
"Pat?! Halo?!"
"Ah maaf Soph! Aku tadi melamun."
"Aku mengulangi pertanyaanku berkali-kali. Apa ada masalah?"
Dia melambaikan tangannya di depan wajahku dengan mata yang menatap tajam seperti burung hantu ...
"Tidak, tidak ada apa-apa Soph"
"Duh! Aku ini the best bestie mu kan? Jadi beritahu aku dan selain itu, hanya ada kita berdua di sini"
Yah Sohpie dan aku memutuskan untuk menginap di tempatku malam ini dan kami tidur di kamarku tentu saja. Ketiga pria itu ingin bergabung tapi kami mengatakan kepada mereka bahwa kamarku hanya untuk acara menginap para gadis.
"Katakan padaku sekarang Pat atau aku akan memukulmu"
"Oh tidak, kau tidak mungkin memukulku.. kau tidak akan tega memukul sahabatmu"
Lalu aku merasakan sebuah benda memukulku dari belakang kepalaku, dan menyebabkanku kehilangan keseimbangan kemudian jatuh ke lantai.
Mungkin beginilah rasanya jika terkena pukulan palu Thor, aku segera berdiri dan balas menantang Shopie jika dia memang menginginkan perang dunia ke 3.
"Peringatan terakhir Soph, pukul aku sekali lagi....."
Belum sempat aku menyelesaikan perkataanku, dia melempar bantal lagi ke wajahku, sepertinya dia memang menginginkan perang dunia ke 3, ok akan ku ladeni.
"Tadi kau mau bilang apa?? Aku tidak mendengar" Dia menggodaku sekarang.
Aku segera mengambil dua bantal terkerasku untuk memulai perang
"Perang bantal!"
Dia mencoba menamparku menggunakan bantalku berkali - kali tapi aku berhasil mengelak beberapa kali sambil aku juga melakukan hal yang sama, tapi tidak seperti aku, Shopie gagal menghindari semua serangan ku.
"Aku menyerah! Aku menyerah! Ampun hentikan!" Dia melindungi wajahnya dengan tangannya .... karena aku berhasil mencuri bantalnya.
"Kau memukul seperti laki-laki Pat, apa kau transgender hah?"
"Maaf sis, aku tidak bisa mengontrol adrenalin ku."
"Ingatkan aku untuk tidak pernah mengajakmu melakukan perang bantal lagi."
Kami berdua kelelahan sekarang dan karenanya kami tertidur sesaat kemudian.
*****
Tok tok!
Aku terbangun karena suara ketukan di pintu dan segera membuka pintu bahkan tanpa menyisir rambutku terlebih dulu.
"Ibu ada apa?" Kataku dengan mata yang masih setengah menutup lalu menguap.
"Ini masih terlalu pagi bu biarkan aku tidur sedikit lagi"
"Ini sudah jam 8 pagi Pat, ayo bangun!! Mari kita nikmati akhir pekan kita bersama"
Setelah mendengar suaranya aku tersadar bahwa orang dihadapan ku sekarang bukanlah ibuku, melainkan Abi.
"O MY GOD! Kau harusnya mengetuk dulu sebelum membuka pintu kamarku, aku belum siap menghadapi dunia kau tahu."
Kataku kesal tapi masih berdiri di depan pintu kamarku menghadapnya.
"Aku sudah mengetuk ingat? ... ...dan kaulah orang yang membuka pintu, tapi satu hal yang pasti, aku setuju dengan kalimat terakhirmu. Rambutmu terlihat seperti sarang ayam"
"Berhentilah menggangguku ok? Aku akan bangun nanti, beri aku waktu lima menit dan kemana kita akan pergi?"
"Itu rahasia, Kau akan melihatnya nanti."
"Kau yang traktir kan?"
"Yup"
"Hai Abi!" Sapa Shopie yang juga terbangun.
"Hai Soph! Bagaimana acara menginap khusus para gadisnya?" Katanya sambil memutar matanya seperti seorang gadis! Terlihat menjijikan tapi lucu juga.
"Menyenangkan.. ditampar dengan keras oleh teman sekamarku.. dan tak terhitung berapa kali" Ucapnya lalu mengalihkan pandangannya ke arahku sambil tersenyum... menggodaku.
"Bukan aku yang memulai dan aku sudah memperingatkanmu tapi kau tidak mau mendengarkan."
"Aku mandi dulu guys" Katanya lalu pergi ke kamar mandiku.
"Ah ya benar juga, bau kita masih seperti kemarin"
"Aku akan menunggumu di lantai bawah Pat."
"Okay."
*****
Blueberry
Kita sedang berada di pasar pusat kota untuk membeli blueberry ... Abi bilang padaku bahwa tante Susan menyuruhnya untuk membeli beberapa blueberry.
"Yup, ibu sangat suka blueberry dan katanya itu adalah tanda cinta abadinya dengan ayahku."
