Memories For You

Memories For You
Pesan dari Dyfan



Alana membuka kedua mata nya perlahan.Ia mendapati kedua orang tua nya berdiri cemas menatap diri nya yang perlahan bangun.


"Bunda,Ayah." Lirih nya.


"Bagian mana yang sakit nak?beritahu bunda." Ujar bunda sedih.


"Le,,uhk..." Alana memegang leher nya yang terasa sakit.


"Jangan bicara dulu,nak.Leher mu bengkak." Ujar ayah.


"Bunda,jangan paksa di berbicara dulu." Bisik ayah kepada bunda.


Bunda pun mengangguk menyahuti ayah.


"Jangan banyak bicara dulu ya nak.Kita akan pulang nanti malam setelah kamu di periksa lagi." Ucap ayah.


"Aku kenapa?leher ku,leher ku kenapa?apa yang teejadi?bukanya aku tadi lagi di perpustakaan lalu,,,,," Alana menyadari sesuatu yang terlintas di benak nya.


"Apa gara gara minuman itu?apa mereka menaruh racun di minuman itu?mereka benar benar kelewatan." Batin Alana.


Alana mengkode dengan tangan nya meminjam ponsek ayah nya.


"Ini." Ayah memberikan ponsel nya.


Alana menulis sesuatu di sana dan menunjukkan nya kepada ayah dan Bunda nya.


"Aku kenapa?leher ku kenapa?" Tulis nya.


Kedua orang tua nya saling pandang.Melihat tingkah kedua orang tua nya Alana semakin bingung.


"Ada apa sebenarnya?" Tulis nya lagi karena tak kunjung mendapat jawaban.


Kedua orang tua nya yang bingung pun angkat bicara.


"Kamu minum soya.Kamu alergi itu.Apa Alana tidak ingat jika punya alergi?" Tanya ibu balik.


Alana menggeleng dengan wajah penuh tanda tanya.


"Apa alergi ku kambuh gara gara minum itu?bagaimana bisa aku tidak ingat punya alergi?kemana sih ingatan ku?menyusahkan sekali." Kesal nya dalam hati.


"Sudah lah,nak.Kamu akan pulih jika benar benar beristirahat.Untuk sekarang kamu ambil cuti dulu." Ujar ayah.


Alana dengan cepat menggeleng.


"Tapi kondisi mu seperti ini bagaimana mau ke sekolah?" Sambung ayah.


Alana menulis sesuatu di ponsel itu.


"Yang sakit cuma tenggorokan ku.Kalau aku tidak banyak bicara guru pasti maklum." Tulis nya.


"Ayah aku tidak apa.Percaya lah." Rayu Alana.


"Baiklah nak." Ucap ayah nya setelah menghela nafas panjang.


"Siapa yang membuat mu seperti ini?" Tanya ibu yang sedari tadi ingin bertanya.


"Ini hanya kecelakaan,bun.Tidak ada siapa pun.Aku tidak tahu kalau aku alergi itu." Jawab Alana.


"Kamu yakin,nak?" Ibu memastikan jawaban Alana.


Alana membalas dengan anggukan pelan dan tersenyum.


Melihat senyum manis anak mereka ibunya pun memercayai nya.


"Kita akan pulang setelah Dokter memastikan kamu bisa di rawat jalan.Tapi kalau harus di rawat di sini kamu harus cuti dulu." Ujar ayah.


Alana hanya mengangguk menyahuti.


Malam hari nya setelah pulang dari rumah sakit Alana hanya membaca buku novel favorit nya.Ia di izinkan rawat jalan oleh dokter.


Sedang asik membaca,tiba tiba ada notif masuk ke ponsel nya.


Dengan segera ia mengecek layar ponsel nya.Senyumnya mengembang ketika melihat nama pengirim pesan.


'Maaf baru tahu keadaan mu.Apa kau baik baik saja?'isi pesan itu dari Dyfan.


"Kenapa aku harus senang?padahal mungkin saja ia berpacaran dengan Ayumi." Gerutu Alana.


Alana pun membalas pesan itu.


'Aku cuma alergi saja.Keadaan ku baik,besok juga bisa pergi sekolah.'balas nya.


'Alergi?Bagaimana bisa?'balas Dyfan lagi.


'Cerita nya panjang.'balas nya.


'Ya sudah.Istirahat lah sekarang.Sampai jumpa besok princess.'


'Selamat malam.'sambung nya lagi.


'Terimakasih.'balas Alana singkat.


'Ingat ya istirahat.Agar besok kita bisa berjumpa.'balas Dyfan lagi.


Alana tifak membalas pesan Dyfan lagi.Sedikit rasa senang di hati Alana.Karena ia memang sedang mengagumi Dyfan.