
Satu minggu tidak terasa berlalu begitu cepat, dan kami selalu bersama hampir sepanjang waktu. Waktu berlalu begitu cepat ketika kita bersenang-senang bersama teman kita. Yah sebuah kenangan yang patut dikenang memang.
Jumat pukul 17:30
Aku sudah memberi tahu ibu tentang acara menginap sebelumnya dan dia mengizinkanku untuk ikut sebelum dia pergi meninggalkanku untuk bekerja, meskipun dia bertanya kepadaku bagaimana aku dan Abi sekarang, aku hanya bilang kepadanya bahwa aku baik-baik saja tanpanya.
Ibuku masih khawatir tapi aku meyakinkannya bahwa aku lebih baik sekarang. Ini semua berkat mereka bertiga.
Nick memberitahuku bahwa dia akan menjemputku sekitar 5:30-5:45 ( 17:30-17:45).
"bip! bip!" Aku mendengar suara klakson mobilnya (BMW keluaran terbaru) dan seketika mulutku ternganga dengan apa yang aku lihat. Aku tahu mereka kaya tapi tidak menyangka sekaya ini. Aku bahkan tidak tahu kenapa sebenarnya orang ini berteman denganku, Apa dia punya niat lain?
Bukan salahku kalau aku jadi parno, aku hanya gadis biasa bukan siapa-siapa jadi sangatlah wajar jika orang seperti Nick tidak mungkin berteman denganku. Lantas kenapa?
Dia membantuku membawa beberapa barang bawaanku kemudian memasukkannya ke dalam mobilnya, dan kemudian dia membukakan pintu mobil untukku... masih layaknya seorang gentleman.
Sepanjang jalan kami hanya berbicara tentang asal-usul hidup kami... biografi kami lebih tepatnya, bukan hal yang canggung untuk dibicarakan dan aku menyukainya.
*****
Kami berhenti di depan sebuah rumah putih besar. Rumah Sophie sangat besar. Jika dibandingkan dengan rumah di ibukota pada umumnya, menurutku rumah Sophie terbilang di atas rata-rata.
Shopie dan David berdiri di depan pintu utama rumah, mereka sudah menunggu kami lalu Nick memarkir mobilnya di garasi.
"Kenapa kalian berdua menunggu diluar? Dasar para alien aneh, kalian kan bisa menunggu kami di dalam"
"Kami sangat excited, itu sebabnya" Kata Sophie sambil cekikikan.
"Ibumu mengizinkan kau menginap?"
Nick bertanya pada David, tapi kenapa?
"Heh! Toh dia tidak peduli, yang dia pedulikan hanyalah pacarnya" Kata David setengah berteriak.
Sophie dan aku saling melempar tatapan secara diam-diam, dan aku memahami maksud tatapannya yang seolah berkata.
Ini masalah internal keluarga jadi kita harus diam.
Tapi pada akhirnya, dia tetap membisikiku "Ibunya menikah lagi".
Jadi dia marah kepada ibunya karena hal itu. Aku sangat mencintai ibuku bahkan jika dia memutuskan untuk menikah lagi dengan pria yang baik, tapi tidak sepertiku, mungkin David hanya salah paham terhadap ibunya.
Aku pikir dia salah karena memperlakukan ibunya seperti ibu tiri yang hanya cinta pada ayahnya saja setelah menikah lagi, menurutku, kita harus tetap menghormati ibumu terlepas dari apakah dia ibu yang baik atau buruk bagi kita. Ibu kitalah penyebab kenapa kita ada di sani saat ini, bernafas dan hidup.
"Ayo masuk saja , panggil saja kami kapan pun kau membutuhkan kami" Kata Sophie.
Mereka biasanya bertengkar tapi aku tahu kalau sebenarnya mereka peduli satu sama lain. Mereka hanya tidak suka menunjukkannya.
Rumah Sophie benar-benar menakjubkan! langit-langitnya, tangga, furnitur, peralatan rumah tangga, dll. Dia kemudian memperhatikanku melihat dekorasi dan peralatan rumahnya.
