
Lupakan yg lalu dan mulai yg baru
Masa lalu adlh pelajaran dimana kesalahan takkan pernah ku ulang
- Ye Seul
____________________________________________
"Ye.. hiks.. Seul"
"Pa...yah jangan... menang...is"
"Kau tdk apa-apa"
"Tdk, hanya tengkorakku yg pecah... Selebihnya tdk apa-apa"
"Bodoh..."
Yeseul hanya terkekeh lemah, lalu ia menatap ke tujuh kakaknya yg berada di lantai atas dg tatapannya datar
"Ini yg ka..lian harapan bukan? Kalian ingin aku mati, aku tersiksa"
"Tp sayang..nya tdk se...mudah itu, jadi ma..af aku harus me..ngecewakan kalian"
"Tp te..nang sa..ja mulai se..karang aku tidak akan meng...ganggu kalian lagi"
"Kalian berharap aku tdk per..nah hadir di hidup kalian bukan? Jadi baik..lah aku akan hi...dup se..bagai org asing bagi kalian"
"Jadi jangan hirau..kan saja aku... seperti bia..sanya" Ucap Yeseul tersenyum tulus lalu pandangannya mulai menghitam
'*Itu adlh senyuman tulusku yg pertama dan terakhir utk kalian, anggap saja ini hadiah perpisahanku'
'Setelah ini aku hanya akan fokus pd janjiku saja*'
"Jun..aku mengantuk.. Jadi jangan ganggu aku dulu" Ucap Yeseul lalu memejamkan matanya rapat, dia sudah kehilangan kesadarannya sepenuhnya
"Seul?! Yeseul?! Tidak! Jangan tidur, bangunlah! Yeseul!" Yejun mengguncang tubuh mungil Yeseul
Yejun menatap hyungdeulnya dg tatapan mata tajam lalu berteriak "APA KALIAN SUDAH PUAS HAH?!! SUDAH PUAS KALIAN MENYAKITI SEUL!! ATAU INI JUGA MASIH KURANG HAH?! SETELAH INI APA YANG AKAN KALIAN LAKUKAN LAGI!!"
"TDK CUKUPKAN SELAMA BERTAHUN-TAHUN INI KALIAN MENGACUHKANNYA, TDK CUKUPKAN SELAMA BERTAHUN-TAHUN INI KALIAN TERUS SAJA MENYIKSANYA, TDK CUKUPKAN KEMARIN KALIAN HAMPIR MERENGGUT NYAWANYA, DAN KRN KEMARIN KALIAN GAGAL JADI SEKARANG KALIAN MENGULANGINYA LAGI?!"
"APA KALIAN AKAN TERUS BEGINI SAMAPAI DIA MATI!, JIKA KALI INI KALIAN GAGAL KALIAN AKAN MENGULANGINYA LAGI!!"
"HYUNG KALIAN KETERLALUAN!! APA KALIAN TAU, AKU! AKU YG MENDORONG YENA SAMPAI DIA JATUH! DAN APA KALIAN TAU, DIA! DIA YG KALIAN TUDUH, DIA YG KALIAN HINA, DIA YG KALIAN BUAT SEPERTI INI, DIA! DIA YG MENOLONG YENA!!! APA KALIAN TAU!!"
"TENTU SAJA KALIAN TDK TAU, KRN KALIAN ITU GILA, KALIAN GILA KRN AMARAH KONYOL KALIAN!! KALIAN TDK PERNAH MENDENGAR ATAUPUN MELIHAT SEMUA HAL SEUTUHNYA, KALIAN HANYA MELIHAT SEPARUHNYA DAN LANGSUNG MENYIMPULKAN SESUKA HATI KALIAN!!"
