
Kring...Kring...kring...
"Baiklah sekarang waktunya istirahat" Ucap guru yg mengajar lalu membereskan barangnya dan keluar kelas
"Seul, Yeonjun kantin yok" Ajak Soobin
"Duluan aja sana, aku mau beresin buku dulu sebentar"
"Kita tunggu depan pintu oke"
"Iya"
Setelah itu Soobin dan Yeonjun pergi kedepan kelas sedangkan Yeseul masih membereskan buku²nya dan saat Yeseul hendak pergi Yena menghampirinya
"Yeseul"
"Iya ada apa"
"Bolpoinku habis, apa kau punya cadangan bolpoin? Boleh aku pinjam"
"Oh iya, ini ambillah" Yeseul memberikan sebuah bolpoin berwarna biru pd Yena
"Ah gomawo"
"Iya" Ucap Yeseul lalu berjalan pergi tp saat Yeseul berjalan Yena menjatuhkan bolpoin itu dan Yeseul menginjaknya hingga patah
"Astaga, maaf aku tdk sengaja menjatuhkannya" Ucap Yena
"Tdk apa lagian aku yg menginjaknya, itu dilaci mejaku ada bolpoin lain ambil saja, aku harus segera pergi (kalau tdk nanti para cecunguk itu akan menyeretku keluar)"
"Baiklah"
Dan benar saja saat Yeseul keluar dia melihat ada 5 anak laki-laki yg sedang berdiri disana dg wajah kesal
"Yak kenapa kau lama sekali" Omel Yejun
"Kalian saja yg tdk sabaran"
"Mana ada, kau memang tadi sangat lama" Elak Kai
'Tdk ada 10 menit dan kau bilang lama? Sepertinya ada masalah dg otak mereka' batin Yeseul
"Mau ke kantin atau terus berdebat disini" Dingin Yeonjun
"Ya ya ayo ke kantin sekarang" Ucap Soobin lalu menarik Yeseul yg berdiri didepannya lalu diikuti oleh yg lain
Sesampainya di kantin mereka langsung duduk diam dan sibuk dg makanan mereka masing-masing
Saat sedang makan penglihatan Yeseul menangkap pemandangan yg dlm sekejap mampu membuat sorot matanya meredup dan itu disadari oleh Yeonjun yg duduk didepannya lalu Yeonjun menoleh ke belakang mencari sesuatu yg sedang dilihat Yeseul
'Mereka lagi ternyata' batin Yeonjun saat ia melihat ke salah satu meja disana yg sedang diduduki 8 org anak yg tengah mengobrol dg asiknya
Dg gerakan cepat Yeonjun menukar piring makanannya dg milik Yeseul lalu berkata "duduk disini"
"Ya?" Tanya Yeseul bingung
"Kau duduk disini, kita tukar tempat duduk"
"Kenapa"
"Ingin saja" Lalu Yeonjun berjalan ke tempat duduk Yeseul dan Yeseul dg terpaksa juga ikut berpindah
"Heh kenapa kau meminta bertukar tempat duduk" Tanya Yejun yg kini duduk disebelah Yeonjun
Yeonjun hanya diam tp matanya seolah menujuk kearah meja yg ia lihat tadi yg diduduki oleh Seokjin dkk plus Yena
"Ooh" Yejun mengangguk mengerti
- Skip -
Sekarang Yeseul sedang berjalan sendirian ke kelasnya sehabis dr toilet tp langkahnya terhenti saat ia melihat 7 anak laki-laki yg sedang berdiri dg rapi dihadapannya
"Ikut gue" Kata salah seorang dr mereka lalu menarik kasar tangan Yeseul
Gudang
Bruk...
Anak laki-laki itu menghempaskan tubuh mungil Yeseul ke tanah
"Akh.. apa yg op.. Sunbae lakukan" Ucap Yeseul
"Ck apa yg lo lakuin ke Yena eoh!!!" Bentak Jin
"Apa yg aku lakukan? Aku tdk melakukan apa²"
"Cih tdk usaha berbohong anak sialan" Ucap Hoseok
"Aku tdk ber... "
"Yena sudah menceritakan semuanya!!!" Kesal Jungkook
"Kalo lo nggak mau minjemin ya gak usah gitu juga sialan" Jimin menimpal
"Yak! Lo ya jangan kurang ajar bisa gak!" Bentak Taehyung
"Ck cuma bolpoin kan? Dan lo gak mau minjemin ke sodara lo sendiri? Cih" Kesal Namjoon
"Apa maksud kalian"
Plak...
"LO JADI ANAK JANGAN KURANG AJAR YA"
Plak...
"YENA CUMA MAU MINJEMIN BOLPOIN DOANG KAN"
Plak
"TINGGAL KASIH AJA APA SUSAHNYA..."
Plak
Plak
"DAN MALAH LO INJEK HAH"
Plak
"GAK IKHLAS LO NGASIHNYA HAH!!!?"
Plak
"LO PIKIR LO SIAPA, LO ITU CUMA ANAK PEMBAWA SIAL YG NUMPANG DIRUMAH KITA!!!"
