Memories For You

Memories For You
Kembali ke sekolah



Alana tersenyum menyambut kedatangan Dyfan.


"Sudah lama menunggu?" Tanya Dyfan sembari duduk di depan Alana.


"Tidak kok." Jawab Alana.


"Leher mu masih sakit?" Tanya Dyfan lagi.


"Sedikit." Sahut Alana.


"Kalau begitu lain kali saja ceritakan.Jangan paksa dulu sekarang." Ucap Dyfan.


Alana hanya mengangguk.


"Aku akan menemani mu membaca." Ucap nya lagi.


"Lagi baca apa?" Tanya nya sambil menatap Alana yang membuat Alana tersipu malu.


"Ini." Alana menunjukkan sampul buku itu.


Alana mengangguk menanggapi nya.


"Ooh..sebentar.Aku mencari buku yang akan di baca." Dyfan bangkit dan menghilang di balik rak buku.


Tak berapa lama kemudian Dyfan datang membawa buku yang ia pilih.


Ia duduk di sebelah Alana yang membuat gadis itu sedikit terkejut.


"Mau sambil mendengarkan lagu.Aku terbiasa membaca sambil mendengarkan lagu." Ujar Dyfan.


"Boleh juga." Sahut Alana.


Dyfan mengeluarkan earphone yang sudah tersambung ke ponsel nya.Dengan romantis nya ia memasangkan sebelah earphone itu ke telinga sisi kanan Alana dan ia memasang satu lagi di telinga kiri nya.


Alana benar benar meleleh dengan perlakuan Dyfan ini.


Mereka pun mulai membaca dengan tenang.Tapi lain dengan Alana yang merasa deg deg an.


Dari kejauhan sepasang mata menatap mereka penuh kebencian.


"Tadi nya aku mau minta maaf karena minuman itu.Tapi seperti nya kau tidak pantas." Ucap Ayumi dengan kesal terpendam.


***


Yedha di panggil oleh pelatih secara pribadi.


"Kamu akan di pulangkan sementara.Tim basket sekolah kekurangan anggota untuk pesta olahraga sekolah minggu ini." Ucap pelatih dengan rasa kecewa karena murid berbakat ini harus kembali ke sekolah.


"Apa?" Yedha terkejut dengan ekspresi wajah yang sulit di artikan.


"Yes!!" Gumam Yedha dengan raut wajah senang.


"Kamu senang?" Pak pelatih tak habis pikir dengan sikap tidak biasa murid nya ini.Biasa nya Yedha akan kesal jika di suruh kembali ke sekolah.


"Eh,bukan pak." Dengan segera Yedha mengubah air muka nya.


"Apa kamu punya kekasih di sana?" Goda pak pelatih.


"Tidak pak.Bukan begitu,,,," Yedha merasa malu.


"Ya sudah,siapkan barang barang mu.Jangan lupa untuk terus latihan di sana ketika ada waktu luang." Ucap pak pelatih.


"Baik pak." Sahut Yedha tegas.


Hari ini Dyfan janjian setelah pulang sekolah akan mengajak Alana jalan jalan.


Alana dengan wajah yang sangat ceria membuat ayah nya yang yang membaca koran di samping nya terheran heran.


Mereka sedang dalam perjalanan ke sekolah Alana.Ayah nya mengganti mobil nya dengan mobil kalangan menengah ke bawah.Tapi tetap menggunakan supir pribadi.


"Apa ada hal baik yang terjadi?" Tanya ayah nya tiba tiba.


"Ah,tidak yah.Kenapa?" Tanya Alana balik.


"Ayah lihat kamu senyum senyum sendiri tadi." Jawab ayah.


"Ah,perasaan ayah saja." Elak Alana.


"Baiklah." Ayah mengalah.


"Yah,hari ini aku akan keluar bermain bersama teman." Ucap Alana.


"Laki laki atau perempuan?" Tanya Ayah.


"Laki laki." Jawab nya.


"Pacar mu?" Tanya ayah lagi.


"Tidak yah.Hanya teman biasa saja.Tapi dia orang yang baik." Sahut Alana.


"Boleh saja.Tapi kau harus bisa menjaga diri.Kalau ada apa apa telpon ayah atau ibu.Dan jangan berbuat yang di luar batas." Peringatkan ayah.


"Baik yah." Sahut Alana.


"Makanan mu juga harus di perhatikan." Sambung ayah lagi.


"Iya,iya yah." Sahut Alana gemas dengan omelan ayah nya.