"Jangan bilang kamu punya fetish untuk peralatan rumah Patrice" Ketiganya tertawa terbahak-bahak.
"Tentu saja tidak! Aku... hanya terpesona saja dengan rumahmu, aku membayangkan jika rumahku punya dekorasi seperti ini"
Ucapku mencoba untuk membersihkan reputasi ku, Shopie kemudian menyuruh kami masuk ke kamarnya. Tepat setelah kami memasuki kamarnya, aku benar-benar melihatnya dengan kagum.
Sangat sederhana namun elegan, aku suka cara dia mendekorasinya. Didalamnya ada TV berukuran 60 inci, ada lampu gantung dan bahkan memiliki teras sendiri di luar.
"Kau harus melihat ini Patrice!" Dia menarikku dengan lembut dan berjalan ke pintu kecil di salah satu sudut ruangan menuju ke ruang tersembunyi.
Dia bahkan memiliki "ruangan khususnya" sendiri untuk gaun, dompet, dan sepatunya. Kebanyakan sepatunya terdiri dari sepatu hak tinggi, dan sebagian besar stiletto.
“Aku hanya suka mengkoleksinya tapi sama sekali belum pernah memakainya, biasanya aku langsung pakai sepatu yang disebelah sana”
Dia lalu mengarahkan jarinya ke salah satu sudut ruangan kecil, yang terdiri dari sepatu sneaker.
Ok aku speechless.
Aku tidak tahu apakah aku harus diam atau mengatakan sesuatu, kagum bahwa ternyata dia juga aneh atau haruskah aku berkata kepadanya bahwa aku terkesima dan mengecualikan keanehannya. Karena tentu saja aku tidak ingin menyinggungnya dan ditusuk dengan stiletto.
6:10 P.M ( 18:10 )
"Jadi Pat, Nick sudah memberitahu kami bahwa kau pandai memasak, apa itu benar?"
Bagaimana dia tahu? Mencurigakan.
"Ya... Lumayan, tapi bagaimana kau bisa tahu?"
Aku menatap Nick, dia tersenyum... tapi kenapa?
"Kau terdengar seperti penguntit yang menyeramkan Nick" Sophie menggoda Nick dan aku sangat setuju dengannya. Aku butuh penjelasan dari Nick.
"Ya, kita butuh penjelasan bro, lihat Pat sekarang, dia ketakutan seperti anak kecil karena kau terlihat seperti om om penguntit mesum yang menyeramkan" David lalu tertawa terbahak-bahak bersama Sophie.
"Hei! Aku bukan om om penguntit mesum! tapi aku setuju kalau aku menyeramkan"
"Jadi, apa kau tidak keberatan memberi kami penjelasan?" Akhirnya aku mengatakannya.
"Baiklah!" Katanya sambil memutar bola matanya sebelum akhirnya dia mulai menjelaskan, "Nathalie terus membual tentang bagaimana kau memanjakan Andin dengan masakanmu. Aku tidak terlalu tertarik pada awalnya, tapi suatu hari, ketika ibu dan ayah tidak ada di rumah dan kedua pegawai rumah tangga kami sedang mengambil cuti Natal, Nathalie demam. Dan aku, karena tidak berguna di dapur dan tidak tahu cara merawat anak, Nat berkata kepadaku untuk menelepon Andin, sahabatnya, jadi aku melakukannya. Aku tidak tahu apa kau masih ingat hari itu tetapi Andin meneleponmu setelah dia menerima teleponku tentang Nathalie. Aku bertanya kepada Andin kenapa dia tidak membawa orang yang lebih tua seperti ibunya, dan dia berkata kepadaku bahwa kau dapat melakukannya dengan baik atau bahkan mungkin lebih baik dari mereka, ibu mereka juga sangat mempercayaimu sampai mereka membiarkan putrinya yang masih kecil itu menginap asalkan bersamamu. Mereka sangat mempercayaimu terutama Andin, dia memikirkanmu lebih dulu. Dan tanpa pikir panjang , kau datang ke rumah kami bersama Andin dan merawat adikku sampai pagi"
Sepertinya aku ingat sedikit.
