
Disebuah kamar terlihat seorang gadis kecil sedang meringkuk diatas ranjangnya, gadis itu terlihat memiliki beberapa luka memar ditubuhnya terutama di tangan kecilnya itu, sedangkan disudut bibir mungilnya terlihat darah yg sudah hampir mengering ditambah dg mata sembapnya itu, benar benar terlihat sangat menyediakan. Tiba-tiba pintu kamar tersebut terbuka dan terlihatlah seorang anak laki-laki kecil yg seumuran dg gadis kecil itu masuk dg membawa sebuah kotak obat dg tangan kecilnya
"Hey apa kamu menangis lagi?" Tanya si bocah laki-laki
"Nggak kok" Elak si gadis kecil
"Bodoh, kamu itu tidak pandai berbohong" Ucapnya lalu menyentil kening gadis itu perlahan
"Yak! Apa kamu ingin membuatku semakin kesakitan"
"Aku hanya menyentilmu sedikit, jangan manja"
"Kau ini menyebalkan Jun" Kesal gadis kecil itu
"Ya ya ya aku ini mengesalkan dan kau ini bodoh"
"Berhenti mengataiku bodoh, aku ini pintar tau"
"Yah tentu saja tidak ada yg bisa lebih pintar dari kau Seul"
"Jun, kau terdengar tidak ikhlas mengatakan itu"
"Sudah lah berhenti bicara dan kemarikan tanganmu biar aku obati" Ucap bocah yg dipanggil Jun itu kepada Seul si gadis kecil itu
"Biarkan saja, nanti juga sembuh sendiri"
"Mau aku yg obati atau tunggu Dong Su appa sendiri yg akan mengobatimu" Ancamnya
"Ok kau saja yg obati"
"Tahan mungkin ini akan sedikit sakit" Ucap Jun sambil mengobati luka disudut bibir Seul lalu mengoleskan salep pd luka memar ditangan kecilnya juga
'Haiss hyung sangat jahat, kenapa dia melakukan ini' batin Jun kesal
/Beberapa menit yg lalu/
"Yak anak sialan, ngapain lo hah tadi dikamar gue!" Bentak seorang anak laki-laki kpd seorang gadis kecil yg sekarang sedang menunduk ketakutan
"A-aku hanya..."
Plak... Tampa mendengarkan kata-katanya anak laki-laki itu langsung menamparnya dg keras
"Lo pasti mau mencuri kan!? Iya kan!? Apa nggak cukup lo jadi pembunuh sekarang lo juga mau jadi pencuri hah!?" Tudingnya kpd gadis kecil tersebut
"Hikss.. Tidak oppa hiks.. Aku hanya..."
"Siapa yg lo panggil oppa hah? Inget ya gue itu gak punya adek kyk lo" Lalu setelah itu ia pun memukuli gadis tersebut menggunakan tongkat yg entah dia dapat dari mana:v
"Hiks.. hiks.. Sakit oppa hiks.. hiks" Ucap gadis itu yg hanya bisa menerima perlakuan kakaknya tampa perlawanan
"Hyung.. hyung apa yg kau lakukan kami sudah menunggumu dari tadi" Datang seorang anak laki-laki yg lebih muda
"Ah benar, hyung lupa krn mengurusi anak sialan ini"
"Haiss hyung untuk apa mengurusi anak tidak berguna ini, mending hyung cepetan balik ke taman belakang"
"Yah hyung juga maunya begitu tp Yena bilang anak sialan ini masuk kekamar hyung jadi hyung beresin dulu nih bocah, lah kamu? Kenapa kesini?"
