My Brother Hate Me (BTS)

My Brother Hate Me (BTS)
21



Yeseul sekarang sedang berdiri dipinggir jalan setelah berbelanja dr supermarket didekat sana, dan krn tempatnya yg memang cukup dekat Yeseul memutuskan utk berjalan kaki saja


Sekarang dia sedang menunggu lampu lalulintas disana berubah supaya dia bisa menyebrangi jalan tp saat dia akan berjalan sebuah mobil berwarna putih mengkilat berhenti didepannya


Yeseul sepertinya tau siapa manusia didalam sana dan memilih mengabaikannya lalu berjalan melewati mobil itu begitu saja tanpa menoleh sedikitpun


Tp sial seribu sial saat dia ingin cepat-cepat sampai di apartemen ada kerumunan org berkumpul dijalan itu sampai ahirnya Yeseul lebih memilih memutar drpd berdesak-desakan dg orang-orang itu


Dan sialnya lagi jalannya kembali dihalangi oleh lampu lalulintas dg tak kunjung berubah


'Apa-apaan ini cih, bener-bener sial'


Dan saat dia akan berjalan ada sebuah kesialan lagi yg menghentikan langkanya, lagi!


Yeseul kesal ingin rasanya dia mengumpat org yg dg beraninya menahan langkahnya itu


"Ikut!" Sebuah nada perintah keluar dr mulut org yg sedang mencengangkan keras tangan Yeseul


Yeseul tdk bergeming, dg pandangan yg terus menatap lurus Yeseul menghempas tangan org itu


"Gue bilang ikut!!" Titah orang itu dg nada teriakan yg ditahan dan mencengkram tangan Yeseul lagi


Yeseul menoleh dan menatap datar orang itu dan menghentakkan tangan sampai terlepas dan kembali menatap lurus seolah tdk terjadi apa-apa


Orang itu kesal bukan main, jika tdk sedang ditempat umum mungkin dia sudah memukuli gadis didepannya itu


Dan akhirnya orang itu menyeret Yeseul secara paksa tp yg diseret tdk mau bergerak seinci pun


"Apa" Tanya Yeseul datar


"Apa lo bilang!! Udah gue bilang hari ini lo pulang ke rumah! Lo tinggal nurut aja bisa kan!! Kalo lo nurut setidaknya gue gak harus buang-buang waktu buat dateng kesini cuma buat nyamperin orang semacam lo!! Pembawa masalah" Jelas org itu panjang lebar


"Saya tdk meminta anda melakukannya" Datar Yeseul


"Ck dasar sialan, bisa gak nggak usah bikin masalah!!" Kesal org itu dan kembali menarik Yeseul paksa


"Gak usah ngelawan!! Atau lo bakal ngerasain yg lebih drpd ini!!"


"Ck saya tdk takut dg ancamanmu tuan muda Kim Seokjin" Kata Yeseul acuh tp seperti menantang


"Diem lo anak sialan!!!" Jin mencoba menahan amarahnya yg sudah sampai ubun-ubun itu


Dan akhirnya Yeseul hanya menurut saja saat ditarik paksa oleh pemuda didepannya itu krn dia sedang malas membuang-buang tenaganya hanya utk berdebat dg orang didepannya itu


Dg kasar Jin mendorong Yeseul masuk ke mobilnya dan langsung menginjak pedal gasnya hingga mobil itu melaju dg kecepatan yg tdk normal sama sekali


Tp Yeseul ttp konsisten dg muka datarnya, dia tdk merasa terganggu ataupun takut dg tingkah si sulung Kim yg gila itu dan malah dg cueknya memasukkan sebuah permen ke dlm mulutnya


Jin yg melihat itu hanya berdecak kesal dan kembali menaikan kecepatan mobilnya tp sesekali melirik manusia yg ada disampingnya itu, dia sedikit heran dg perubahan Yeseul dlm 10th ini


_Rumah_


Sesampainya disana terlihat pintu gerbang yg dibuka secara otomatis oleh penjaga yg ada disana, mobil putih mengkilapp itu berjalan masuk ke halaman rumah besar nan mewah itu lalu berhenti tepat beberapa meter didepan pintu masuk rumah


Jin langsung keluar dr mobil itu sedangkan Yeseul masih duduk disana dan memperhatikan sebuah bangunan yg sudah ia tinggali selama 8th lalu ia tinggalkan selama 10th yg masih berdiri kokoh didepan matanya


"Heh! Buruan keluar lo, sialan"


'Cih gak kreatif banget, dr 14th yg lalu masih manggil gue pake kata-kata yg sama'


"Heh sialan denger gak lo!!" Jin berdiri disamping pintu mobil dg tatapan tajam menghunus ke arah Yeseul yg masih duduk tenang didlm mobil


"Ck buruan keluar! Apa jangan-jangan lo mau gue bukain pintu buat lo hah! Jangan mimpi! Lo bukan tuan putri! Dan lo gak pantes" Umpat Jin kesal


"Lo itu pantesnya...."


Jegleg...


Yeseul langsung keluar setelah jengah mendengar ocehan dr tuan Kim didepannya itu, dg cuek dia berjalan masuk mendahului si Kim itu yg sekarang sedang mengumpat sambil menatap punggung dingin yg perlahan menjauh dr penglihatannya


Dg gerakan tangan yg rileks dia memegang pegang pintu itu lalu


"*Oppa membenciku... Oppa bilang aku adlh pembunuh... Oppa sangat suka menyakitiku..."


"Appa.. Eomma.. Bawa aku pergi"


"Aku takut.."


"Disini dingin... Aku kedinginan.. Appa"


"Kenapa oppa melakukan ini.. Aku hanya menumpahkan sedikit minuman tdk sengaja tp kenapa oppa marah besar dan mengunciku diluar"


"Dingin... Aku kedinginan... Eomma aku pusing... Aku..tdk...bisa melihat apa-apa"


"Semuanya... ge-lap*"


Yeseul tersenyum sinis melihat bayangan seorang gadis kecil yg sedang duduk didepan pintu sambil memeluk lututnya kedinginan dan gadis kecil itu tdk lain dan tdk bukan adlh dirinya sendiri


Malam itu dia harus tidur diluar rumah dlm kondisi cuaca yg sedang hujan lebat dan dia ingat betul bahwa dirinya bukanlah tidur tp dirinya pingsan krn kedinginan dan tdk ada yg menolongnya saat itu hingga dipagi hari appanya lah yg menemukannya terbaring lemas dg tubuh menggigil dan wajah yg sangat pucat ditambah dg suhu tubuh yg sangat tinggi


'Oh sungguh benar-benar malangnya diriku ini' batin Yeseul meratapi kehidupannya sendiri


Belum juga masuk dirinya sudah disuguhi kenangan-kenangan yg begitu menyenangkan, tdk bisa dibayarkan nanti jika dirinya harus tinggal ditempat ini


'Hari-hari gue pasti bakal berubah jadi sangat menyenangkan'