"Masih untung lo diterima dirumah kita"
"Kalo bukan krn appa, kita juga gak mau tinggal serumah sm pembunuh kyk lo"
"Ck gak tau diuntung"
"Gak tau terimakasih lo anak sialan"
"Tau gak gara-gara lo Yena jadi sedih"
"Mati aja lo sono drpd hidup tp bisanya nyusahin orang"
"Hidup lo itu gak guna tau gak"
Diam, Yeseul hanya diam mendengar semua umpatan dan makian yg dilontarkan dr 'kakak'nya sendiri
"GAK CUKUP LO NGAMBIL EOMMA DAN APPA DR KITA HAH SEKARANG LO JUGA MAU NYAKITIN YENA!!"
'Aku tdk pernah membunuh, aku tdk pernah membunuh'
"SETELAH INI APA? LO MAU NYAKITIN KITA HAH? LO MAU BALES DENDAM SM KITA HAH"
'Aku tdk akan pernah menyakiti kalian'
"APA LO MAU NGAMBIL DONG SU APPA JUGA HAH?"
'Aku tdk akan menyakiti appa'
"LO! LO ITU SUMBER MASALAH DIKELUARGA GUE TAU GAK?!! KALO BUKAN KRN LO HARUSNYA SEKARANG GUE GAK AKAN MENDERITA KEK GINI"
"KALO BUKAN KRN LO KELUARGA GUE MASIH LENGKAP, DAN KALO LO NGGAK ADA PASTI APPA DAN EOMMA MASIH HIDUP, MASIH DISAMPING KITA"
"LO UDAH NGEREBUT SEMUANYA DR KITA, KASIH SAYANG EOMMA DAN APPA, PELUKAN EOMMA DAN APPA, WAKTU KEBERSAMAAN EOMMA DAN APPA, SEMUANYA GARA-GARA LO, SEMUANYA GARA-GARA LO"
"KEHADIRAN LO ITU NGGAK DIHARAPKAN, KELAHIRAN LO ITU CUMA BIKIN MASALAH, LO ITU PEMBAWA SIAL, LO ITU PARASIT DIHIDUP KITA, LO PENGHANCUR KEHIDUPAN KITA"
"KITA GAK PERNAH MAU LO ADA, KITA GAK PERNAH BERHARAP PUNYA ADEK KEK LO, LO ITU PEMBUNUH, KITA GAK PERNAH PUNYA ADEK KEK LO"
"ANAK SIALAN"
"PEMBAWA SIAL"
"BIANG MASALAH"
"PARASIT"
"ANAK TDK DIHARAPKAN"
Yeseul hanya menunduk tdk berniat melawan sedikitpun, hatinya hancur dan dia tdk bisa berpikir apa² lagi, pikirannya kosong
Srak...
Brak...
Bamm...
Jin menarik paksa Yeseul lalu melemparnya ke dlm gudang dan menguncinya dr luar
"Cih itu tempat yg pantes buat lo"
"Iya, lo itu pantesnya tinggal ditempat kumuh, kotor dan gelap sm teman teman sampah lo"
"Ck udah tinggalin aja dia disana, sampe matipun silahkan gue gak perduli"
"Udah ke kelas yok biarin dia tinggal disana sampe ada org yg nemui"
"Tp lebih bagus kalo nggak ada yg nemui sekalian"
"Biarin dia membusuk disana, buat jadi makanan tikus"
"Mati matilah" Dan setelah itu mereka pergi tanpa sedikitpun menoleh ke tempat mereka mengurung Yeseul
Sedang Yeseul hanya diam disana ditempat yg kotor, penuh debu, gelap dan pengap
"Aku bukan pembunuh, aku bukan pembunuh appa dan eomma, bukan aku yg membunuh mereka"
"Tdk bukan, aku memang pembunuh jika aku tdk ada eomma dan appa pasti masih hidup, eomma meninggal saat melahirkanku, jika aku tdk lahir pasti eomma tdk meninggal, appa juga meninggal saat menyelamatkanku, jika appa tdk menyelamatkanku appa pasti masih disini sekarang, aku pembunuh"
"Aku bukan pembunuh, aku pembunuh, aku bukan pembunuh, aku pembunuh" Ada sesuatu yg bergejolak dlm hatinya, Yeseul meremas rambutnya melampiaskan rasa sakitnya
"Appa.. bawa aku pergi, eomma.. kenapa kau melahirkanku, tolong bawa aku pergi"
"Appa kenapa kau membuatku berjanji seperti ini appa, aku terikat janji ini appa aku tdk bisa pergi"
"Appa kenapa kau memberiku beban ini appa, aku tdk tahan appa, ini terlalu berat"
"Hah appa dadaku sesak appa, hatiku sakit, appa kenapa aku tdk bisa membenci mereka appa tp kenapa aku juga tdk bisa menyayangi mereka"
"Jika bukan krn appa, aku mungkin sudah menyerah, aku sudah menyerah dan pergi menyusul appa"
"Hah appa kenapa rasanya sesakit ini, kenapa sesesak ini, hah appa bolehkan aku menyerah, bolehkah aku mengingkari janjiku appa" Yeseul meremas dadanya, dia merasa sesak, dia tdk bisa bernafas, cadangan oksigennya memudar, nafasnya juga mulai tersentak sentak
"Appa aku lelah, hah apa appa dan eomma ingin menjemputku hah, jika iya aku... akan pergi dg senang... hati" Penglihatan Yeseul meredup, semuanya menghitam dan akhirnya kesadarannya menghilang
Yeseul terbaring ditempat kotor itu yg sangat pengap dan tdk ada sumber cahaya sedikitpun, tdk ada yg bisa masuk ke ruangan itu bahkan angin dan cahaya sekalipun