"KALIAN TDK PERNAH MENDENGAR ATAUPUN MELIHAT HAL SEUTUHNYA TP KALIAN HANYA MELIHAT DAN MENDENGAR APA YG KALIAN INGINKAN, KALIAN SELALU MENJADIKAN HAL BODOH YG TDK MASUK AKAN MENJADI SEBUAH FAKTA YG MENYESATKAN"
"HYUNG!! JIKA KALI INI YESEUL KENAPA-NAPA, AKU.. TDK AKAN PERNAH MEMAAFKAN KALIAN!!!" Yejun meledak, semua yg ada dipikirannya sekarang hanya kata-kata yg bisa mengungkapkan betapa bodohnya hyungnya itu
Dan tanpa mereka sadari, ada seorang pria parubaya yg datang tepat saat putra bungsunya itu berteriak-teriak seperti org kerasukan, dia terdiam disana
Tubuh pria itu terasa beku saat melihat seorang gadis kecil bersimbah darah di sekujur tubuhnya. Dia baru tersadar saat putra bungsunya berteriak memanggil namanya
"APPA!! DONG SU APPA"
Dong Su, pria itu langsung berlari kearah kedua putra dan putri bungsunya dg cepat. Ia sudah bisa menyimpulkan apa yg terjadi disaat ia pergi
Ia menatap tajam 8 org yg ada di lantai atas yg sedaritadi hanya diam membisu
"Appa kecewa pd kalian, appa kira kalian akan segera sadar tp nyatanya?"
"Appa kira appa sudah mengenal kalian tp seperti tdk, akan appa ingat kejadian ini baik-baik" Dong Su mengambil alih tubuh mungil Yeseul dan membawanya pergi tp ia berhenti sesaat, tanpa menoleh dia berkata
"Sekretaris Oh tulis surat pd kantor cabang yg ada di Denmark bahwa saya akan kesana sekarang, dan suruh asisten Lee utk menyiapkannya semua kebutuhan saya sekarang dan juga suruh dokter Jae utk pergi bersama saya" Dong Su menelfon sekretarisnya
"Baik, akan segera saya siapkan semuanya" Jawab sekertaris Oh lalu Dong Su langsung menutup telfonnya
"Appa? Appa akan membawa Yeseul kemana? Apa aku boleh ikut"
"Denmark, appa akan membawa Yeseul ke Denmark jauh dr neraka yg selalu menyiksanya" Ucap Dong Su menyindir beberapa orang yg masih terdiam mendengar perkataan Dong Su
"Aku?"
"Kau juga boleh ikut, ayo" Ajak Dong Su
"Appa! Appa akan pergi kemana?" Ucap Jimin yg sudah sadar dr keterbekuannya
"Bukan urusanmu" Dingin Dong Su
'Sepertinya appa benar-benar marah saat ini' batin Jimin dan yg lainnya
"Appa akan kembali bukan?" Sekarang Jungkook juga ikut tersadar dr penyakit bisunya
"Kita lihat saja nanti"
"Appa...mianhae" Ucap Namjoon berusaha menenangkan appanya dan berharap appanya tdk akan marah lagi
"Appa tdk butuh permintaan maaf kalian" Ucap Dong Su menohok hati mereka bertujuh
"Ap.."
"Jun, ayo pergi semuanya sudah siap" Ucap Dong Su mengabaikan anaknya yg lain yg juga ingin berbicara
Yejun yg mendengar itu langsung mengikuti langkah appanya yg terlihat tegas tanpa keraguan sedikitpun
Setelah kepergian mereka bertiga, delapan anak yg sedaritadi membeku mulai membuka suara lagi
"Appa benar-benar marah kali ini"
"Ini pertama kalinya appa berbicara sedingin itu pd kita"
"Benar, bahkan Yejun juga terlihat sangat marah"
"Dan menakutkan"
"Dia sampai berani membentak kita seperti itu dan mengatai kita juga"
Hening sesaat
Tdk ada yg ingin berbicara sedikitpun, mereka sedang sibuk dg pikirannya masing-masing
"Semua ini krn anak sialan itu, jika bukan krn dia ini tdk akan terjadi"
"Lihatlah dia benar-benar membuat keluarga kita hancur karenanya"
"Benar-benar biang onar"
Sepertinya pemikiran bodoh mereka belum juga hilang, mereka masih kekeh dg fakta yg mereka buat sendiri
Mereka lelah dan akhirnya pergi ke kamarnya masing-masing utk mengistirahatkan tubuh dan pikiran mereka
Tidur aja sono, siapa tau sehabis tidur lo semua dpt pencerahan /author numpang lewat
***