My BFF (Boy Friend Forever)

My BFF (Boy Friend Forever)
Chapter 13



Ini akan menjadi perjalanan yang sangat panjang, kami sudah berencana untuk tidur lebih awal tadi malam agar kami bisa berbincang sekaligus membuat rencana untuk disana selama perjalanan bus.


Ini tidak adil! Hanya aku yang mengikuti rencana itu. Rasanya ingin sekali aku menghajar mereka satu per satu, tapi tentu saja itu tidak mungkin karena mereka adalah temanku tapi tetap saja, ini sangat tidak adil!


Ketika kau dan temanmu merencanakan sesuatu lalu pada akhirnya, mereka melupakan rencana itu? Bayangkan saja!!


Aku sangat berharap ada yang namanya "hukum perjanjian teman" yang akan memperbolehkan temannya yang merasa di hianati untuk memukul teman-temannya ....... dan pihak yang bersalah dilarang untuk balas dendam.


Aku melihat Nick yang sedang tidur, dia memeluk sirup maple-nya. Aku tidak bisa melakukan apa-apa selain ..... tidur


****************


Aku bangun sangat senang dengan lingkungan yang kering dan hangat ( musim panas ). Aku tertidur dia atas rumput yang lembut.


Langit yang cerah, pohon warna warni, angin semilir, dan sinar matahari ... Aku menyukainya ... sempurna, kemudian aku melihat ibuku berdiri di puncak gunung memanggil namaku.


"Aku akan ke sana ibu! Tunggu aku!"


Aku mulai mendaki gunung tanpa peralatan keselamatan..hanya menggunakan tangan dan kakiku, setelah aku mencapai puncak, aku melihat sekolahku ketika aku masih kecil.


Aku dan ibu memasuki kamarku dan yang membuatku takjub adalah rak buku di kamar itu. Aku suka sekali membaca buku-buku khususnya tentang memasak, ibuku lalu memegang salah satu lenganku dan sebelum aku sempat merasakannya, kami sudah keluar kamar dan musim panas yang tadi sudah berganti dengan musim dingin.


Turun hujan salju, hujan yang terlihat lembut dan harmonis.... apa yang sedang terjadi di sini?! Ayahku berdiri tepat di depankuku dan aku langsung memeluknya sangat erat, kemudian dia mulai berbicara.


"Jalanlah sayang"


Lalu tiba-tiba, tubuhku mulai menjauh darinya, aku tidak mengerti kenapa aku tidak bisa mengendalikan tubuhku, dia tersenyum dan melambaikan tangan, tubuhku semakin menjauh dan dia bicara lagi.


"Teruslah berjalan sayang "


"Bang"


"Bangun"


"Bangun Pat!"


Lau aku merasakan sesuatu yang menyakitkan pada pipiku, dan itu berulang-ulang.


"Yidak perlu menamparku sekeras itu Nick!"


"Kau menamparku keras sekali kau tahu? Kataku kesal, "Dan kenapa juga kau membangunkanku?”


"Aku melihat ekspresi wajahmu yang ketakutan saat sedang tidur, jadi aku pikir kau pasti sedang bermimpi buruk, benar kan?"


"Ah dan satu hal lagi" Lanjut Nick.


"Aku mau menanyakan sesuatu, itu sebabnya"


"Apa?"


"Aku ingin pizza.."


".........." Aku tidak tahu harus berkata apa.


"Bercanda! Aku mau tanya apa kau membawa earphone? Jadi kita bisa dengerin musik bareng"


Aku mengeluarkan earphoneku... dalam diam.


Aku manusia yang normal dan aku tidak mau bicara dengan orang abnormal sekarang.... mood ku sedang tidak bagus.


"Perjalanan ini akan memakan waktu setidaknya 8 -16 jam kurasa" Nick memecah kesunyian.


Hampir semua orang di sini, di dalam bus sudah tidur.


"yup, tapi aku sangat bersemangat untuk bertemu Gunung Mansfield" Kataku lalu tersenyum sangat bersemangat.


*****


Aku dan Nick saling menemani selama perjalanan. Aku sangat lelah dan tidak mood untuk bercanda, tapi setelah kami sampai di sana, aku akan menggunakan seluruh waktuku untuk menikmatinya bersama teman-temanku.


"Kita akan segera tiba di tujuan. Kalian siapkan barang-barang kalian sekarang dan ingat.. badai salju disana tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi, jadi hati-hati dan jangan pergi terlalu jauh dari kelompok kita saat bermain ski” Kata guru kami.


Dia dibesarkan di dekat gunung Mansfield jadi jelas dia akan menjadi pemandu wisata kami. Aku suka minum cokelat panas saat badai salju sedang, dan sekarang aku rindu ibu dan coklat panas buatannya.


Sekarang sudah pukul 5:02 dan kita bisa melihat sebuah gunung tidak jauh dari sini


Itulah gunung Mansfield, ahh ini dia yang sudah aku tunggu tunggu, aku sangat bersemangat dan sudah tidak sabar menunggu hari besok.