
Setelah jam pulang sekolah Dyfan menunggu Alana di depan Gerbang sekolah.Dan tak berapa lama kemudian Alana pun muncul menghampirinya.
"Jadi kan?" Tanya Dyfan memastikan rencana jalan mereka.
"Tentu.Aku sudah izin ke orang tua ku." Jawab Alana.
"Ayo! Mobil di sana." Ucap Dyfan sambil menunjuk ke arah mobil berwarna putih di tepi jalan.
"Iya."sahut nya.
Agenda pertama mereka adalah nonton di bioskop.Mereka menonton film horor.Sepanjang film di putar sesekali Dyfan melirik Alana yang terlihat serius menonton dan aneh nya,tidak seperti gadis gadis yang sering ia ajak jalan Alana sangat berbeda dengan mereka.
Biasa nya gadis yang ia ajak jalan akan mencari cari perhatian atau bertingkah manja.Mereka juga selalu mencari kesempatan untuk bisa dekat dekat ataupun berkontak fisik.
Lain dengan Alana,ia bahkan menjaga jarak duduk nya.Dan ia sangat menjaga diri nya agar tidak bersentuhan.Alana terlihat tenang dan bahkan ketika terdapat adegan jumpscare pada film ia terlihat datar.Dyfan sempat curiga bahwa Alana itu bukan manusia.Dia saja bahkan takut melihat jumpscare yang creepy pada film itu.
Dyfan hanya tidak tahu apa pemikiran Alana.Yang sebenarnya Alana pikirkan adalah...
" Huh!membosankan.Apa dia mengajak ku jalan jalan hanya untuk menemani nya saja?Film ini bahkan tidak seru.Mimpi ku lebih menyeramkan dari pada hantu di sini."batin Alana.
"Biasa nya saat pasangan nonton seperti ini pasti ada adegan tangan mereka bersentuhan saat mengambil popcorn.Huh,kenapa aku beli 2 sih popcorn nya." Kesal nya dalam hati.
Alana tidak menikmati film itu.
"Bagaimana film nya?" Tanya Dyfan setelah keluar dari studio.
"Lumayan." Sahut nya.
"Benarkah? Aku tidak melihat ekspresi takut mu dari tadi." Gumam Dyfan.
"Ah,itu.Karena ada hal yang lebih mengerikan dari pada hantu di film tadi." Alana terkekeh kecil.
"Kau ini,," Dyfan ikutan terkekeh.
"Setelah ini kita kemana?" Tanya Alana.
"Seperti nya lebih baik pergi ke taman berjalan santai sambil memakan gulali dan eskrim." Sahut Dyfan.
"Boleh juga." Alana setuju dan tersenyum manis.
"Lagian ngapain sih kita awasi mereka terus?" Ketus Lyn yang merasa lelah mengikuti Ayumi.
"Bisa tidak jangan mengeluh!" Bentak Ayumi.
"Kau tidak tahu juga ya sifat Dyfan,pasti dia bakal mencampakkan wanita itu seperti wanita lain nya." Ucap Lyn lagi.
"Kau kira akan begitu?kau tidak liat si ****** itu sok misterius? Pasti dia ingin membuat Dyfan penasaran." Ujar Ayumi.
"Padahal kalau mereka juga berpacaran apa salah nya? Kau juga bukan siapa siapa Dyfan." Gerutu Lyn pelan.
"Apa kau bilang?!!" Bentak Ayumi yang masih bisa mendengar jelas.
"Sudah lah.Kau masih ingin ku temani atau tidak.Jangan memarahi ku terus." Ketus Lyn.
Ayumi hanya mendengus kesal.
Setelah melalui hari yang melelahkan bersama Dyfan,ia pun merebahkan tubuh nya setelah selesai mandi.Lelah campur senang bercampur menjadi satu di benak nya.Ia merasa Dyfan adalah pria yang baik.
Hanya satu yang masih menganjal hati nya,yaitu penasaran tentang hubungan Ayumi dan Dyfan.
Sembari termenung sambil memutar kegiatan sore ini dengan Dyfan berangsur angsur kantuk nya datang.Dan ia merelakan mata nya terpejam walau ia tahu nanti akan terbangun lagi karena mimpi buruk.
Keesokan pagi nya saat baru tiba di sekolah ia bingung melihat semua murid yang terus menerus menatap nya.Terkadang mereka berbisik dan mencibir dirinya.
"Ada apa ini sebenar nya? Kenapa perasaan ku tidak enak?" Batin nya sedikit cemas.
Dan ketika ia memasuki kelas nya rasa penasaran itu semakin membuat nya cemas ketika mendengar cemoohan teman sekelas nya.
"Kalian kenapa menatap nya seperti itu." Tanya seorang siswi yang baru datang.
"Kau belum lihat berita di grup komunitas sekolah ya? Dasar,kau selalu saja ketinggalan berita hangat." Ketus teman nya.
"Grup komunitas sekolah?" Batin nya sedikit terkejut.Dengan segera Alana membuka ponsel dan melihah ada apa di forum sekolah.
Mata nya terbelalak melihat sesuatu yang mengejutkan di sana.
"Ini,,,"