
pagi harinya ruang makan
"selamat pagi jagoan jagoan appa" sapa Dong-su kepada 5 orang anak kecil dimeja makan
"pagi appa" sapa mereka dg senyuman
"selamat pagi" sapa Dong-han dan Hee Young yg baru datang
"kenapa kalian cuma berlima? dimana Yoongi dan Jungkook?" tanya Hee Young menyadari ketidak hadiran kedua putranya
"Yoongi sepertinya masih diruang olahraga, kalo Jungkook tadi masih bermain dikamar" jelas Jin
"kenapa tidak kamu ajak kesini" tanyanya lagi
"Yoongi bilang dia mau berlatih sebentar lagi, dia itu keras kepala dan kalo Jungkook, dia bilang akan segera menyusul" jelas Jin lagi
"astaga dia bisa kelelahan jika terus begini biar eomma susul dia dan kalian segera panggil Jungkook jika dia tidak segar datang" saat Hee Young hendak berdiri dia dihentikan oleh sang suami
"kau juga tidak boleh kelelahan, biar aku saja yg memanggilnya kau disini saja" cegat Dong-han
"baiklah"
Disebuah ruang yg dipenuhin alat-alat kebugaran terdapat seorang anak kecil sedang berlatih disana sejak pagi dg nafas naik turun dia berusaha dg tekad yg kuat supaya bisa menjadi lebih kuat lagi
"Yoongi kau disini, nak" panggil Dong-han kepada putra keduanya itu
"hah hah appa, mianhae aku terlalu asik jadi tidak memperhatikan kalo appa disini" ucapnya mengatur nafas
"hey sudahlah jangan memaksa diri, nanti kalau kamu jatuh sakit bagaimana" mengelus puncak kepala anak tersebut
"aku ingin menjadi kuat appa supaya aku bisa menjaga Min kecil nanti"
"tapi jika kamu memaksakan diri lalu jatuh sakit bagaimana? apakah kamu bisa menjaga dalam keadaan itu? jika kamu ingin menjaga adikmu itu kamu harus tetap sehat, jadi jangan memaksakan diri berlatih lah pelan-pelan saja" bujuk Dong-han
"ah benar, mianhae appa"
"baiklah ayo sekarang kita sarapan"
"ne" jawab Yoongi tersenyuman
Waktu sudah menunjukkan pukul 12.45 namun cuaca yg mendung membuat matahari yg seharusnya bersinar terang menjadi hilang entah kemana. Semua orang sibuk dg kegiatannya masing-masing kecuali Hee Young dan Yoongi, ke-enam anaknya yg lain sedang bermain bersama dg ditemani beberapa pembantu, Yoongi sedang berbaring disofa disebelah Hee Young yg sedang memperhatikan semua gerak-gerik anaknya sedangkan Dong-han dan Dong-su sedang pergi ke kantor untuk mengurus beberapa hal, yah seperti biasa
"hah" desah Hee Young kebosanan.
'hidupku ini sangat membosankan, apa aku pergi keluar sebentar ya, yah sekedar untuk menghirup udara segar' batin Hee Young
"Yoongi sayang, eomma pergi keluar sebentar ya untuk menghirup udara segar"
"eh baiklah, aku temani ya eomma"
"tidak usah kamu disini saja dan ikut bermainlah dg sodaramu yg lain, eomma juga tidak jauh cuma ditaman depan saja"
"tapi eomma...."
"sudahlah jangan memperlakukan eomma seperti anak kecil, eommamu ini bisa menjaga diri sendiri dan juga calon adik kecilmu ini"
"hah baiklah eomma" ahirnya Yoongi mengalah
"anak baik" mengelus puncak kepala Yoongi kecil lalu setelah itu pergi menuju taman yg ada dirumah bagian depannya
Ditaman itu terdapat banyak sekali tanaman, dari bunga, pohon hias, dan beberapa pohon yg cukup besar menambah kesan kesejukan disana namun tidak sesejuk biasanya krn sekarang banyak awan mendung yg berada dilangit dan menutupi sinar dari sang mentari
"hah kenapa hari ini sangat mendung, kasihan tanamanku tidak mendapatkan sinar matahari yg cukup" kata Hee Young memandangi tumbuhannya itu
Iya hampir semua tanaman yg ada disana adlh tanaman yg ditanam sendiri oleh Hee Young, Hee Young sangat suka berkebun dan menanam bunga seperti itu sejak masih kecil krn baginya melihat tanaman yg indah adlh sebuah kesenangan dan kesejukan tersendiri dihatinya
'drett...drett...drett' benda pipih disakunya itu bergetar menandakan ada sebuah panggilan masuk
"halo"
"Hee Young tolong..." teriak sang penelepon itu terngiang-ngiang dikepala Hee Young