
Dua barang yg sama jika dirawat dg cara berbeda tentu akan membuat kedua barang itu terlihat berbeda pula
- Ye Seul
____________________________________________
"Dan sejak kapan saya menjadi keluarga kalian? Bukannya kalian sendiri yang bilang bahwa saya itu orang asing beberapa menit yg lalu, tuan" Ucap Yeseul masih dg posisi membelakangi mereka sehingga tdk ada yg melihat senyum miring yg terbit dibibir tipis gadis itu
Skakmat
Hening....
'Cih bener-bener buang-buang waktu doang' batin Yeseul lalu melangkahkan kakinya lagi sebelum sebuah kalimat berhasil membuatnya terdiam ditempat
"Bagaimana bisa sebuah barang yg berasal dari tempat yg sama memiliki kualitas begitu berbeda, lihatlah yg satu begitu indah dan bersinar sedangkan yg satunya sangat buruk dan gelap" Ucap Jungkook mendadak
'Kualitas begitu berbeda! Indah dan bersinar, sangat buruk dan gelap!?'
Yeseul mengepalkan tangannya sangat erat tp masih dg wajah datarnya
"Benar, Ye..na kita terlihat sangat anggun dan cantik sedang pembawa sial itu? Seperti berandalan yg tdk pernah diajari sopan santun dan sangat kasar" Timpal Jin
'Seperti berandalan yg tdk pernah diajari sopan santun dan sangat kasar?!!'
Kini tatapan mata Yeseul berubah menjadi sorot mata kecewa tp sorot mata itu langsung menghilang dan digantikan dg sorot mata dingin nan tajam
"Yg anda katakan benar, saya dan dia sangatlah berbeda. Kami boleh berasal dari tempat yg sama tapi haruskah kami memiliki sikap yg sama? Tidak, bukan? tidak ada peraturan seperti itu. Lantas kenapa kalau kami berbeda? Jika kami sama pun akan tetap diperlakukan berbeda, seperti waktu yg lalu"
"Dan lagipula apa kalian tidak tau...bahkan jika 2 barang yg berasal dari tempat yg berbeda tetapi dirawat dan diperlakukan dg cara yg sama maka benda itu juga akan memiliki sinar yg sama, sedangkan 2 barang dari tempat yg sama dan dg kualitas yg sama tapi dirawat dan dijaga dg cara yg berbeda tentu akan terlihat berbeda"
"Jadi saya sarankan jangan salahkan kualitas atau asal barang tersebut tapi salahkan orang yang merawat barang tersebut..."
"Yg membuat barang berkualitas itu menjadi hancur" Jelas panjang lebar Yeseul dg aura dingin yg begitu ketaran keluar dr tubuhnya yg seperti mati rasa
Yeseul mengerjakan matanya perlahan lalu sorot matanya kembali berubah menjadi datar penuh ketenangan, dia melepaskan genggamannya lalu nampak bercak darah ditangannya tapi Yeseul sama sekali tdk merasakan sakit sedikitpun krn rasa sakit dihatinya jauh lebih besar dari goresan kecil ditangannya itu
Yeseul kembali berjalan menjauh dr 9 orang yg masih terdiam membeku dibelakangnya
Saat Yeseul hendak meraih gagang pintu, pintu itu sudah terbuka terlebih dahulu dan terlihat seorang pria paru baya disana
Pria itu tersenyum lalu mendekati Yeseul dan dg satu tangan dia menarik Yeseul ke dlm pelukannya
"Princess, kamu benar-benar ada disini"
"Tentu, aku tdk akan mengingkari janjiku apalagi padamu.. Appa"
"Lalu tadi kamu mau pergi kemana hmm?" Tanya Dong Su melepas pelukan itu
"Kau mau pergi? Sebelum appa datang? Mau mengingkari perjanjian hmm? Mulai nakal kamu ya? Terus nanti kamu bilang kamu sudah kesini tapi appa tdk datang" Ucap Dong Su berusaha membaca pikiran Yeseul
