My BFF (Boy Friend Forever)

My BFF (Boy Friend Forever)
Chapter 14



****


Memperkenalkan :


Skylight ski mountain resort.


Ini adalah resor kelas dunia. Sekedar info bahwa tempat ini benar benar luar biasa!


Bentuknya sederhana dan minimalnya, namun berkelas dan semua karyawannya baik dan rama ! Luar biasa ! Mood ku terasa lebih baik sekarang.


Cewek dan cowok akan tidur di kamar yang berbeda jadi aku dan Sophie mengucapkan selamat tinggal pada Nick dan Dave .. aku juga mengucapkan selamat tinggal pada Abi.


Kami akan tinggal di kamar yang berbeda tapi aku yakin bentuknya kamarnya sama saja, kalian tahu kan rasanya ketika kalian terlalu bersemangat, kalian merasa sesuatu pada perut kalian seolah kalian ingin poop?


Karena itulah yang sedang aku rasakan sekarang, jadi aku permisi untuk ke kamar kecil dan memberi tahu Sophie.


"Sophie! Aku mau pergi untuk bersemedi dulu" Dia tahu apa artinya itu.


"Jangan lupa untuk menerawang masa depanku juga" Lalu dia tersenyum.


"Ya ya, tentu saja" Dengan itu, dia pergi dengan teman sekamar kami yang lain dan aku ditinggalkan sendirian di kamar kami.


Aku segera berjalan dengan langkah cepat ke kamar kecil, kamar kecil yang nyaman.....aku melihat sekeliling....tidak ada yang melihat .. ok Patrice let's go! Ucapku pada diri sendiri.


Tarik napas .....Buang napas .....


Tarik napas ..... Buang napas.....


Tarik napas ..... Buang napas.....


Haaaa lega rasanya.....


"Kita berada di ruang makan" Nick mengirimiku pesan singkat setelah sesi toilet ku, dengan itu aku lekas pergi ke ruang makan yang ada di resor tempat kami menginap.


Aku sangat menyukai tempat ini!


Aku melihat mereka duduk tidak jauh dari posisiku berdiri saat ini dan kemudian aku lanjut berjalan menuju ke tempat duduk di sana.


"Hai semuaaaa" Aku menyapa mereka lalu duduk disamping Sophie.


"Kita sedang membahas tentang apa saja yang akan kita lakukan besok" Kata David


"Kita bebas melakukan apa yang kita inginkan kan? Besok aku ingin menonton di bioskop XXI"


"Ok besok kita akan menonton di bioskop, tapi jangan sepanjang hari ok?" Kata Sophie.


Kadang - kadang dia bersikap seperti ibuku. Sangat ketat tapi penyayang.


"Setelah kita menonton di bioskop, kita akan makan di restorannya juga, aku ingin mencicipi masakannya, karena budaya di setiap tempat kan berbeda beda" Kata David.


Rekan kita yang satu ini terlihat seperti seorang ayah yang sangat berguna dalam manajemen waktu.


“Setelah itu, kita akan jalan-jalan sebentar untuk melihat keindahan tempat ini” Lanjut David.


"Tunggu !! Tidak ada bermain ski?” Kata Nick kecewa dan sedih.


Aku berencana menghabiskan seluruh waktuku bermain ski seperti yang diinginkan Nick ketimbang hanya menonton di bioskop.


"Yup, tapi kita akan bermain ski di dua hari terakhir perjalanan ini" David menyelesaikan kalimatnya


"Mau bermain petak umpet?" Nick tiba-tiba berbicara ketika kami selesai makan malam, kita ini sudah remaja sekarang, apa yang Nick pikirkan sebenarnya?


"Aku ikut!" (usia tidak masalah sepertinya)


Kami semua berkata serempak, Nick yang akan mencari kami dan aturannya sederhana: Orang pertama yang ditemukan kalah, dan kita hanya bisa bersembunyi di dalam resor.


Aku memutuskan untuk bersembunyi di tempat kereta gantung.


****


Setelah 5 menit ( kurang lebih) seseorang menepuk bahu kananku dari arah belakangku.


Abi


"What the fu**, seta* lu sialan lu...Abi kau mengagetkan ku! Aku pikir kau Nick"


Dia kemudian mulai tertawa terbahak-bahak sambil menyentuh perutnya ... bahkan sampai mengeluarkan air mata.


"Air mata bahagia karena menggodaku huh?"


"Ketemu kau Dennise! Kau kalah!" Nick tiba-tiba muncul.


Ini semua salah Abi! Larena tawanya, Nick akhirnya menemukanku.


"Lihat apa yang sudah kau lakukan! Lihat!! Lihat!! Aku ketahuan dan kalah"


Aku meninggalkan mereka dua berdiri di sana, itu bukan masalah besar sebenarnya, tapi aku kalah bukan karena kesalahanku, penyebabnya adalah kesalahan seseorang dan itu membuatku kesal tapi tidak marah.


"Pergi sembunyi sana Nick, sekarang giliran aku yang akan menemukanmu ... bergabunglah dengan kami juga Abi, aku akan balas dendam padamu"


******


Petak umpet kami berakhir dan .... hanya aku dan Sophie yang selalu saling menangkap ..... aku bertanya-tanya bagaimana orang-orang ini bisa bersembunyi seperti seorang profesional meskipun mereka memiliki tubuh yang lebih besar.


"Kau bisa menunjukkan dirimu sekarang"


Kami mengirim sms kepada mereka satu per satu untuk muncul, kemudian satu per satu dari mereka muncul dan mereka terlihat ...... sangat kotor! Mereka benar-benar menganggap serius permainan ini.


Aku melihat mereka dengan tatapan takjub tak percaya dan aku bisa melihat Sophie juga merasakan hal yang sama denganku.


"Bersihkan diri kalian sekarang. Kita harus bangun pagi untuk besok" Kata Sophie kemudian.


Semua orang sekarang menatap kearah kami, khususnya mereka bertiga para pro hiders.


Tidak kotor, tidak menang


Itu rahasia keberhasilan permainan petak umpet, aku berpikir dalam hati.


"Pat, aku ingin m........ " Kata Abi sebelum dia pergi tetapi diinterupsi oleh Sophie tidak jauh dari tempat kami berdiri.


"Patrice! Aku akan menunjukkan sesuatu! Ayo ke sini sekarang!" Sambil melambai padaku untuk menyuruhku menghampirinya.


"Maaf Abi, bersihkan dirimu dulu lalu katakan padaku apa yang ingin kamu katakan nanti,ok"