"Tadi aku lupa membawa jus untuk Yoongi hyung, kau kan tau hyung kalau Yoongi hyung nggak boleh minum minuman yg macem-macem sedang yg disana tadi cuma ada minuman kaleng"
"Yak Hoseok lain kali jangan sampai lupa lagi, nanti kalau Yoongi meminum itu aku yg akan kena masalah" Ucapanya pada sang adik 'Hoseok'
"Iya hyung aku akan pergi ambilkan minuman utknya sekarang dan Jin hyung kau juga cepat ke taman belakang biar bisa cepet mulai acaranya" Ucap Hoseok sambil berlari ke dapur dan meninggalkan hyung dan seorang gadis kecil yg sedang menangis disana
"Cih lo emang pembawa sial, liat bahkan krn lo sekarang gue hampir kelupaan untung ada Hoseok yg ngingetin" Kesal Jin lalu membanting tongkat yg tadi ia gunakan utk memukuli gadis kecil itu
Setelah itu Jin pun pergi ke taman belakang utk melanjutkan kegiatannya yg tertunda gara-gara harus 'mengurus' gadis kecil itu namun sebelum pergi ia masih menyempatkan diri utk menendang tubuh kecil gadis itu yg masih berada dilantai sedaritadi
"Cih bener bener bawa sial doang kerjaannya" Umpat Jin sebelum ia benar-benar pergi, sedangkan gadis itu masih terisak menahan sakit diseluruh tubuh dan juga dihatinya
'Wae? Wae? Wae? Hikss.. Kenapa oppa sangat membenciku hiks.. Dan kenapa oppa selalu bilang aku pembunuh.. hiks.. hiks...aku bukan pembunuh, BUKAN tolong berhenti memanggilku pembunuh!' batin gadis kecil itu berteriak, terasa begitu menyakitkan, begitu memilukan, ini terlalu kejam utk anak yg usianya bahkan belum genap 8th
Sekitar 8 tahun yg terjadi sebuah kejadian yg mengubah semua tatanan dari keluarga ini, tahun itu Hee Young harus meninggal setelah ia melahirkan anak terakhirnya, saat itu kondisinya sedang kritis beberapa saat sebelumnya ia sempat mengalami kecelakaan yg bisa merenggut nyawanya saat itu juga namun ia masih bisa bertahan krn saat itu ia tengah mengandung anak bungsunya, dia harus bertahan setidaknya sampai anak dlm kandungannya itu lahir dan benar saja setelah melahirkan Hee Young pergi meninggalkan anak bungsunya utk selama-lamanya, kejadian itu adlh pukulan besar bagi seluruh anggota keluarga terutama utk anak-anaknya yg masih terbilang terlalu muda utk kehilangan orang tuanya
Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan dan setiap perpisahan pasti akan ada pertemuan kembali
Dan benar setelah kepergian Hee Young datanglah 3 anggota baru dlm keluarga tersebut. Jung Yejun, Park Yena dan Min Yeseul
Jung Yejun bayi laki-laki tampan dg tatapan mata yg tajam namun juga menenangkan.
Park Yena bayi perempuan yg terlihat menggemaskan dg wajahnya yg masih bulat.
Dan Min Yeseul bayi perempuan mungil bermata indah dg bulu mata lentik dan kulitnya yg putih bersih seperti eommanya
Mereka bertiga adlh anggota baru keluarga ini, kehadiran mereka seperti pelipur lara bagi seluruh keluarga setelah kepergian Hee Young. Namun salah satu dr mereka bertiga sepertinya mendapat pandangan lain dr kakak-kakaknya yg lain, dia dianggap sebagai penyebab utama kepergian Hee Young siapa lagi kalau bukan Min Yeseul krn dia adlh anak terakhir Hee Young, bahkan bayi Yeseul yg pulang beberapa hari setelah menerima perawatan dirumah sakit krn fisiknya yg terlahir sangat lemah (bahkan lebih lemah dr Yoongi) tidak mendapat sambutan sedikitpun dr kakak-kakaknya
Awalnya Yeseul hanya diasingkan oleh mereka seperti saat mereka bermain dg Yejun maupun Yena, Yeseul sama sekali tidak akan diajak atau saat Yeseul datang mereka akan pergi bahkan mereka juga pernah melarang Yejun dan Yena bermain dg Yeseul namun sejak kematian Dong han mereka mulai bermain kasar kpd Yeseul entah itu memakai ataupun memukul, itu sudah menjadi makanan sehari-hari Yeseul sedari kecil
Benar, sejak kematian Dong han Seokjin dan ke6 adiknya semakin membenci Yeseul krn bagi mereka Yeseul lah penyebab kematian Dong han krn memang Dong han meninggal saat berusaha melindungi Yeseul dr sebuah kecelakaan sedangkan Dong su tdk bisa berbuat banyak krn seberapapun dia berusaha memberi pengertian kpd Seokjin dkk itu tdk akan berhasil krn hati mereka sudah dipenuhi dg api kemarahan dan kebencian yg entah bisa padam atau tidak. Dong su saat ini cuma bisa melindungi Yeseul dr kekejaman kakak-kakaknya dan ia sangat sangat bersyukur krn kehadiran Yejun yg selalu bersama Yeseul utk menghibur dan menemani Yeseul disana ia bersedih. Bagi Dong su, Yejun adlh anak yg memang sengaja dikirim oleh Hee Young dan Dong han utk membantunya menjaga, melindungi dan menghibur Yeseul