
Pagi ini dimulai seperti bisanya begitupun dg seorang Kim Seokjin yg seperti bisanya selalu pergi ke meja makan paling cepat dari adik²nya yg lain
"Hiass kemana mereka kenapa belum turun utk sarapan" Kesalnya krn sudah hampir 15 menit dia duduk sendirian dimeja makan
"Pagi hyung" Sapa 3 maknae dari 7 pangeran bersaudara (Bangtan)
"Ahirnya turun juga kalian"
"Hehe mian hyung" Ucap Jimin tanpa rasa bersalah
"Selamat pagi" Sapa seseorang dg senyum cerahnya
"Pagi" Susul 2 orang berwajah datar dibelakangnya
"Pagi juga, duduklah" Titah Jin
"Siap hyung" Jawab yg lain minus Yoongi dan Namjoon yg langsung duduk
"Selamat pagi oppa" Muncul seorang gadis kecil dg senyum manisnya
"Pagi Yena" Jawab mereka
"Ayo duduk sebentar lagi kita akan sarapan" Titah Jin lagi dg senyum
"Iya oppa" Jawabannya langsung duduk
"Astaga dimana Yejun kenapa bocah ini sangat lama" Kesal Jin
"Sabar hyung, sebentar lagi juga dia turun. Ini masih pagi berhentilah marah marah terus" Jawab Jungkook
"Yak apa kau bilang!"
"Aku bilang Jin hyung sangat tampan" Ucapnya sambil memincingkan matanya
"Hyung memang tampan lalu apa"
"Terserah hyung saja lah"
'Aku malas ribut pagi pagi, aku harus menghemat energiku sampai sarapan selesai nanti' lanjut Jungkook dlm hatinya
"Selamat pagi tuan dan nona muda, ini sarapannya sudah siap" Ucap seorang wanita paru baya yg merupakan salah satu pelayan dirumah ini
"Ah ne, ahjumma apa kau menyiapkannya sendiri an?" Tanya Jin
"Iya tuan muda, apa ada masalah?" Jawab wanita itu
"Tidak, lalu kemana si anak sialan itu? Kenapa dia tidak membantu anda"
"Ah saya tidak tau, biasanya nona Yeseul memang membantu tapi hari ini saya bahkan belum melihatnya sama sakali"
"Emm baiklah ahjumma, terimakasih" Ucap Jin lalu wanita itu langsung pergi
"Cih si anak sialan itu mau mulai bermalas-malasan hah" Kesal Jin
"Memang dia pikir dia siapa, mau berlagak jadi pemilik rumah ini" Timpal Taehyung
"Sepertinya si anak sialan ini mulai berani" Lanjut Jungkook
"Sepertinya dia harus diberi pelajaran hyung biar tahu diri" Jimin ikut berkomentar
"Hmm jangan sampai dia jadi lupa diri, masih diterima disini saja dia sudah untung" Namjoon akhirnya ikut berbicara
"Ck sepertinya krn akhir akhir ini kita diamin dia jadi seperti ini, benar benar dia ini selalu membuat orang emosi" Hoseok berdecak kesal
Nggak diberi pelajaran bapak kau, kemaren aja abis dipukulin sm kakak lu, lu juga liat kan/author numpang lewat
"Kalau begitu tinggal ingatkan saja dia bahwa dia disini itu cuma menumpang" Kalian pendek Yoongi yg sudah bisa mewakili semua kekesalannya
"Pagi pagi bikin masalah aja nih bocah pembawa sial, biar gue kasih pelajaran dia" Ucap Jin meledak-ledak sambil berjalan menuju kamar Yeseul
Brak.. Brak.. Brak
Sesampainya Jin langsung menggedor-gedor pintu kamar Yeseul
"WOI LU BUDEK YA! KELUAR GUE BILANG ATAU LO MAU GUE SERET KELUAR HAH" Teriaknya lagi tp ttp hening
"WOI ANAK PEMBAWA SIAL LO UDAH BUDEK BENERAN YA ATAU LU UDAH MATI HAH"
Hening
"Sialan ini bocah" Umpatnya lalu membuka paksa pintu itu yg memang tdk dikunci namun seperti ada yg menghalangi pintu itu sehingga sedikit sulit membukanya
"YAK BOCAH SIALAN BANGUN GAK lo..." Jin bingung saat mendapati bahwa tempat tidur gadis itu sudah kosong lalu dia menengok kearah belakang pintu dan..
"Ye-Yeseul.." Guman Jin saat melihat Yeseul terbaring dilantai dingin itu dg wajah pucat. Secara reflek Jin menghampiri tubuh mungil itu dan hendak menggendong Yeseul tapi tiba-tiba
"*Eomma hikss... EOMMA"
"Eomma bangun hiks... Jangan pergi hiks"
"Hiks.. Hyung eomma hyung bangunkan eomma hyung hiks.. Eomma"
"Eomma jahat hiks.. Jangan tinggalin kami hiks.. hiks"
"Eomma... Eomma.. Eomma hiks eommaaaa!"
"Eomma kembalikan eommaku kembalikan hiks... Kembalikan eomma hiks hiks"
"Eomma*..."
Tiba-tiba suara tangis anak kecil terngiang dikepala Seokjin dan seketika tatapan khawatir tadi langsung pupus digantikan dg tatapan benci yg bisa ia tunjukkan
'Mati saja kau sana, kau memang pantas mati malah seharusnya dari dulu kau mati dan akan lebih baik kalau dari dulu lo nggak pernah ada' batin Jin menatap benci gadis yg terkapar lemah didepannya
Jin sudah muak dg wajah itu dan ia memutuskan utk langsung pergi tp langkahnya terhenti saat tiba-tiba Yeseul mengumumkan sesuatu secara tdk sadar
"Eomma mianhae... Jangan pergi... Seul rindu" Lirih gadis itu. Jin terdiam sebentar namun setelah itu ia kembali berjalan dan mengabaikan gadis itu
Sesampainya dimeja makan Jin langsung duduk diam dg wajah datar sedangkan yg lain menatapnya bingung krn tdk biasanya dia begitu
"Bagaimana hyung? Sedangkan apa bocah sialan itu" Tanya Taehyung perasaan
"Luapkan, nggak usah dibahas" Jawab Jin datar
"Shuttt Jin hyung kenapa? Tumben diem" Bisik Jimin
"Mana ku tau, bisanya dia banyak bicara dan saat kesalpun dia pasti marah marah tp kok ini malah diem" Bisik Jungkook
"Ini aneh, hyung kenapa ya? Apa gara-gara bocah sialan itu" Bisik Taehyung
"Sudah lah Jin hyung sedang dlm mood yg buruk kalian diamlah" Jawab Hoseok memperingatkan adik-adiknya
Suasana menjadi hening tdk ada yang memulai pembicaraan
"Emm Yejun kemana sih Yena sudah laper nih" Yena berusaha memecahkan keheningan
"Biarkan saja, tunggu sebentar lagi" Jawab Jin singkat
'Wah lihat Jin hyung bahkan tdk marah marah seperti biasanya' batin mereka bersamaan
Beberapa menit kemudian
"Selamat pagi semua" Yejun datang dg cengirannya
"Dari mana kau, lama sekali" Kali ini Namjoon yg bersuara
"Hehe mian hyung tadi aku mandi terlalu lama" Jawab Yejun singkat
"Makanya kalo bangun jangan siang siang biar kalo mau mandi 1 jampun nggak lama turunnya" Kesal Yena
"Iya" Singkat Yejun
"Kalian sudah berkumpul? Boleh bergabung" Tanya seseorang yg tiba-tiba muncul dari pintu masuk