My Brother Hate Me (BTS)

My Brother Hate Me (BTS)
8



Disebuah ruangan terdapat seorang gadis kecil sedang terlelap dg tenangnya diatas


ranjang rumah sakit sedangkan ditubuhnya terdapat berbagai macam alat utk menunjang kehidupannya


"Hais appa kapan dia bangun.. sudah lebih dari 5 jam dia tertidur, selelah itu" Ucap Yejun yg sudah mulai bosan menunggu


"Kan appa sudah bilang lebih baik km dirumah saja, km bandel sih" Ucap Dong Su mengacak rambut Yejun


"Tapi kan aku mau menunggunya bangun, tp ini membosankan" Gumam Yejun sambil cemberut


"Sudah ayo appa antara pulang, nanti setelah Yeseul bangun appa bawa km kesini lagi oke?"


"Lalu kalau saat appa mengantarku pulang dan Yeseul bangun bagaimana"


"Tenang saja disini ada banyak orang yang akan menjaganya, sekarang ayo kita pulang" Ajak Dong Su lagi


"Ne.." Jawab Yejun dan setelah itu mereka berdua pulang kerumah kebesaran mereka


Sesampai mereka dirumah mereka tidak melihat tanda-tanda kehidupan disana, sepi hanya itu yang terasa disana


'Lihatlah bahkan mereka tidak merasa khawatir sedikitpun kepada Yeseul, sungguh malang dirimu sayang' batin Dong Su


"Ok sekarang masuk ke kamarmu dan istirahat, appa akan langsung ke rumah sakit lagi"


"Ne appa, hati-hati dijalan" Ucap Yejun yang dijawab dg anggukan oleh Dong Su


Setelah kepergian ayahnya Yejun langsung pergi ke kamarnya seperti yang diperintahkan tadi tp tiba-tiba tangannya seperti dipegang oleh seseorang


"Apa?" Tanya Yejun


"Emm bagaimana keadaan Seul? Dia tidak kenapa-napa kan?"


"Dia tidak kenapa-napa hanya kelelahan saja, dan bisa tidak jangan memanggilnya dg sebutan 'Seul' aku yakin kau tak sedekat itu dgnnya, Yena"


"Ah mian, aku hanya khawatir dgnnya dan lagi aku juga kembarannya kan? Tdk bolehkan aku memanggilnya dg sebutan itu"


"Ani, hanya aku dan appa saja yang boleh memanggilnya seperti itu"


"Kenapa?" Jawab Yena kesal


"Sudah kubilang tadi bukan?! Kau ti-dak se-de-kat itu de-ngan-nya jelas?" Ucap Yejun penuh penekanan


"Kau menyebalkan Jun" Yena sebal


"Dan panggil aku 'Yejun' bukan 'Jun' oke?!" Jelas Yejun


"Tidak sekalian kau menyuruhku memanggilmu oppa"


"Tidak, terimakasih aku tak berminat" Acuh Yejun


"Kau ini menyebalkan"


"Dan kau menjengkelkan"


"Haiss kalian berdua ribut lagi eoh? Tidak bisakah kalian berdua akur, kalian ini bersaudara bukan?!" Ucap Jimin yang tiba-tiba muncul entah darimana


"Iya"


'Bukan'


"Kalau begitu jangan bertengkar terus, ne? Aku bosan melihat kalian berdua ribut terus"


'Kami bersaudara dan kami tdk boleh bertengkar? Lalu kalian? Tidakkah kau dan yg lain berkaca?' batin Yejun kesal


"Hyung aku pergi kekamar dulu, aku lelah...dg omong kosongmu itu" Ucap Yejun dg nada pelan nyaris tak terdengar diakhir kalimat


"Apa kau bilang eoh?" Tanya Jimin yang samar mendengar ucapan Yejun


"Tidak" Ucap Yejun lalu pergi ke kamarnya. Yah entah mengapa mood Yejun sedang berantakan dan semua hal terasa sangat menjengkelkan baginya


"Astaga, kenapa dg anak itu" Ucap Jimin kesal


"Sudahlah oppa, mungkin dia sedang kelelahan"


"Ok, oppa pergi ke kamar dulu ya" Ucap Jimin lalu pergi meninggalkan Yena sendirian


"Bagus, sekarang aku ditinggal sendirian" Ucap Yena sebal dan setelah itu dia juga ikut pergi ke kamarnya sendiri


Yejun pov


Setelah perdebatan singkat dg Yena dan ceramah tak berguna dr Jimin hyung aku langsung pergi ke kamar sesuai perintah appa tadi


"Hah ada ada saja mereka ini, dan ada apa dg Jimin hyung dia berceramah seperti itu tp dia tdk melihat dirinya dulu, menyebalkan" Omelku sambil menidurkan diriku sendiri di atas kasur


"Heh bodoh (Yeseul) cepatlah bangun, aku ingin bermain dgmu" Ucapku lalu memejamkan mata dan tanpa sadar aku tertidur


\*\*\*


Kring..Kring..kring


"Emmm... hoamm aku tertidur rupanya" Ucapku saat terbangun krn suara ponselku


Bocil jaman sekarang udah dikasih ponsel, gue aja baru dikasih kemaren/author numpang lewat


**Appa


Calling


Dan tampa banyak basa-basi aku langsung mengangkat telfon itu "Iya appa"


"Kau sedang apa? Apa appa mengganggumu?"