Sedangkan Yeseul hanya menyengir melihat appanya itu lalu berkata "Ani, aku hanya ingin menunggu appa ditaman depan... Tapi setelah itu akan langsung pergi" Gumam Yeseul tp masih sampai ditelinga Dong Su
"Dasar anak nakal" Ucap Dong Su lalu menjewer telinga Yeseul
"Yak! A..appa" Ringis Yeseul kesakitan
Yah sedingin dinginnya Yeseul dia akan langsung luluh jika berhadapan dg appanya itu dan seketika akan langsung berubah dari seorang gadis dingin menjadi anak perempuan yg patuh dan sedikit manja
Melihat perubahan sikap Yeseul 9 orang yg tadinya membeku krn ucapan Yeseul sekarang menganga melihat sikapnya yg berubah total
Yejun yg pertama sadar langsung berjalan mendekati ayah dan anak itu
"Haha krn appa adlh appanya" Bangga Dong Su
"Aku kakaknya" Tukas Yejun
"Cuma beberapa menit, gak usah bangga" Ucap Yeseul
"Tapi intinya gue kan kakak lo" Bela Yejun
"Terserah" Cuek Yeseul
Lalu ahirnya 8 orang yg lain juga ikut tersadar dan mendekati mereka
"Appa Yena kangen" Ucap Yena langsung menghambur ke dalam pelukan appanya
Dong Su tersenyum tipis lalu melepaskan pelukan itu lalu menatap Yena dan anaknya yg lain "bagaimana keadaan kalian?"
"Baik" Jawab mereka serempak
"Appa tdk mau bertanya padaku" Ucap Yejun
"Kau tampak baik-baik saja"
"Appa kau menyebalkan" Ucap Yejun menyipitkan matanya yg dihadiahi gelak tawa dr semua orang minus si Min bersaudara yg sangat kompak dg ekspresi datarnya
Dan secara tdk sengaja manik mereka berdua bertemu dan saling menatap dg tatapan datar beberapa menit hingga seseorang mengganggu kegiatan mereka
"Hei hyung kenapa lo bengong mulu, kesambet entar loh" Ucap Jungkook menyenggol hyung keduanya itu yg hanya dibalas tatap datar dr sang empu
"Baiklah sekarang kembali ke kamar kalian ini sudah sore, jadi sekarang mandilah dan appa juga akan pernah beristirahat sebentar"
"Iya" Jawab mereka ber sembilan sedang Yeseul
"Appa, aku akan 'pulang' sebentar utk mengambil barangku di apartemen"
"Eoh? Kamu tidak membawa barang saat kesini" Bingung Dong Su
"Tdk, aku datang kesini juga krn diseret paksa oleh seseorang" Jawab Yeseul blak-blakan
Sedangkan Dong Su hanya mengangguk mengerti lalu berucap "baiklah tapi hati-hati oke ini sudah sore"
"Iya appa" Jawab Yeseul singkat lalu berjalan menjauh keluar dari sana
Bagaimana bisa sebuah barang yg berasal dari tempat yg sama memiliki kualitas begitu berbeda, lihatlah yg satu begitu indah dan bersinar sedangkan yg satunya sangat buruk dan gelap
Benar, Ye..na kita terlihat sangat anggun dan cantik sedang pembawa sial itu? Seperti berandalan yg tdk pernah diajari sopan santun dan sangat kasar
Kata-kata itu kembali berputar dikepala Yeseul dan membuatnya muak
'Terserah, i don't care'
'Buat apa gue perduli sm org kek mereka, buang-buang waktu'
Yeseul sangat kesal krn dia sangat tdk suka jika dibanding-bandingkan dan ingin rasanya dia menjadikan 2 tuan muda itu menjadi samsak tinjunya krn sudah berani-beraninya membuatnya kesal dan membanding-bandingkan nya seperti itu, padahal dia berubah juga krn mereka
'Benar-benar tdk tau diri' umpat Yeseul
Tiba-tiba langkah Yeseul dihentikan oleh sebuah cengkraman ditangannya