My Brother Hate Me (BTS)

My Brother Hate Me (BTS)
22



Bukan berubah tapi diubah


Jangankan 10 tahun demi menghilangkan kebodohanku ini


Aku rela pergi selama beribu-ribu tahun lamanya


- Ye Seul


____________________________________________


Dg kembali memasang wajah datarnya, Yeseul membuka pintu itu yg langsung menyuguhkan pemandangan mewah bagian dlm rumah itu


Baru satu langkah Yeseul langsung diberikan sebuah serangan dadakan berupa pelukan hangat dr seorang yg seusianya


"Yeseul!!! Gue kangen banget sm lo"


Yeseul hanya diam terpaku, tdk berniat membalas pelukan maupun ucapan org tersebut


Merasa pelukannya diabaikan orang tersebut sedikit menjauh lalu menatap tepat mata Yeseul


"Lo nggak kangen sm gue" Tanya orang itu sambil tersenyum


"Nggak" Jawab Yeseul


Jlep..


Jujur sekali dirimu nak, terhura aku tuh:)


"Haiss kenapa sekarang lo jadi dingin, senyum dong" Kesal orang itu


"Nggak ada alasan yg bikin gue senyum disini"


"Termasuk gue"


"Iya"


"Akh ayolah..."


Tiba-tiba saja ada seseorang yg menepuk pundak orang itu yg membuatnya langsung diam


"Apa kau sudah puas... Yena" Tanya orang itu


"Tentu saja Seokjin oppa" Ucap Yena tersenyum manis


"Tapi kenapa wajah Yeseul seperti itu? Oppa membawa dia kemarin dg paksa ya" Tuding gadis itu


"Iya, salahkan saja anak sialan ini, disuruh baik-baik tdk menurut" Bela Jin


"Itu sih oppa saja yg memang kasar"


"Ada ribut-ribut apa sih" Munculah 6 orang lainnya dr lantai atas yg langsung berjejer rapih disamping kanan dan kiri Jin


"Tidak ada apa-apa"


"Yena km baru sampai tadi pagi, apa kau tdk mau beristirahat" Tanya seorang yg memakai hoodie oranye dg celana pendek berwarna biru langit


"Yak oppa, ini sudah sore aku sudah cukup beristirahat Hoseok oppa"


"Lalu apa yg dilakukan gadis pembawa sial ini disini, kau hanya ingin melihatnya bukan? Sekarang kau sudah melihatnya jadi suruh dia pergi saja" Ucap namja lain yg menggunakan kaus berwarna putih yg didobeli cardigan berwarna hijau dan celana panjang berwarna biru langit


"Jimin oppa jangan berbicara seperti itu" Kesal Yena dg oppa terpendeknya


"Sudahlah jangan berdebat, lebih baik kita duduk drpd berdebat didepan pintu" Ucap santai namja yg memakai baju panjang berwarna putih dan celana panjang berwarna hitam ke abu-abuan


"Ah Namjoon oppa benar, ayo Yeseul" Ucap Yena langsung menarik tangan Yeseul ke ruang tengah lalu mendudukkannya disofa


"Yeseul, gimana kesehatan lo sekarang? Pengobatan lo lancar kan? Gak ada masalah kan? Dan lo emang beneran gak kangen sm gue?"


'Gadis bodoh ini masih aja hobi nanya hal-hal yg gak bermutu'


"Baik kok, semuanya lancar" Jawab Yeseul seperlunya


Brak...


Pintu rumah terdengar dibuka dg tdk santainya lalu nampak seorang namja yg berlari ke ruang tengah dg terburu-buru lalu berhenti sesaat didepan mereka semua yg memasang wajah tolol minus Yeseul dan Yoongi yg memasang wajah datar seperti biasa


Namja itu mengatur nafasnya sesaat dan sedetik kemudian berlari ke arah Yeseul, membuat Yeseul berdiri lalu memeluknya saaaangat erat


"Ahirnya gue ketemu sm lo lagi... Gue kangen banget sm lo tau gak" Ucap namja itu mengeratkan pelukannya


Secara reflek Yeseul membalas pelukan namja itu


"Udah gue bilang kan kalo mau kesini itu tungguin gue dulu! Mana hp lo nggak aktif lagi! Tau gak gue udah ngechat lo berpuluhan kali gak dibales, gue telfon juga gak diangkat! Dan tau gak tadi gue langsung ke apart lo dan ternyata gak ada org!" Sedetik kemudian namja itu yg awalnya melow melow gitu langsung ngomel-ngomel kek emak-emak komplek


"Hp gue, gue mode silence krn takutnya ada orang yg bakal neror gue (Seokjin)" Sindir Yeseul dan untungnya yg disindir masih tau diri dan sadar kalo dirinya disindir lalu berdecak kesal


"Bodoh!" Ucap namja itu dan..


Plak... Langsung Yeseul hadiahi sebuah pukulan yg cukup pelan dipelipis nya


"Auh.. Sekarang lo mukul beneran ya.. Padahal dulu cuma ngancem doang" Ucap namja itu sambil mengelus pelan pelipisnya


"Lo sendiri yg cari gara-gara, Jun" Dingin Yeseul dg muka kesal


"Apa-apaan tuh muka, senyum dikit napa"


Dan Yeseulpun tersenyum, senyum iblis


"Oke oke keknya mending gak usah senyum deh" Yejun langsung berubah pikiran


"Ekhemm ekhemm" Namjoon berdeham utk mengingatkan pd adik laki-lakinya yg satu itu bahwa masih ada dia disana


Yejun akhirnya sadar dan menyengir tanpa dosa


"Hehe halo hyung apa kabar" Ucap Yejun cengengesan


"Baru nyapa hah? Dasar dongsaeng durhaka" Ucap Jungkook kesal dg adik laki-lakinya yg merupakan satu-satunya


"Hehe mian hyung"


"Yak Yejun lo nggak ngelupain sesuatu gitu" Sindir Yena


"Nggak"


"Masih nyebelin lo ya"


"Lo juga tambah ngeselin"


Yeseul kembali diam dan memasang wajah datar lagi


"Heh Seul kangen sm gue gak"


"Nggak"


Jleb...


"Yak! Bisa gak nggak usah jujur jujur banget jadi orang" Kesal Yejun


Sedangkan Yeseul hanya mengendlikan bahunya bodo amat


'Baru dengar gue ada orang nyuruh orang buat gak ngmng jujur, padahal bisanya kan kebalikannya, heran gue sm pemikiran si Jung Yejun oon ini' batin Yeseul


Lalu mereka bertiga atau lebih tepatnya Yejun dan Yena berdebat dengan Yeseul yg diam mendengarkan yg kadang-kadang ikut disangkut pautkan


Sedangkan 7 orang lainnya hanya diam dan menyaksikan perdebatan itu dg tenang dan sesekali terhanyut dlm pikirannya masing-masing


3 anak kecil yg dipisahkan dr mereka sekarang kembali dlm keadaan yg sudah mulai beranjak dewasa


Sepuluh tahun ternyata sudah membuat perubahan besar pd adik bungsu mereka, dia sekarang sudah tumbuh dewasa dg sikap yg jauh berbeda dengan yg sebelumnya mereka kenal