My BFF (Boy Friend Forever)

My BFF (Boy Friend Forever)
Chapter 15



Aku tidak tahu apa yang merasukiku. Aku sangat penasaran ingin tahu apa yang ingin dikatakan Abi padaku tadi malam hmmm.


"Pat! filmnya akan segera dimulai kita harus cepat!" Sophie memanggilku, dia berdiri di depan pintu masuk bioskop.


Kami sekarang berada di bioskop XXI yang ada di daerah sini, kami memilih untuk menonton Avengers.


"Ok ok, aku kesana sekarang."


******


Aku suka bagian ketika Iron man dan Hulk bertarung satu sama lain, tapi yang benar-benar mengganggu pikiranku adalah Abi. Berbicara tentang dia, aku ingin tahu apa yang sedang dia lakukan sekarang. Aku memintanya untuk ikut juga tapi dia menolak.


"Kita harus kembali sekarang. Aku ingin melihat atraksi di sini" Kata David dan dari sorot matanya aku bisa melihat betapa bersemangatnya dia.


...............


"Kau baik-baik saja Pat?" Sophie bertanya padaku khawatir.


"Yup, tentu saja"


"apa ada sesuatu yang mengganggumu?"


Hmm itu bukan sesuatu.... tepatnya "seseorang".


"Aku baik-baik saja, ayo pergi."


Kami menuju ke kebun binatang yang terkenal di daerah sini, aku dengar kalau disana juga ada macan putih.


Aku juga ingin bertemu Delilah : salah satu macan putih mereka disini.


"Pat!! Kau benar baik-baik saja? Kau terlihat frustasi, apa ada yang salah?"


"Aku baik-baik saja Shop, sumpah." Ucapku sambil mengacungkan jari tengah dan telunjuk ku membentuk tanda v.


"Ok cool."


David sedang melihat Jessy: Kanguru berwarna abu.


"Bro, gak nyangka kalau kau punya kembaran" Ucap Nick pada David.


Dan kemudian kami semua tertawa.


"Kita harus kembali sekarang."


Hotel / Resort


Aku sedang berjalan di luar resort .. sendirian .... memikirkan beberapa hal dan khususnya dia. Maksudku, dia adalah sahabatku dan tanggung jawabku untuk menghiburnya jika dia memiliki masalah.


Aku melihatnya! Wah kebetulan sekali.......Dia sedang berbicara dengan Sarah.


Aku memata-matai mereka selama beberapa menit, kemudian aku melihat Sarah pergi jadi aku memutuskan untuk tidak menghampirinya dan berbicara dengannya sekarang.


Mungkin aku akan menghabiskan waktu di kamar kecil terlebih dulu sebelum tidur, ini sudah jam 10 malam, aku sangat lelah dan selain itu, aku harus bangun pagi sekali besok, untuk bermain ski.


*****


"Kemana mereka pergi?"


Aku bertanya pada diri sendiri, menyadari fakta bahwa aku berdiri sendirian di tempat ski di resor. Aku tidak tahu apakah aku harus menunggu mereka muncul atau tidak perlu sama sekali.


"Kau sendirian?" Abu tiba-tiba muncul.


"Aku tidak tahu kemana mereka pergi?"


"Mau bermain ski denganku?"


"Ok, sebentar biar aku kirim pesan pada mereka terlebih dulu."


Aku hendak berbalik ke kamar untuk mengambil ponselku ketika dia meraih tanganku.


"Kumohon!"


"hmmm baiklah"


Kami memulai perjalanan kami ke tempat yang lebih tinggi untuk mulai bermain ski....dengan canggung .... mungkin aku hanya perlu mengikutinya dari belakang.


********


P.O.V Sophie


"Demi Tuhan! Dimana dia?!"


Kami sedang mencari Patrice selama lebih dari 5 menit tapi ... tidak ada tanda-tanda keberadaannya.


"Badai salju mulai semakin kuat! Kita harus kembali sekarang!"


"Kita harus menemukannya dulu!"


Badai salju terlalu berisik, kita tidak bisa mendengar satu sama lain tanpa berteriak.


Aku bersama Nick, David dan dua karyawan resor mencoba untuk menemukannya.


"Kita harus kembali sekarang Soph, dia bersama Abi. Aku yakin mereka akan menemukan tempat menginap untuk malam ini!" Kata David dengan nada otoritas seperti memberikan sebuah perintah.


"Aku harap begitu Dave" Kataku sangat khawatir.


"Aku akan mencoba menemukan mereka sedikit lebih lama lagi!"


"Tidak! Kita akan kembali sekarang. jika sesuatu terjadi pada salah satu dari kalian , itu salah kami!" Salah satu dari petugas resor mengatakan bahwa membuat kita semua harus kembali sekarang.


Patrice's P.O.V :


Untungnya kami menemukan sebuah kabin di suatu tempat tapi berita buruknya adalah tempat ini jauh dari resor ... bagus sekali, sekarang aku harus tidur dengannya di sini malam ini. Aku ingin tahu apakah keheningan ku baik-baik saja.


"Maaf" Abi memecahkan keheningan.


"Maaf untuk?"


"Jika aku tidak memaksamu bermain ski denganku, maka ini tidak akan terjadi"


"Tidak perlu minta maaf, bukan salahmu jika badai salju tiba-tiba datang menyapa kita, apa kau bodoh?"


.........


Keheningan yang canggung datang lagi.


"Sarah dan aku putus" Katanya, dan aku bisa melihat kesedihan di matanya.


Jadi Sarah putus dengan dia, aku yakin Sarah yang minta putus lebih dulu. Tapi bukan tempatku untuk memberitahunya apa yang harus dia lakukan dan selain itu, aku yakin mereka akan bersama lagi.


Aku tidak mau bertanya padanya tentang masalahnya itu jadi aku ganti topik.


"Kau tau? Sudah lama ayahku meninggal dan aku bersyukur karena kau ada disampingku.... selama ini" Lalu aku melanjutkan "Aku sudah move on setelah apa yang terjadi saat aku menyatakan perasaanku kepadamu dua bulan yang lalu dan itu benar-benar membuat ku bahagia bahwa kau masih menjadi sahabatku setelah apa yang terjadi. Terima kasih"


… … ……