"Hah? Kok bisa.?"
"Aku menceritakannya padamu sambil kita jalan."
Sebenarnya aku tidak tahu kemana tujuan kami selanjutnya.
"Ketika ayahku mulai mengejar ibuku, dia sudah menyelesaikan semua tugas yang diberikan ibuku untuk menerima cintanya, kecuali satu."
"Apa itu? Aku tidak tahu bahwa tante Susan adalah perempuan yang pemilih ketika dia masih muda."
"Aku juga tidak menyangka."
Kami kemudian mulai tertawa.
"Tugas terakhirnya adalah : beri aku blueberry setidaknya"
"Lalu apa yang terjadi?"
Kami kemudian duduk di area rumput taman yang luas.
"Saat itu sedang musim dingin"
"Tidak ada buah beri yang bisa ditemukan, tapi apa paman wilson membelinya di toko?"
"Tidak, ada badai salju saat itu, jadi kupikir ibu hanya ingin ayahku membuktikan cintanya padanya"
"Lalu bagaimana ayahmu menyelesaikan tugas itu?"
"Biarkan aku menyelesaikan ceritaku...jangan menyela."
"Sorry."
"Waktu itu, ayahku ingin menyerah, tapi kemudian ada ide yang muncul di kepalanya" Dia tersenyum lalu melanjutkan.
"Ayahku kembali ke rumahnya lalu mencari sebuah majalah"
"O em ji! Sepertinya aku tahu apa yang dia rencanakan"
"Yah ... dia memotong gambar blueberry dari majalah, dan setelah itu , dia pergi ke rumah ibuku dan memberinya gambar itu, tapi kemudian ibuku berkata..."
"aku mau berry asli bukan gambar Wilson, baiklah aku akan memberi tahu mu alasan yang sebenarnya. Aku tidak ingin punya pacar, aku baik - baik saja dengan teman - temanku jadi kau tidak perlu repot-repot sampai memotong sebuah gambar dari majalah"
"Setelah itu, semua harapan yang ayahku rasakan waktu itu hilang dalam sekejap mata"
"Apa yang terjadi?" Tanyaku.
Aku sangat ingin menceramahi tante Susan tapi lupakan saja toh dia baik sekali padaku.
"Ayahku pingsan di depannya karena hipotermia...lalu setelah ayahku baik-baik saja, dan ta daaa! Aku hadir dimuka bumi."
"Wow cerita yang....mengharukan!" Ucapku sambil bertepuk tangan.
"Ngomong-ngomong Abi, aku harus pergi sekarang Nick sedang menungguku, dia bilang dia ingin menunjukkan sesuatu padaku"
"Apa? Aku akan mengirim sms padanya, doh ya aku perhatikan kalian berdua begitu dekat bulan lalu, apa sekarang kalian berdua sudah jadian?"
"No no! Nick adalah teman dekatku dan seperti kau, aku menganggapnya best friend juga"
"Best itu berarti hanya ada satu Pat, jadi sekarang pria itu adalah best friend mu ya?" Katanya dan aku pikir dia cemburu.
"Jangan bilang kalau kau.. "
"Aku tidak cemburu,ok? Kau boleh tinggalkan aku sekarang tapi dengan satu syarat."
"Apa?"
"Jadilah partnerku di pesta prom sekolah minggu depan"
"Nick sudah menjadi partnerku...maaf."
"Tapi kita sudah membuat kesepakatan dari semenjak kita masih kecil."
"Kupikir itu hanya lelucon, tante Susan bercerita kepada kita tentang prom, dan kita setuju untuk menjadi partner nanti meskipun sebenarnya kita tidak apa itu, waktu itu yang kita tahu hanyalah prom adalah pesta yang dipenuhi dengan orang-orang yang menari."
"Ok, lakukan apa pun yang kau mau."
Aku meninggalkannya tapi ada sedikit rasa bersalah dalam diriku ... apakah aku menyakitinya?
Aku lalu mengirim pesan pada Nick bahwa aku sedang dalam perjalanan sekarang.
P.O.V Abi
Dia benar-benar meninggalkanku sendirian di sini demi Nick. Kemudian kilas balik saat aku menolaknya terlintas di benakku, saat aku lebih memilih Sarah daripada dia...aku menyesali semua itu... saat itu, aku tahu bahwa aku tidak menyukainya untuk menjadi pacar jadi aku berterus terang kepadanya dan tanpa sadar aku sudah menyakitinya pikirku. .. tapi sekarang aku mengerti apa yang sebenarnya aku rasakan untuknya.
Ini bukan hanya sekedar perasaan suka saja, aku tidak menyukainya, aku mencintainya dan aku ingin mengatakan itu padanya tapi Nick tiba-tiba menjadi penghalang ku, aku putus dengan Sarah juga untuk bersamanya lagi dengan bebas, aku lalu lanjut berjaln...menuju ke rumahku.