My BFF (Boy Friend Forever)

My BFF (Boy Friend Forever)
Chapter 20



Minggu


"Selamat pagi Patrice!" Abi menyapaku sambil berjalan mendekatiku di trotoar, aku dan Abi berencana untuk menghabiskan hari minggu kami bersama, dia terlihat sangat bahagia hari ini, lebih bahagia dariku sepertinya.


"Aku setuju untuk menghabiskan waktu denganmu hari ini, jadi..kemana kau berencana untuk mentraktirku?"


"Hari ini aku ingin makan es krim Pat." Katanya sambil memasukkan sebelah tangannya kedalam saku celananya, entah kenapa aku merasa itu terlihat keren.


Kemudian kamipun berjalan ke arah taman.


"Aku mau rasa strawberry." Kataku.


"Baiklah, dan mari kita bermain permainan setelah kita makan es krim kita ok?"


"Huh? Ku pikir kau sudah tidak suka bermain permainan lagi?"


Aku masih teringat ketika terakhir kali kami kesini bersama Andin, bagaimana dia menolak untuk bermain bersama aku dan Andin agar terlihat dewasa di mata Sarah.


"Nope! Aku ingin bermain seperti zaman dulu kala"


"Gezzzz oke baiklah! Karena kau yang mentraktirku soo ... let's go."


Kami sedang makan es krim bersama dengan satu bulatan pizza utuh.


"Jangan bilang kau masih tidak suka makan paprika hijau?" Aku bertanya padanya.


"Aku tidak suka rasanya" Katanya.


"Makan paprika itu atau aku akan menyuapkannya dengan paksa ke mulutmu"


"Ok Ok!" Dia memakan paprika nya meskipun wajahnya menampilkan ekspresi tidak suka ...dia terlihat menyedihkan sambil menutup matanya, aku kasian juga melihatnya.


5 menit kemudian


Setelah kami selesai makan, Abi mengajakku untuk bermain "tag run" dan aku langsung menyetujuinya. Aku teringat ketika kami masih muda, aku selalu merasa paling berani di hadapannya tapi ujung-ujungnya selalu gagal dan menangis dan justru malah selalu dihibur olehnya, dan setelahnya dia akan menertawakanku dan berkata: "tidak apa-apa! kau masih bisa mencobanya lain kali." Sambil menepuk punggungku dengan lembut dan dengan itu, semua kemarahanku karena kalah akhirnya memudar dengan mudah.


Tapi kali ini...aku akan membalas dendam padanya.


"Lari sekarang Abi!" Kataku dengan penuh percaya diri bahwa aku pasti bisa mengalahkannya kali ini.


Dia berlari lebih cepat dari sebelumnya!


Aku kemudian berlari untuk menyusulnya .... lari tercepat yang aku lakukan sepanjang hidupku namun tetap saja...... gagal lagi.


"Lari lebih cepat Garry!" (nama siput Spongebob)


"Aku sedang berusaha!" Kataku sambil terengah-engah.


Bukannya lari lebih cepat aku justru mendapat hadiah lain. Saat aku terus berlari di belakangnya, tanpa sengaja aku tersandung dan menyebabkan aku terjatuh dan mencium tanah.


Saat aku mengangkat kepala, tangannya sudah ada di depanku untuk membantuku berdiri.


"Kau baik - baik saja?"


"Yah aku baik baik saja, terima kasih."


Saat aku berdiri dan memulihkan postur tubuhku, aku tidak menyadari bahwa kami masih bergandengan tangan.


Aku kemudian melepaskan tanganku dari genggamannya dan menyentuh punggungnya sebagai tanda bahwa aku berhasil menyusulnya, dan aku melihat wajahnya yang tersipu, tunggu...... dia tersipu?!


"Yaa yaa aku tahu aku imut, giliranmu!"


Aku menepuk pundaknya lalu berlari secepat mungkin.


"Giliranmu sekarang Abi! Tag punggungku atau sahabat mu ini yang akan menghajarmu!" Kataku lalu tersenyum.


"Sahabat? Yah itulah aku, sahabatnya.... hanya sekedar sahabat" Pikir Abi.


setelah selesai bermain kami kemudian duduk di area rumput untuk memulihkan nafas kami yang tersengal.


"Kau berlari lebih cepat dari saat kau masih kecil!" Aku benci saat dia menggodaku dengan memanggilku Garry.


"Yah!" Jwab Abi singkat.


"Aku ingin main ayunan" Kataku.


Aku rindu perasaan naik ayunan, tapi aku tidak suka mengayun sendirian...


"Abi tolong dorongkan ayunannya!"


"Tidak mau, kau ayun saja sendiri Pat."


"Hei! Kau tega sekali! Jadi kau tidak mau membantu sahabatmu ya?! Ayolah... bantu aku, ya ya ya!" Kenapa dia bersikap pelit begini.


"Haaa baiklah!" Katanya lalu mulai mendorong ayunanku perlahan.


"Aku mau beli air minum dulu, tunggu aku"


"Siap komandan."


Aku masih duduk di ayunanku sambil menunggunya, kemudian aku melihat anak-anak bermain di sekitarku, aku jadi teringat ketika kami masih kecil, Abi dan aku selalu pergi ke sini di taman bermain untuk menghabiskan akhir pekan kami setelah kami menyelesaikan pekerjaan rumah kami.


Kami berdua masih terlihat sangat lugu dan lucu waktu itu.


Aku masih ingat betapa menggemaskannya dia saat bermain perosotan bersama anak seusianya yang lain.


Aku sangat suka menghabiskan waktu akhir pekan ku bersamanya.... aku harap setiap hari adalah akhir pekan.