
Kamar Yeseul
"Yak Yeseul dr mana km"
"Cuma ambil minum doang sebentar"
"Punyaku mana" Mengacungkan tangan
"Ambil sendiri wlee"
"Gak, males mending minum yg udah disini aja" Yejun mengambil dan meminum jus yg dibawa Yeseul
"Yak Jung Yejun!"
"Apa? Berisik banget sih, nih aku kembaliin"
"Kalo ngembaliin itu masih utuh lah ini tinggal separuh" Ucap Yeseul menatap jusnya yg tinggal setengah
"Biarin, salah siapa cuma bawa 1 gelas"
"Tadi kan km gak minta diambilin sekalian Jung Yejun yg baik hati dan tdk sombong, yg tampan rupawan (TAPI BOONG)" Ucap Yeseul geram
"Makasih" Balas Yejun dg tampang tanpa dosa dan Yeseul hanya memutar matanya sebal
"Udah sana balik ke kamar km" Usir Yeseul
"Yee td kan km yg ngajak kesini lah sekarang malah ngusir"
"Biarin, sekarang keluar" Yeseul mendorong Yejun keluar seperti kemarin
"Yak Yeseul"
"Keluar dg damai atau mau aku tendang"
"Haiss untung sayang"
'Hobi banget ngmng hal ambigu ya ini bocah' batin Yeseul
"Terserah" Dan akhirnya Yejun kembali diusir keluar dr kamar itu dan sedetik kemudian ekspresi wajah Yeseul langsung berubah, datar
Yeseul berjalan menuju ranjangnya dan merebahkan tubuhnya disana lalu bergumam "hari yg menyenangkan seperti biasa"
Yeseul merubah posisi tidurnya mengadap jendela, ia menatap keluar jendela dg tatapan kosong
"Kapan ini berakhir, aku bosan" Ucapnya datar lalu ia bangun dan mengambil sebuah buku yg ia letakan di bawah tempat tidurnya
Aku ini apa?
Aku bukan matahari yg bisa menerangi dan memberi kehangatan kpd semua orang
Aku bukan awan yg bisa melindungi orang dr panasnya sang mentari dan menurunkan hujan utk memberi kesejukan
Aku bukan tanah yg memberi kehidupan pd semua orang
Aku bukan angin yg memberi kedamaian
Aku bukan pohon yg memberi kesan kesegaran
Aku juga bukan pelangi yg kehadirannya diharapkan
Aku? Lalu aku apa?
Kehadiranku seperti kegelapan
Kehadiranku selalu membuat orang disekitarku terluka
Kehadiranku membuat orang pergi
Kehadiranku menimbulkan rasa benci
Kehadiranku dianggap mengganggu
Kehadiranku menghadirkan kesesakan
Dan kehadiranku sama sekali tak pernah diharapkan
Aku adalah orang yg sama sekali tak pernah diharapkan kelahirannya
Lalu apa tujuan dilahirkannya aku?
Utk membuat orang bersedih?
Sungguh kalau seperti itu aku lebih memilih untuk...
TAK PERNAH DILAHIRKAN SAMA SEKALI
Bugk...
Yeseul menutup buku itu setelah ia selesai menulis
Masih dg tatapan yg sama Yeseul merebahkan lagi tubuhnya lalu memeluk buku hariannya itu, Yeseul menutup matanya dan terlihat sebuah kristal bening menetes dr sudut matanya yg terpejam itu
'Kehadiranku tak diharapkan eomma, appa tak pernah diharapkan'
\*\*\*
"Seul... Apa kau tidur?"
Hening
"Yeseul kau dengar aku?"
Hening lagi
"Yak Min Yeseul! Jawab eoh"
Hening lagi dan lagi
"Seul kau tdk apa ap..a" Yejun menerobos masuk dan tdk melihat apapun disana
"Dimana si bodoh ini" Lalu Yejun langsung turun ke lantai dasar
Ruang makan
"Appa Yeseul tidak ad.." Ucap Yejun terpotong
"Apanya yg tdk ada?" Ucap seseorang dibelakang Yejun dg membawa tampan
"Seul? Aiss ku kira kau hilang kemana"
"Kau pikir aku bisa hilang kemana dirumahku sendiri"
"Cih menyebalkan, aku tadi ingin mengajakmu turun utk makan malam tp kau tak ada"
"Kau itu lambat jadi aku sudah turun duluan" Ucap Yeselu lalu berjalan meninggalkan Yejun yg kesal
"Seul duduklah dan makan, kau akan baru pulang dr rumah sakit sayang" Ucap Dong Su
"Biarkan saja drpd dirumah cuma bisanya menyusahkan" Gumam Jin
"Kim Seokjin"
"Yg kukatakan faktanya appa, dia kan biang dr semua kesialan keluarga kita"
"Benar, memang apa yg bisa ia lakukan selain membuat masalah" Tambah Taehyung
"Membuat keributan" Timpal Hoseok
"Membawa kesialan" Imbuh Jungkook
"Membunuh or... "
"Kalian sudah hentikan!" Dong Su memotong ucapan Jimin
"Oppa sudahlah jangan terus-terusan menyalahkan Yeseul" Lerai Yena
"Memenang salahnya, semua salah krnnya" Namjoon berucap
"Kalian ini apa apaan, dia itu adik kalian!"
"Tentu saja bukan/bukan" Jawab mereka bertujuh
"Ka.."
"Appa ini waktunya makan jadi jangan berdebat" Yeseul tersenyum lembut (senyum memenangkan)
Setelah selesai membantu ahjumma menyiapkan makanan, Yeseul pergi dari sana
"Seul! Mau kemana kau? Tdk mau makan eoh?" Tanya Yejun
"Ah aku belum lapar, makanlah dulu aku nanti saja"
"Ck masih sadar diri rupanya" Sindir Jin
"Kalau begitu aku juga nan.."
"Jun kau makanlah, kalau tdk akan kupukul kau" Sela Yeseul
"Kau menyebalkan"
"Ye.."
Yeseul tersenyum dan menatap ayahnya itu seolah berkata "gwenchana"
"Baiklah selamat makan semua" Ucap Yeseul tersenyum manis (formalitas) lalu pergi
_Taman_
Yeseul duduk sendirian disana hanya ditemani sinar dr sang rembulan, ia senang duduk disana ditaman yg ibunya buat
Yeseul menyenderkan tubuhnya pd bangku kayu itu dan mendongkkan kepalanya keatas "eomma taman yg kau buat benar-benar bisa membuatku merasa nyaman"
"Eomma apa sekarang kau melihatku? Atau ada disebelahku?"
"Eomma tau, aku merasa sangat nyaman disini krn saat aku duduk disini aku seperti merasakan kehadiran eomma"
"Dulu appa bilang kalau ini adlh tempat favorit eomma, eomma suka tanaman kan? Aku juga, sepertinya kesukaan eomma menurun kepadaku"
"Eomma... aku merindukanmu... Aku harap eomma tau" Yeseul memejamkan matanya dan menikmati angin malam yg menerpa tubuh mungilnya itu