Memories For You

Memories For You
Tidur di kelas



Alana melihat judul artikel yang memuat gosip tentang nya.


"Setelah berkencan dengan teman sekolah mencari om om untuk uang jajan di hotel." Judul artikel itu dan memuat gambar diri nya naik ke dalam mobil mewah.


Ia membaca komentar para siswa satu persatu.Banyak dari mereka yang menghina dan mengatakan bahwa dirinya gadis penghibur.


"Pantas saja dia sanggup memakai barang mewah.Ternyata ini pekerjaan nya.Aku kira dia anak orang kaya."


"Wah,dia sangat menjijikkan🤮padahal terlihat sangat polos."


"Pantas saja banyak pria di sekolah tertarik pada nya."


"Bukankah ia dekat dengan Jay teman sekelas nya? Kenapa dia berkencan dengan Dyfan?"


"Aku juga pernah melihat nya berbicara dengan Arka."


"Aku juga pernah melihat nya pergi ke sekolah dengan mobil mewah yang berbeda beda."


Beragam tulisan dan komentar jahat mengisi kolom komentar artikel itu.Alana merasa geram siapa yang sudah berani menyebarkan berita kotor ini.


Kemarin sebelum pulang ia meminta Dyfan meninggalkan nya di hotel karena ayah nya meminta nya pulang bersama untuk membeli kue dan kado untuk ibu nya yang berulang tahun t.Dan ia naik ke mobil mewah itu adalah mobil ayah nya.Ini adalah berita konyol karena ia selama ini menyembunyikan siapa diri nya.


Ia sedikit terkekeh kecil yang membuat orang di sekitat nya menatap aneh diri nya.Alana tidak menghiraukan tatapan mereka.Ia dengan santai membaringkan kepala nya di atas meja karena mengantuk.Tidur malam selalu tida nyenyak.


Jay yang baru saja tiba dan melihat Alana membaringkan kepala nya.Ia mengira Alana sedang shock atau bersedih karena artikel itu.


Ia menatap punggung Alana sedikit khawatir lalu ia duduk di kursi nya tepat di sebelah kiri Alana.Jay terheran heran,ia pikir Alana akan bersedih melamun atau menangis tapi p ia tertidur mengahadap ke arah jendela tepat di mana Jay duduk.


"Kau sud9367you iwww2io 6yo 7y9w9ah datang?" Lirih nya sambil menatap sosok Jay yang di sinari We yty 8uy5oleh matahari pagi.


Jay sekilas melirik ke arah Alana lalu ia membuang muka ke arah lain.


"Bisa kita tukar tempat duduk?" Pinta Alana.


"Diam saja di tempat mu." Ucap Jay dingin tanpa menatap lawan bicara nya.


"Kau inwe 2i.Kau mengahalangin cahaya matahari nya menerpa ku." Alana mendengus kesal.


Alana kembali memejamkan mata nya yang terasa berat.Akan tetapi baru saja beberapa detik terpejam,sesuatu terjadi.


Brakk!!!


Tubuh Alana terdorong ke depan.Dan detik itu juga ia refleks melindungin dada nya dari benturan meja.


Jay pun sama kaget nya dengan Alana.Kedua nya secara bersamaan menatap pelaku tepat di belakang mereka.


"Kau lagi,," ketus Alana muak melihat tingkah Jovano yang terus mengganggu nya.


Melihat tingkah Alana Jay tersenyum tipis.Ia terlihat sangat berani terhadap Jovano.Sebelum nya ia menganggap Alana lemah dan mudah terpedaya.


Jay juga telah memperingati Ayumi dan teman teman yang telah membuat Alana celaka beberapa hari yang lalu.Jay mengancam akan membeberkan kelakuan kekanakan mereka hanya karena satu pria.


Tapi ia penasaran siapa lagi yang membuat artikel bodoh itu.Karena ia sangat tahu latar belakang Alana semenjak bertemu orang tua nya di rumah sakit tempo hari.


Di sisi lain,Yedha sedang buru buru memasuki area sekolah.Mata nya selalu menatap setiap sudut area seerti mencari sesuatu.Dengan langkah cepat ia berjalan menyusuri lorong kelas sambil memeriksa ke dalam setiap kelas yang ia lewati.


Namun ia tak kunjung mendapat apa yang ia cari.Ia merasa putus asa.


"Apa aku hanya salah lihat saja?" Lirih nya.


Ia berjalan tak bersemangat menuju kelas nya.


"Lebih baik aku periksa kembali ketika jam pelajaran.Semua murid sudah tentu berada di kelas." Batin nya tak ingin menyerah.


Pelajaran pertama pun di mulai.Semua murid sedang fokus mendengar guru yang menjelaskan materi pelajaran hari ini.


Alana dan Jay sudah bertukar tempat duduk karena Alana terus membujuk nya agak tukar tempat.


Alana sangat tidak dapat menahan kantuk nya.Ia tertidur di jam pelajaran sambil menegakkan buku pelajaran sebagai perisai agar tidak ketahuan guru.


Diam diam seorang siswi memotret nya.Siswi itu tidak begitu jauh dari tempat duduk Alana.Aksi sisiwi tersebut terlihat oleh seorang gadis tomboy yang terlihat pendiam.


"Hey!" Bisik Jay sambil menyenggol pelan lengan Alana.


Alana tak kunjung bangun.Ternyata guru datang ke meja mereka berdua.Ia memergoki Alana sedang tertidur pulas.


"A L A N A!!!" bentak pak guru sambil mengeja nama nya.


Seketika Alana terbangun.


"Hah?" Di masih linglung.Kesadaran nya belum kembali.


"Berdiri di depan kelas!" Bentak pak guru yang membuat gendang telinga Jay yang dekat dengan nya seakan mau pecah.


"Baik pak." Lirih Alana tertunduk.


Semua murid mulai berbisik jahat.Mereka berkata Alana mengantuk karena malam hari nya sudah lelah memuaskan pelanggan nya.


Tapi Alana hanya mengabaikan itu dan berjalan keluar.Ternyata di sana ada Jovano Hendery yang berdiri sejak tadi.Alana tidak tahu apa yang membuat mereka di hukum juga.


Alana berdiri tegak di tempat yang agak jauh dari mereka berdua.Baru saja merasa tenang sesuatu terjadi lagi.Tiba tiba saja seorang pemuda yang tidak ia kenal muncul di hadapan nya.


"Alana,," Lirih pemuda itu yang membuat Alana bingung.