
Berahir lah disini, aku lelah berpura-pura. Silakan ucapkan selamat tinggal pd kepura-puraan ku
- Min Yeseul
____________________________________________
Yejun pov
Aku sedang berjalan dg membawa segelas air pesanan sang tuan putri tp aku berhenti saat ada penglihatanku menangkap sesosok yg terlihat baru saja naik dr lantai dasar
"Yejun" Panggil sesosok itu dan aku berjalan lagi lalu berhenti didepan org itu
"Apa"
"Mau kemana kamu? Dan minuman utk siapa itu? Utk Yeseul ya? Boleh aku saja yg bawa"
"Kekamar Yeseul, utk Yeseul, iya, tdk" Jawabku seperlunya
"Tdk? Kenapa aku tdk boleh membawanya"
"Hey kau tau kan krn ulah siapa Yeseul sekarang jadi seperti ini, Yena"
"Siapa? Memang krn siapa? Apa krn aku?"
'Gadis bodoh ini sangat suka bertanya ttg hal tak berguna'
"Kau tak tau? Sungguh"
"Hey jangan berbicara seolah ini semua krn ku"
"Semua ini memang krn mu! Jika kau tdk bicara omong kosong pd hyung pasti ini tdk akan terjadi!"
"Apa yg kau bica..."
"Aku tau semua! Jangan berbicara seolah kau yg ditindas! Aku tau kau berbicara omong kosong yg membuat hyung marah! Aku tau kau berbicara omong kosong ttg Yeseul yg seolah menindasmu! Aku tau! Jadi tdk usah berbohong!" Aku kesal, rasanya ingin ku lempar gadis didepanku ke laut yg sangat dalam
"Aku hanya berbicara yg sebenar.."
"Bicara sebenarnya? Kau pikir aku naif seperti hyungdeul eoh? Kau pikir aku seperti hyungdeul yg akan langsung termakan omong kosongmu hah?! Disini memangnya selain aku dan appa siapa yg bisa lebih mengenal Yeseul hah?! Kau pikir aku bodoh!"
'Sialan rasanya ingin ku cekik manusia ini' batinku meledak
"Aku..."
"Cukup! Aku bosan mendengar suaramu yg penuh dg kebohongan itu" Ucapku lalu mendorong bahu Yena
Yena kehilangan keseimbangannya dan hampir terjatuh menuruni tangga jika...
Yejun pov end
Yeseul pov
Melihat itu aku langsung berlari lalu meraih salah satu tangan Yena agar tdk jatuh lalu tanganku yg satunya memegangi pegangan tangan tangga agar aku tdk jatuh terbawa oleh Yena
"Ishhhh" Rintihku merasakan rasa sakit ditanganku krn tertancap jarum infus
Aku langsung menarik tangan Yena sekuat tenaga hingga gadis itu tersungkur tepat dikaki ku
Aku memegangi tanganku yg sepertinya mengeluarkan darah, aku mengabaikan rasa sakit itu dan menyodorkan tanganku pd Yena utk membantunya berdiri
"Kau tak ap..."
Srak..
Plak
Ucapanku terhenti saat seseorang menarik bahuku menghadapnya lalu menghadiahiku sebuah tamparan keras
"YAK ANAK SIALAN! LO APAIN YENA HAH"
"LO! LO NYURUH YENA SUJUD DIDEPAN LO HAH?!"
"LO NGAPAIN HAH! LO NYURUH YENA MINTA MAAF SM LO HAH! KENAPA!?!"
"KRN KEMAREN DIA NGADUIN SIKAP KURANG AJAR LO KE KITA HAH!!!"
"APA YG KEMAREN MASIH KURANG HAH!! BELUM BIKIN LO JERA HAH"
"KYKNYA KEMAREN KITA TERLALU LEMBUT SM LO!! BUKANYA JERA LO MALAH MAKIN MENJADI-JADI"
"KENAPA KEMAREN LO NGGAK MATI SEKALIAN!! MATI AJA LO SANA, ANAK SIALAN"
"Hyung! Buk.."
"Yejun kau diam!"
"Tap..."
"Jung Yejun diamlah!!!" Bentak Namjoon oppa
Sedangkan aku hanya diam dan mendengarkan seperti biasanya, penglihatanku juga masih remang-remang krn tamparan tadi
**Yeseul pov end
Author pov**
"Yena apa yg terjadi? Kau tdk kenapa aku kan?" Tanya Jungkook khawatir
"Apa yg anak sialan itu lakukan pdmu?" Tanya Taehyung
Yena hanya diam
"Hyung dengarkan dulu! Tadi Yena hampir jatuh menuruni tangga dan Yeseul yg..." Ucapan Yejun terpotong
"APA!! SIAPA YANG MELAKUKANNYA!? ANAK SIALANNNNN!!!"
"LO! LO NGEDORONG YENA HAH!! LO MAU NYELAKAIN YENA HAH"
"HEH ANAK SIALAN, LO MAU BALES DENDAM HAH!?! LO MAU BALES DENDAM YAKAN!!"