"Wow, aku tidak pernah tahu hal seperti itu pernah terjadi, dan Pat! Kau sangat luar biasa! Kau membantu tanpa berpikir dua kali! Dan di atas semua itu, bocah bernama Andin itu mempercayaimu lebih dari siapa pun! Tapi Nick, kenapa kau tidak menelepon kami?" Sophie yang penasaran bertanya secara beruntun.
"Kita masih belum berteman waktu itu"
"Oh ya, kita berteman sekitar 3 tahun yang lalu?"
"4 tahun yang lalu Sophie"
"Tepatnya 3 setengah tahun yang lalu!"
David dan Sophie kemudian berdebat lagi seperti anak kecil.
"Dan kau the amazing Patrice, jangan memenjarakan dirimu dengan pengalaman masa lalumu"
Dia benar. Aku ingin melakukan sesuatu untuk membalasnya dan memulihkan harga diriku. Aku terlalu tenggelam dalam kesalahan masa laluku dan lupa bahwa ada orang di luar sana yang terbuka untuk menyambutku.
"Kalau begitu aku akan memasak besok untuk kalian, jika kalian mau tentunya"
"Benarkah? Terima kasih! Aku sangat senang bisa mencicipi masakan mu Pat!!" Sophie adalah gadis yang baik, dan aku yakin akan hal itu.
"Ayo main truth or dare" Kata David... dengan bersemangat.
****
Putar putar putar
Giliranku untuk bertanya pada David: (truth) "
"Apa pengalamanmu yang paling memalukan?" Kami pasti tidak ingin melewatkan yang ini.
"Ketika ibuku memergokiku menggunakan ****** ******** lalu merekamnya. Saat itu aku berusia 5 tahun dan dia menggunakan video itu untuk memerasku setiap kali aku menolak berbicara dengannya. Aku bersumpah, dia masih memiliki videonya"
Lalu semua orang tertawa terbahak-bahak.
Putar putar putar
Giliran David memberi perintah pada Sophie: (Dia sangat berani karena memilih dare, aku salut padanya)
"Aku pernah memergokimu menyanyikan lagu Chandelier. Aku ingin kau menyanyikannya di sini, sekarang juga saat kita sedang merekamnya"
"Pastikan kau mengingat hari ini David, aku akan membalas dendam padamu suatu hari nanti"
"Ayo cepat, flat ***" Kemudian dengan itu, Sophie mulai bernyanyi ... atau lebih tepatnya, dia mulai berteriak. Setiap kali dia menyanyikan bagian chorus , kami selalu tertawa terbahak-bahak.
Putar putar putar
Giliran Sophie bertanya padaku (truth) mereka tidak tahu rahasiaku jadi aku memilih truth, tapi ternyata aku salah.
"Bagaimana kalian berdua bertemu satu sama lain?" Sophie menatapku dan Nick dengan tatapan ingin tahu dan serius.
"Kau bisa mengubah pertanyaannya jika kau mau Pat. Kalau kau memang belum siap memberi tahu kami"
"Tidak, aku akan memberi tahu kalian alasannya karena kita berteman dan aku percaya kalian"
Mereka semua tersenyum, aku memberi tahu mereka apa yang terjadi : ikatan ku dengan mantan sahabatku, perasaanku padanya, pengakuanku dan bagaimana aku ditolak dan bagaimana Nick melihatku di taman malam itu dan mendengarkanku.
"Dia benar-benar brengsek! Aku akan membunuhnya jika aku melihatnya lain kali!" Sophie sangat marah setelah mendengar ceritaku.
"Jangan ... itu salahku sebenarnya, aku mempertaruhkan persahabatan kita untuk itu jadi ketika dia menolakku, ... "
"Tidak apa-apa Pat, kau harus move on. Lagi pula, kami di sini untukmu sekarang, itulah gunanya teman bukan?" David memotong ucapanku.
Aku harus move on dan melupakannya, selama aku memiliki teman temanku ini, aku yakin aku bisa melupakannya.