My BFF (Boy Friend Forever)

My BFF (Boy Friend Forever)
Chapter 11



8:00am


Ibuku sedang membantu tante Susan beres beres dan sedikit mendekorasi rumahnya untuk nanti malam.


Sedangkan aku disini, di rumahku sedang membuat hidangan yang aku pilih yaitu... pisang yang dicelup coklat.


"Kakakku selalu memberi tahuku banyak hal tentangmu Pat, dan akhirnya disinilah kita, bisa mengobrol bersama." Kata Nathalie sambil tersenyum riang.


Nick dan Nathalie memutuskan untuk membantuku dan ada baiknya juga sehingga aku bisa lebih mengenalnya.


"Apa kau juga memberitahunya sisi gelap ku?" Aku menatap Nick sambil tersenyum.


"Ok, mari kita lakukan ini"


Kami menyusun separuh irisan pisang di atas loyang yang dialasi kertas perkamen lalu di olesi dengan selai kacang.


"Kta akan membuat dessert ya?" Tanya Nathalie bingung tapi terlihat bersemangat.


"Yup, ini terlihat sederhana tapi Andin sangat menyukai rasa coklat atau cookies and cream apalagi jika dibekukan”


Kami sedang mengaduk coklat saat nathalie berbicara, dan aku menyuruh Nick untuk membeli sesuatu di supermarket (makanan apa saja ... gunakan imajinasimu kawan)


"Sepertinya kakakku menyukaimu"


"Hah? Kenapa kau bilang begitu?"


"Dia selalu cerita banyak hal tentangmu"


"Contohnya?"


"Kau suka peri gigi, coklat panas, poop di sekolah setiap hari, nonton film dan khususnya Spongebob setiap akhir pekan, suka makan es krim seperti Andin, kau juga suka...."


"A-apa?! Dia memberitahumu tentang poop di sekolah juga?" Tanyaku sambil menatapnya. Aku terkejut dengan apa yang dikatakannya.


"Ya, dan dia tertawa sambil mengatakan itu padaku tapi jangan katakan padanya bahwa aku sudah memberitahumu, ok?"


Aku akan menghajarnya, aku memberi tahu mereka rahasia itu karena game truth or dare di rumah Sophie minggu lalu.


"Tentu"


*********


"Aku membeli minuman untuk malam ini." Kami melihat Nick berjalan ke arah kami.


"Sudah jam 9:40 tapi kita masih punya waktu untuk nonton film. Gimana menurut kalian guys?” Kataku, bersemangat untuk nonton film!


"Entahlah, kau yang putuskan"


Dia pasti tidak suka nonton film.


"Terlalu pagi untuk pergi ke bioskop" Kata Nathalie.


Bioskop apa? Dasar anak orang kaya. Dibandingkan dengan mereka, aku hanyalah tipe anak rumahan.


"Kita akan nonton di sini"


Karena Nathalie, kami akhirnya menonton beberapa cerita dongeng tentang Barbie yang menjengkelkan dan menyeramkan ... (jangan tersinggung) hanya mengatakan pendapat pribadiku.


1:00pm


"Sudah selesai, kita harus kembali ke sana sekarang" Aku sangat bersemangat.


"Dan beri pelajaran pada gadis itu" Kata Nathalie tiba-tiba.


"Kenapa kau bilang begitu?"


"Karena dia sangat sombong"


*****


"Hai sayang "


Sarah sudah menyelesaikan hidangannya : Chicken wings.


"Sekarang giliran mencicipi hidangan mereka An" Kata ibu kami sangat bersemangat.


Mereka bukan remaja sekarang duh (tolong untuk diam sejenak), Andin sekarang mencicipi hidangan kami, pada awalnya semuanya terkejut melihat hidangan sederhanaku, tapi sepertinya mereka memutuskan untuk tidak mengatakan apa-apa melalui ekspresi wajah mereka.


"1 ... 2 ... 3 ... 4 ... 5 ... 6 ... 7 ... 8 ... 9 ... 10..11..12 ... 12,5 " Andin menghitung sebelum mengumumkan siapa pemenangnya.


"Hidangan yang bagus menurut pendapatku adalah .... Sarah "


Semua terdiam, kecuali Abi tentu saja,


"Selamat Sarah. Kau melakukannya dengan baik,aku bangga padamu" Kata Abi ... aku sangat ingin memukulnya, Sarah lalu tersenyum sambil menatapku.


"Bercanda, pemenangnya adalah Pat! Aku suka chicken wings, tapi aku paling suka es krim"


"Aku tahu itu! Susan mana hadiahnya?"


Ibuku menatap tante Susan....tunggu?! Jangan bilang mereka bertaruh siapa yang akan menang?


Lalu Tante Susan membela dirinya, "Kau tidak adil Dennise? Aku juga ingin bertaruh untuk memihak Patrice tapi kau tidak mengizinkanku" Protesnya meskipun sambil mengeluarkan uang seratus ribu dari dompetnya dan memberikannya pada ibuku.


"Jadi? Apa kau ingin mengatakan sesuatu?" Giliranku untuk menggoda Abi... Aku tidak bisa memukulnya sampai mati tapi aku bisa menggodanya sampai mati.


"Baiklah... selamat untukmu"


"Tidak perlu repot-repot mengatakannya. Aku tahu kau bangga padaku"


"Terserah"


21:00p.m


Sudah malam dan para tamu yang lain sudah pergi setelah pesta anak-anak.


Aku sedang berada di taman (Abi juga kaya, taman dirumahnya cukup besar dan indah).


"Hei"


"Hai" Nick muncul entah dari mana.


"Ummmm Pat .... tentang malam prom"


"Ow iya! Aku hampir lupa tentang itu"


Kami berdua kemudian melihat ke atas... Menatap langit...


"Apa kau sudah punya pasangan?"


"Kau bisa menjadi pasanganku jika kau mau Nick, jika kau mau" Aku mengulangi kata terakhir agar tidak terkesan memaksa, tapi memang itulah faktanya.


"Hah?! Aku tidak sedang memintamu untuk menjadi pasanganku."


"Yasudah kalau begitu"


"Tapi jika kau mau...bolehkah aku jadi pasanganmu?"


"Pikiranmu itu benar - benar labil. Masih ada waktu dua bulan untuk menemukan pasangan kita, jadi tidak perlu terburu-buru"


"Jangan cari pria lain karena aku pasanganmu sekarang"


"Baiklah!"


Dengan itu kami berdua tertawa kemudian kembali menatap langit, sambil berbincang tentang ini dan itu, jika dengan Nick, sepertinya kami bahkan bisa membahas tentang perdamaian dunia.