
"Yedha?" Lirih Karrie tak percaya pemuda itu menghadang bola untuk mereka.
Yedha hanya menoleh sekilas ke arah mereka lalu pergi sambil melemparkan bola itu kembali ke lapangan.
"Kenapa dia?" Celetuk Karrie kesal.
Detik kemudian Karrie menangkap ekspresi wajah Alana seperti sedih.
"Ah,maaf kan dia.Dia akan seperti itu jika suasana hati nya tidak bagus." Ucap Karrie.
"Ah,iya." Sahut Alana segera mengubah air muka nya.
"Seperti nya masalah di antara mereka serius." Batin Karrie.
"Hey teman teman!! Lihat ibu kantin memberi ku bonus roti selai kacang ini 3,," ucap Arka yang tiba tiba datang kegirangan sambil membawa banyak makanan ringan.
Arka segera meletakkan makanan yang ia bawa di samping Alana.
"Roti kacang ini adalah roti terenak di dunia,," puji Arka dengan sangat berlebihan.
Alana sedikit terkekeh melihat tingkah nya.
"Syukurlah,," batin Karrie melihat Arka bisa menghibur Alana.
"Maaf,tapi aku tidak bisa memakan kacang kacangan.Aku alergi itu." Ucap Alana dengan wajah kecewa.
"Oh,benarkah?" Arka terlihat tidak semangat seperti tadi.
"Maafkan aku.Tapi kau bisa merekomendasikan makanan yang enak lain nya." Alana mencoba membuat pemuda itu tidak hilang semangat.
"Baiklah.Mari kita lihat makanan apa yang akan kita tawarkan kepada pelanggan batu kita,nonaaa Alana!!" Arka bertingkah sangat berlebihan.Tapi hal itu membuat Alana terhibur.
Mereka bertiga terlihat bahagia dan menghabiskan jam istirahat dengan senang.Kini ketiga nya sedang berjalan menuju ke kelas.Karena kelas Karrie dan Arka melewati kelas Alana,mereka berjalan sambil berbincang tentang hal yang tidak penting.
"Aku masuk dulu ya." Ucap Alana ketika tiba di depan kelas.
"Baiklah.Sampai jumpa." Ucap Karrie.
Dan Arka melambaikan tangan ke arah nya.
"Kurasa kita bisa berteman dekat." Ucap Alana tiba tiba.
Arka dan Karrie saling tatap tak percaya.
"Aku merasa nyaman dan senang ketika bersama kalian." Ucap nya lagi sambik tersenyum manis.
"Oh ya tuhan,,," puji Arka yang melihat senyuman Alana.
"Terima kasih Alana.Kami juga senang kau mau berteman dengan kami.Mari kita pulang bersama dan kerumah ku nanti." Ucap Karrie senang.
"Baiklah." Setuju Alana.
"Aku masuk dulu." Pamit nya lalu masuk ke dalam.
Arka dan Karrie pun segera menuju kelas mereka.
***
Jam pulang sekolah pun tiba.Alana tak melihat kedua orang teman baru nya itu.Ia memperlambat langkah nya agar bisa bertemu dengan dua orang itu.
Tapi saat melewati lapangan basket,sebuah bola menggelinding pelan di hadapan nya.Alana memungut bola itu,tapi tiba tiba seseorang datang merebut nya.
"Berikan!" Rampas seseorang itu yang adalah Yedha.
Alana hanya bisa melongo saja ketika Yedha merampas itu dari tangan nya.Yedha segera meninggalkan nua setelah mendapatkan bola itu.
"Aku kenapa,," lirih nya yang melihat sosok Yedha semakin menjauh.
"Kenapa aku merasa sedih di memerlakukan ku seperti itu?"lirih nya.
"Seperti nya berteman dengan mereka bisa membantu ku mencari tahu,seperti apa sebenarnya Yedha itu." Batin nya.
"Hey!" Tepuk seseorang dari belakang menyadarkan lamunan Alana.
"Ha?" Alana terkejut.
"Sedang apa di sini?" Tanya Karrie yang datang bersama Arka.
"Ah,tidak ada.Aku sedang menunggu kalian." Ujar nya berdalih.
"Jangan jangan kau sedang melihat Yedha latihan yaa,, " goda Arka sambil menelisik ekspresi wajah Alana.
