanan rumahan." jawab Xie mencoba menjelaskan.
Xiu Huan pun langsung membuang mie ramen tersebut begitu saja.
"Jangan samakan makanan murahan mu dengan makanan ku.Buatkan lagi yang lebih pantas untuk ku makan.Paham.?" ucap Xiu Huan memberi perintah lagi pada Xie.
Melihat tindakan Xiu Huan,seketika Xie terkejut.Karena ia dengan entengnya membuang mie tersebut tanpa merasa sayang dengan makanan.
"Sayangnya aku tidak peduli.Di rumah ini aku bebas melakukan apa pun.Dan kau tidak berhak mengatur ku.! Cepat buat kan lagi aku makanan.!" kata Xiu Huan yang terus menyombongkan dirinya.
Xiu Huan pun meninggalkan Xie tanpa merasa bersalah.
Sementara Xie hanya menatap tajam ke arah Xiu Huan yang kembali ke kamar.
"Orang gila,sinting.Hanya karena kau merasa paling kaya,kau bisa seenaknya bersikap.Semoga saja Tuhan yang akan membalas mu." gerutu Xie merasa kesal.
"Bagaimana bisa aku dinikahi orang tidak waras seperti dia.!" gerutu nya lagi sembari membereskan mie yang sudah terjatuh karena ulah Xiu Huan.
Xie kembali membuatkan makanan untuk Xiu Huan.Sebelumnya Xie terpaksa membuat mie ramen,karena buka. nanya dirinya yang tidak pintar memasak.Tetapi,ia merasa takut dan ragu jika menggunakan bahan makanan yang terlihat mahal.Ia takut,jika ia sudah membuatnya,tapi rasanya tidak cocok dengan Xiu Huan.
Tapi setelah melihat sikap Xiu Huan yang sama sekali tidak menghargai makanan dan dirinya yang sudah membuatkan.Xie pun kini tidak ragu akan menggunakan semua bahan makanan yang ada di kulkas.
Seakan ia masih merasa kesal dengan sikap Xiu Huan tadi,Xie melampiaskannya dengan membuat masakan yang tidak jelas.Baginya asal masih layak dan bisa di makan,ia tidak peduli bagaimana rasa yang akan dimakan Xiu Huan nantinya.
Setelah sejam lama nya ia memasak,akhirnya ia pun selesai.Kini ia kembali memanggil Xiu Huan dengan nada yang datar.
Xiu pun keluar kamar dan kembali menuju meja makan.
Lagi-lagi,tatapan Xiu Huan pun aneh saat melihat sebuah hidangan makanan yang membuatnya seketika tidak berselera.
Xiu Huan kini menoleh kearah Xie dengan menatap datar.