
Tap... Tap... Tap
Yeseul memerjapkan matanya perlahan menyesuaikan cahaya diruangan itu, Yeseul tau benar dia masih hidup krn ada sebuah janji yg mengikatnya dan takkan pernah melepasnya sampai janji itu selesai ia tepati
Yeseul melihat disampingnya ada appanya yg sedang memegang erat tangannya sambil tertidur sedangkan di pojok ruangan ada Yejun yg tertidur dg berselimut jas milik appanya
"Appa.. Mianhae.. Aku membuat masalah lagi" Lirih Yeseul memandang lekat sang ayah
Yeseul kembali memandang langit-langit ruangan itu, pergerakannya sangat terbatas krn ada berbagai alat yg menempel pd tubuhnya dan diwajahnya juga terpasang sebuah masker oksigen
Yeseul memandang nanar langit-langit ruangan itu, ia bosan sedari kecil selalu disuguhi pemandangan yg sama begitu sering
Dg perlahan Yeseul menarik tangannya utk mengambil segelas air diatas nakas tp pergerakannya tertangkap oleh indra appanya
"Eoh?! Kau sudah bangun? Kau ingin minum? Kenapa tdk membangunkan appa saja" Ucap panjang Dong Su lalu mengambilkan air utk putri kesayangannya
"Gomawo appa"
"Bagai keadaanmu? Merasa lebih baik?"
"Iya, berapa lama aku..tertidur"
"2 hari, jika hari ini km tdk bangun berarti km sudah 3 hari tdk bangun" Jawab Dong Su yg hanya ditanggapi dg sebuah anggukan kecil dr Yeseul
"Oppadeul mu itu sudah keterlaluan, jika kemaren appa telat 5 menit saja... Appa benar-benar tdk bisa membayangkannya"
"Bagaimanapun keadaan oppadeul? Appa tdk melaksanakan apapun pd mereka bukan"
"Kau.. Yeseul kenapa km sangat memperdulikan oppadeul mu itu yg sama sekali tdk pernah melihatmu, dan selalu menyakitimu" Kesal Dong Su
"Appa... kau tau benar kenapa aku memperdulikan mereka dan appa juga tau apa alasanku berusaha utk tdk membenci mereka"
"Appa tau dan itu membuat appa tersiksa, km tau itu"
"Mianhae appa"
"Gwenchana, km akan baik baik saja, appa akan selalu bersamamu"
"Ne... Appa bolehkan aku pulang, aku..."
"Kau baru saja bangun dan sekarang km langsung meminta pulang? Ayolah Yeseul perhatikan kondisi tubuhmu sendiri sayang"
"Appa aku benci disini, tp aku juga tdk bisa menghindar utk selalu datang kesini"
"Appa ayolah... izinkan aku utk dirawat dirumah saja, aku janji akan mjd anak yg penurut" Rayu Yeseul
"Tdk" Dingin Dong Su
"Appa~ lihat appa sekarang mjd dingin pdku, appa tdk menyayangiku lagi"
"Kau... Akh baiklah baiklah besok km akan dirawat dirumah, besok tdk ada bisa dinego"
"Iya iya gomawo appa, appa yg terbaik"
"Hmm sekarang istirahatlah"
"Apa tidur 2 hari tdk cukup"
"Istirahat atau..."
"Aku akan tidur, aku akan tidur" Ucap Yeseul cepat lalu merapatkan selimutnya
"Tidurlah besok pagi saat km bangun appa janji km akan terbangun di kamarmu" Ucap Dong Su lalu mencium kening putrinya
"Mimpi indah sayang"
Yeseul menutup matanya dg tenang dg senyum tipis diwajah pucatnya
\*\*\*
Krak...
Terdengar suara pintu terbuka dan terlihat seorang anak laki-laki masuk ke kamar tersebut, pagi-pagi buta ia terbangun disaat semua penghuni rumah yg lain sedang tertidur
Dia melihat berbagai macam alat menempel pd tubuh gadis kecil itu, rasa sakit ia rasakan saat melihat kondisi gadis itu yg terbaring lemah dg wajah pucatnya yg terlihat tenang
Perlahan ia elus puncak kepala adiknya yang baru saja dibawa pulang dr rumah sakit, seolah bisa merasakan sakit yg sama ia memegangi dadanya yg terasa sesak seolah dihimpit 2 dinding kokoh
"Saranghae Yeseul saranghae" Gumam anak tersebut
"Saranghae Min Yeseul" Ucapnya lagi lalu mencium puncak kepala gadis itu dan pergi
***
"Yak Min Yeseul kau sudah bangun" Heboh seorang anak laki-laki yg berlari menerobos masuk ke kamarnya
"Heh Jung Yejun diamlah, jangan membuatku semakin pusing" Kesal Yeseul krn jam makannya diganggu
"Kau tau aku tadi bingung saat aku terbangun di kamarku sendiri, setelah itu aku turun ke meja makan bukan utk sarapan tp utk bertanya pd appa kenapa aku disini, tp apa kau tau? Appa seperti bisa membaca pikiranku dan langsung menjelaskan semuanya tp aku baru boleh naik saat sudah sarapan dan blablabla blablabla blablabla" Yejun terus berbicara dg kecepatan tinggi dan drpd pusing, Yeseul lebih memilih menyelesaikan sarapan lalu minum obat dan kembali ke ritual bermalas-malasannya
"Hei! Kau mendengarkan ku" Kesal Yejun yg merasa diabaikan
"Iya"
"Lalu kenapa diam saja"
"Kau lihat aku sedang makan"
"Kenapa makan sendirian? Kenapa tdk turun saja dan makan bersama"
"Kau ingin aku naik turun tangga sambil menenteng tiang infus itu? Lagian aku dr dulu juga selalu makan sendirian, bukan hal yg mengagetkan"
Yejun diam
Dia sedang berfikir mencari topik pembicaraan yg tdk akan membuat Yeseul sedih atau yg semacamnya
"Kau kemarin malam bangun tp kenapa tdk membangunkanku"
"Salahkan appa kalau soal itu, belum genap 30 menit aku bangun appa langsung menyuruhku tidur lagi"
"Kau tdk bosan tidur terus, mau jalan jalan bersamaku" Ajak Yejun
"Ayo tp kau yg angkat tiang infus itu, bagaimana?"
"Aku ingin menghiburmu tp kenapa jadi aku yg harus merasa tersiksa" Ucap Yejun mendramatisir keadaan
"Lebay"
"Biar wlee"
"Jun drpd kau hanya duduk duduk disini lebih baik ambilkan aku minum"
"Kau ini sangat merepotkan, jika sudah sembuh kau yg harus mengambilkan aku minum" Ucap Yejun lalu berjalan keluar utk mengambil minum
Tik.. Tok.. Tik.. Tok
**1 menit
5 menit
10 menit
15 menit**
"Haiss si Jung Yejun ini mengambilkan aku minum dimana sih, apa dia harus ke supermarket dulu utk mengambilkan aku minum" Kesal Yeseul
"Hah dasar tdk bisa diandalkan, lebih baik aku ambil sendiri saja tadi" Umpat Yeseul lalu berjalan keluar dari kamarnya sambung menyeret tiang infus yg menempel ditangannya
Saat Yeseul sedang berjalan ke dapur dia melihat Yejun dan Yena didepan tangga menuju lantai dasar
"Ck ternyata dia nyangkut disini, pantas saja lama" Gumam Yeseul kesal
Dg bersungut-sungut Yeseul berjalan mendekati 2 anak yg sedang mengobrol itu tp tiba-tiba ia terhenyak saat melihat...
'Yejun mendorong Yena ke arah tangga'