
Nata atau yang kerap disapa Ata, merupakan anak dari seorang pengusaha sukses. Yang dimana, nama Ayahnya sudah dikenal di seluruh penjuru negeri. Akan tetapi, Nata tidak perduli dengan apa pun yang bersangkutan dengan sang Ayah.
Selama ini Nata hanya tinggal berdua bersama Neneknya, Ibu dari Mamanya. Nata yang sejak kecil tinggal dengan sang Nenek pun, membuat perempuan berusia 25 tahun itu berkegantungan kepada sang Nenek.
Namun Nata senang, Neneknya tidak kesal atau tidak mempermasalahkan sikap Nata yang terlihat sangat manja kepada beliau.
"Ata, hari ini penghuni di depan rumah Nenek akan tinggal disana. Nanti kamu antarkan makanan buatan Nenek ya kesana." ujar Nenek Arum seraya mengelus surai Nata dengan lembut.
Nata yang tengah tiduran di paha sang Nenek pun hanya mengangguk sekilas. Kedua netranya fokus menatap layar televisi 42 inchi di depan sana yang sedang menampilkan acara mukbang. Ah Nata jadi berpikir, kira-kira ia harus membuat content yang seperti apa lagi ya?
...----------------...
Nata menatap pintu bercat putih di depannya. Tangan kanannya terangkat memencet bel rumah sebanyak tiga kali. Perempuan itu menggerutu kesal saat sang tuan rumah tak kunjung membukakan pintu rumahnya.
Ceklek!
"Lama banget sih," gumam Nata dengan raut wajah kesal.
"Siapa?" tanya pemilik rumah.
Nata mengangkat wajahnya menatap sang pemilik rumah. Satu detik kemudian, kedua matanya melotot pada pria di depannya.
"Lo! Si cowok mesum!!" pekik Nata seraya menunjuk pria yang tidak ia ketahui namanya dengan tidak sopan.
Reza yang dikatakan seperti itu pun mendelik tidak suka. Pikirannya kembali pada kejadian tadi siang, dimana ia bertemu dengan perempuan cerewet dan menyebalkan yang sekarang tengah berdiri di hadapannya.
"Ada apa kamu datang kesini?" tanya Reza seraya menaikkan salah satu alisnya.
Reza menatap rantang di tangannya dan Nata yang sudah pergi dari hadapannya berulang kali. Pria itu mengendikkan kedua bahunya acuh. Reza pun kembali memasuki rumahnya.
...----------------...
Nata mendudukkan pantatnya di sofa ruang tengah. Kedua tangannya terlipat di depan dada. Napasnya memburu seolah ia telah dikejar-kejar oleh makhluk tak kasat mata.
Nenek Arum yang melihat tingkah cucunya pun menghampiri Nata dan bertanya kepada perempuan berusia 25 tahun itu.
"Kenapa Ta? Kok mukanya kayak kesel banget," tanya Nenek Arum seraya ikut duduk di seberang Nata.
Nata masih terdiam tidak menjawab pertanyaan Neneknya. Nenek Arum pun menghela napasnya sejenak.
"Kamu udah antarkan rantang tadi 'kan ke rumah depan?" tanya Nenek Arum.
Nata menoleh pada Neneknya dengan raut menahan kesal. "Kenapa Nenek nggak bilang sama Ata, kalau yang isi rumah di depan itu si cowok mesum!" tutur Nata dengan napas memburu.
Nenek Arum menatap Nata tidak mengerti. "Cowok mesum? Maksud kamu gimana Ata?" tanya Nenek Arum yang sama sekali tidak mengerti dengan perkataan cucunya.
Nata menggelengkan kepalanya. "Pokoknya, Ata nggak mau lagi datang ke rumah depan!" ucapnya seraya beranjak menuju kamarnya.
Nenek Arum menatap kepergian Nata dengan menggelengkan kepalanya singkat.
"Ata persis banget kayak kamu, Ita.." gumam Nenek Arum yang kembali mengingat sikap putrinya dengan sikap cucunya.
...----------------...