"LO MAU NGEBUNUH YENA HAH!! DIA ITU SODARA LO!!! MIKIR PAKE OTAK, OTAK LO DIMANA HAH"
Lo juga mikir syalan, ngaca woi/author numpang lewat
"JADI BENER YA SETELAH LO NGAMBIL APPA DAN EOMMA SEKARANG LO JUGA MAU NGEBUNUH YENA!!"
"PEMBUNUH LO, PEMBUNUH SIALAN LO"
Diam, Yeseul hanya diam tanpa niatan melawat ataupun membela dirinya sendiri sedang Yejun sekarang sedang dibekap oleh Namjoon agar tdk ikut campur
"LO! GUE BERHARAP LO NGGAK PERNAH ADA, GUE BERHARAP LO NGGAK PERNAH TERLAHIR DIDUNIA, GUE BERHARAP LO MENGHILANG DARI DUNIA INI, GUE BENCI SM LO, MUAK GUE SM LO, MUAK!"
"GUE BERHARAP DULU YG MATI ITU LO BUKAN EOMMA ATAUPUN APPA" Ledak Jin
"PERGI AJA LO KENERAKA" Ucap Jungkook lalu mendorong keras bahu Yeseul
Yeseul yg masih lemah langsung kehilangan keseimbangannya dan tanpa sadar berjalan mundur ke arah tangga
Ia hampir jatuh ke tangga tp tangan lemahnya berhasil memegang lengan kokoh Jin, dia berharap oppa tertuanya mau membantunya tapi Jin malah tanpa pikir panjang langsung menghempaskan tangan Yeseul pd lengannya
Dg lepasnya pegangan itu, putus sudah semua ikatan mereka semua
Dg lepasnya pegangan itu, pupus sudah semua harapan palsu seorang Min Yeseul
Dg lepasnya pegangan itu, runtuh sudah pertahanan terakhir Yeseul utk tdk membenci mereka
Dg lepasnya pegangan itu, hancur sudah sedikit kasih sayang yg berusaha ia pertahanan utk oppadeulnya
Dan dg lepasnya pegangan itu, lepas juga semua beban kepura-puraannya
Yeseul terjatuh berguling menuruni tangga, dan didlm setiap tetes darah itu terdapat bagian dari semua beban yg terlepas dr tubuh mungil itu
"Semuanya berakhir disini ukh, ucapkan selamat tinggal pd Min Yeseul dan ucapkan selamat datang pd Yeseul" Gumam Yeseul
"YESEUL!!!" Teriak Yejun memberontak keluar dr bekapan hyungnya lalu ia berlari menuruni tangga dg sangat cepat
Yejun mengangkat kepala Yeseul yg penuh darah ke pangkuannya
"Yeseul bangun! Jangan tidur oke! Bangun jangan tutup matamu, YESEUL... KAU DENGAR TIDAK hiks" Ucap Yejun panik sambil memukul pelan pipi Yeseul saat ia melihat mata Yeseul mulai terkatup
Sedangkan yg lain hanya berdiri diam dilantai atas tanpa terlihat sedikitpun niatan utk menolong
"YESEUL JANGAN TUTUP MATAMU!! KAU TDK BOLEH PERGI!! YESEUL BANGUN!! MIN YESEUL"
"Kau tega eoh meninggalkanku sendiri, kau tega? Kenapa kau begitu kejam hiks..kau mau meninggalkanku"
"Omong kosong! Semuanya omong kosong! Kau bilang kau akan sembuh dan bermain lagi denganku! Kau berbohong pdku"
"Yeseul bangun atau aku akan membencimu selamanya! Bangun!"
"Kau pembohong Yeseul kau pembohong! Kau masih ada janji padaku jadi bangun! Aku membencimu Yeseul, aku sangat membencimu hiks"
"Bodoh! Cepat bangun! Apa kau benar-benar ingin meninggalkanku sendiri! Apa kau benar-benar ingin membuatku membencimu! Yeseul bangun"
"Jangan tinggalkan aku hiks, aku pernah bilang kau tak pernah sendirian krn aku akan selalu bersamamu tp jika kau pergi siapa yg akan selalu ada bersamamu? Lalu siapa yg akan selalu bersamaku?"
"Aku tdk akan pernah meninggalkanmu jadi kau juga tdk boleh meninggalkanku hiks.. Yeseul bangun.. Tolong jangan sekejam ini padaku"
"Ah benar, jika kau ttp pergi maka aku akan menyusulmu"
"Aku akan menyusulmu lalu memarahimu krn sudah pergi haha benar, aku akan menyusulmu lalu kita akan bersama lagi" Yejun tertawa seperti org gila, berbagai macam pikiran aneh mulai muncul dikepalanya
Dan tepat pd saat pikiran aneh itu datang, sebuah pukulan pelan mendarat dikepala Yejun
"Kau.. bilang aku bodoh kan.. tp.. sepertinya kau jauh lebih bodoh drku.. kau gila"
Cukup dg 1 kalimat lemah itu, cukup dg itu semua org disana terbelaka kaget
"Ye...hiks...Seul"