
Keesokan harinya..
Seperti biasa Xiu Huan akan berangkat ke kantornya.
Namun,sesaat ia merasa bingung karena tak melihat keberadaan Xie.Ia hanya melihat sebuah kotak bekal lagi di atas meja makan dan sebuah secarik kertas di ats bekal tersebut.
*Maaf tuan,aku berangkat kerja tanpa pamit dengan mu.Karena ini hari pertama ku bekerja,aku tidak mau terlambat..
Semangat*..^-^
Seketika membuat Xiu Huan menyunggingkan bibirnya keatas.
"Ternyata dia benar-benar serius." ujarnya langsung mengambil kotak bekal tersebut dan membawanya.
...****************...
Ditempat lain.
Seorang pria paruh bayah menemui seorang wanita yang juga paruh baya.Tengah menikmati sarapan paginya bersama seorang pemuda yaitu anaknya sendiri.
"Nyonya." sapa pria paruh baya bernama pak Lin.
Wanita itu pun hanya melirik ke arah pak Lin.
"Bagaimana??" tanya wanita tersebut.
"Saya sudah mendapatkan informasi yang nyonya perintahkan." jawab pak Lin.
"Katakan." ujarnya secara singkat.
Sementara sang anak bernama Xiao Huan hanya menatap tanpa bersuara.
"Oke ..Kau boleh pergi." ujar wanita itu menyuruh pak Lin meninggalkan mereka.
Pak Lin pun mengangguk dan meninggalkan mereka.
"Ibu lagi-lagi mengawasi Xiu Huan?" tanya Xiao Huan yang tak lain adalah kakak lelaki Xiu Huan.
"Yah..Kau tahu seperti apa dia??sekarang dia sudah menikah lagi,dan bahkan menutupi nya dari kita." jawa sang ibu.
"Tapi kurasa ibu tidak perlu mencampuri kehidupannya..Dia sudah dewasa.'' ucap Xiao Huan menasehati ibunya.
"Bagaimana bisa kau mengatakan jika adikmu sudah dewasa??Gagal dalam pernikahan sekali,tapi sudah menikah lagi dalam jangka waktu yang belum lama..Apakah itu yang kau bilang dewasa??" protes ibunya pada Xiao Huan dengan mengungkit masa lalu Xiu Huan.
"Tapi,bukankah pernikahan nya yang pertama hanya suatu kesalahan yang sebenarnya tidak dia inginkan Bu??Sudah lah,berhenti mencampuri kehidupannya..Biarkan saja bagaimana dia menjalani hidupnya dengan pilihannya yang baru."ucap Xiao Huan kembali menasehati ibunya.
"Kau tidak perlu ikut campur,urus saja pekerjaan mu.jangan hanya bisa menasehati,tapi kau saja masih belum menikah." jawab wanita itu menyindir Xiao Huan dengan kata tajam dan langsung bangkit.
Xiao Huan pun tak dapat berkata apa-apa.Setelah menerima sindiran dari sang ibu.Karena apa pun yang dikatakan sang ibu,memang mengarah padanya.
Xiao Huan memang tipe lelaki yang berbeda dengan Xiu Huan.Usianya yang hampir menginjak 40tahun,membuatnya masih terlihat betah untuk menyendiri.
Memiliki selera yang berbeda dalam memilih wanita,memang lah sulit untuk Xiao Huan menentukan pilihannya.Terlebih ia menduduki status sosial yang terpandang.Membuatnya semakin sulit mencari sosok wanita yang sederhana dan jauh dari kata sosialita.
Karena Xiao Huan,menginginkan seorang wanita yang lebih memiliki sisi keibuan dibandingkan wanita yang hanya pintar bergaya.
Berbeda dengan Xiu Huan sang adik.Ia lebih muda mendekati wanita mana pun.Tapi dengan status sosial yang sama dengannya.
Namun,ia harus terjebak dalam suatu insiden yang mengharuskan ia menikahi seorang wanita ja*ang.Yang membuat wanita itu pun tidak rela melepaskan Xiu Huan begitu saja.Setelah Xiu Huan menceraikannya dan menyuruhnya untuk menjauh dari kehidupannya.
Wanita itu tidak lain adalah Patricia sendiri.