"Ani, aku hanya sedang tiduran dikamar, emm apa Yeseul sudah bangun appa?"


"Sudah, baru saja dia bangun oh iya appa akan kesana utk menjemputmu sekarang... Atau kau kesini besok saja"


"Sekarang! Aku ingin kesana sekarang" Ucapku cepat


"Eh tp kenapa tdk menggunakan supir saja? Kenapa appa yg akan kesini" Lanjutku


"Tdk apa apa, appa hanya ingin sekalian membeli makan malam utk kalian.. Kalian blm makan malam bukan?"


"Aku belum kalau yg lain tdk tau"


"Baiklah appa akan segera sampai, td sih appa sudah memberi tau ahjumma kalau appa akan pulang dan membeli makan malam, baiklah appa tutup ya telfonnya"


"Ne"


Tut...


"Astaga ternyata aku tertidur sampai malam, sudahlah aku akan langsung mandi saja sebentar, ah senangnya si bodoh itu sudah bangun" Ucapku lalu berjalan ke kamar mandi


Yejun pov end


Author pov


Diruang tengah terlihat 7 bersaudara itu sedang sibuk dg kegiatannya masing-masing, Jimin, Taehyung dan Jungkook yg sedang bermain game, Namjoon yg sedang mengobrol dg Jin, Yoongi yg sedang duduk diam dan menonton TV, Hoseok yg sedang memakan camilan dan menonton TV juga


"Ini sudah hampir waktunya makan malam dimana Yejun dan Yena" Tanya Jin


"Tdk tau" Jawab Namjoon singkat


"Tadi aku terakhir melihat Yejun pergi ke kamarnya kalau Yena... Sepertinya juga pergi ke kamarnya sendiri" Jawab Jimin dg pandangan ttp fokus pd gamenya


"Baiklah, Namjoon kau panggil Yejun sana dan Hoseok kau pergi ke kamar Yena" Perintah Jin


"Haiss hyung aku sedang sibuk" Keluh Hoseok


"Sibuk menghabiskan makanan eoh? Cepat pergi sana, aku akan pergi ke dapur dan mencari ahjumma utk menanyakan makan malam"


"Iya hyung iya" Dan akhirnya Hoseok pergi ke kamar Yena dan Namjoon ke kamar Yejun


Sekarang Namjoon sudah ada didepan pintu kamar Yejun dan bersiap mengetuknya namun dia melihat kalau pintu itu tidak tertutup rapat dan ia samar-samar mendengar suara Yejun yg sedang berbicara dg seseorang dan akhirnya dia memutuskan diam disana dan mendengarkan pembicaraan adiknya itu


"Iya appa"


"....."


"Ani, aku hanya sedang tiduran dikamar, emm apa Yeseul sudah bangun appa?"


"....."


"Sekarang! Aku ingin kesana sekarang"


"Eh tp kenapa tdk menggunakan supir saja? Kenapa appa yg akan kesini"


"....."


"Aku belum kalau yg lain tdk tau"


"......"


"Ne"


Tut...


"Astaga ternyata aku tertidur sampai malam, sudahlah aku akan langsung mandi saja sebentar, ah senangnya si bodoh itu sudah bangun" Dan setelah itu terdengar suara Yejun yg berjalan menjauh


'Gadis itu baru bangun rupanya... Emm cih kenapa tdk mati sekalian' batin Namjoon


"Hey!" Sebuah tepukan mendarat tepat dipundak Namjoon


"Eh! Ah hyung kau membuatku kaget saja"


"Kau saja yg aneh, kenapa diam disini dg tatapan seperti itu" Sambil menunjuk kedua mata Namjoon


"Tatapan seperti apa yang kau maksud hyung"


"Tatapan sayu, kau terlihat sangat bodoh dg sorot mata seperti ini" Ucap Hoseok mengejek adiknya


"Haiss diam kau hyung ucapanmu lama-lama seperti Jin hyung, menjengkelkan"


"Haha aku hanya mengucapkan kebenarannya, ah sudahlah dimana Yejun"


"Emm itu tadi aku mengetuk pintunya tdk ada suara jadi aku buka saja dan aku tdk melihatnya disana, sepertinya dia sedang mandi jadi tdk mendengar ketukan ku"


"Oh... yasudah ayo turun nanti Yena akan menyusul" Jelas Hoseok


"Padahal aku tdk bertanya" Gumam Namjoon


"Yak! Aku hanya memberitahu saja" Ucap Hoseok lalu menjitak kepala Namjoon


Sesampainya diruang makan mereka langsung duduk dan Jin langsung menjelaskan kalau makan malam mereka akan dibawakan oleh Dong Su sebentar lagi