"Ah,tidak seperti itu,," sangkal Alana.
"Untuk hari pertama kita berteman,aku akan menyambut mu dan membuat pesta kecil kecilan di rumah ku." Ucap Karrie sangat bersemangat.
"Waw,,,,pestaaa!!" Arka juga kegirangan.
"Di dekay rumah ku ada minimarket.Kita akan berbelanja setelah berganti pakaian dulu." Ungkap Karrie.
"Tapi aku tidak bawa baju ganti." Ujar Alana.
"Hei,bukankah kita sekarang teman? Kau bisa memakai baju ku,kan?" Karrie mengalungkan tangan nya pada leher Alana.
"Baiklah teman." Sahut Alana sambil teetawa kecil.
Hubungan mereka terlihat sangat bahagia.
"Bagaiamana kita mengambil jalan pintas saja.Selain cepat kita bisa menghemat biaya bus." Ujar Arka.
"Apa Arka dari keluarga yang kurang mampu? Kenapa dia sangat perhitungan sekali? Awal kami bertemu ia juga sedang memungut koin yang menggelinding." Batin Alana merasa iba.
"Iya,seperti nya lebih seru kalau kita berjalan kaki saja." Timpal Alana.
"Kau yakin tidak apa apa kalau kita berjalan kaki?" Karrie merasa ragu.
"Iya,aku tidak apa apa.Bukankah berjalan dengan teman sangat menyenangkan." Sahut Alana tersenyum ceria.
"Wahh,,,kau seperti seorang dewi saja." Puji Arka.
"Kau ini berlebihan." Alana memukul pelan bahu Arka.
Perjalanan mereka bertiga terlihat begitu menyenangkan di bumbuhi denhan candaan kecil dan tingkah konyol Arka yang membuat kedua teman nya terpingkal pingkal.Namun tawa itu berubah menjadi rasa takut.Suasana yang tadi nya menyenangkan berubah menjadi menegangkan.
Jalan pintas yang mereka lewati adalah komplek tua terbengkalai.Dan di hadapan mereka berdiri 4 orang pria dewasa masing masing berbadan kekar.
"Kenapa paman paman ini,," bisik Arka ketakutan.
"Tenanglah,," ucap Karrie.
"Kami izin lewat sini,paman." Pamit Karrie sopan.
"Tidak." Ucap pria berbaju abu abu tegas.
"Jika kalian ingin lewat sini,tinggalkan gadis itu sendiri." Sambung pria itu sambil menunjuk ke arah Alana.
Mata mereka seketika terbelalak,ternyata pria yang berdiri di depan mereka memang sengaja mencari masalah dan lebih parah nya seperti mengincar Alana.
"Ada apa? Kenapa harus meninggalkan dia?" Tanya Karrie merasa tidak terima.
"Kami hanya berurusan dengan gadis itu.Tapi jika kalian tidak menyingkir,maka akan kami habisi bersama gadis itu juga." Ancam pria itu lagi.
"Tidak! Kami tidak akan meninggalkan nya!!" Ucap Arka lantang.
"Kalau begitu mari kita tangkap 3 anak ayam ini!!" Ujar nya memerintah 3 teman lain nya agar menangkap mereka.
"Lari!" Teriak Arka sambil berlari dan di ikuti oleh dua teman nya.
"Arka,aku akan mengalihkan perhatian mereka.Kau bawa saja Alana ke temoat aman dan cari bantuan." Ujar Karrie sambil berlari.
"Baik!" Sahut Arka lalu memegang tangan Alana dan membawa nya.
"Tapi,,," ucap Alana.
"Tidak apa.Dia bisa mengatasi nya jika kita cepat mencari bantuan." Ujar Arka yang semakin jauh membawa Alana dari Karrie.
Sedangkan Karrie menghadang 2 pria besar di hadapan nya.
"Sudah lama aku tidak mengeluarkan energi." Gumam nya sambil menghempaskan tas nya ke tanah.
"Wah,gadis kecil.Kau ingin melawan kami ya?" Ejek Pria itu.
"Tentu saja.Majulah!!" Tantang Karrie.
Karrie pun menghajar kedua pria berbadan besar itu dengan lincah.Karena ia adalah atlet Taekwondo hebat.Ia kembali ke sekolah sama hal nya dengan Yedha karena masalah pesta olahraga.
Tak butuh waktu yang lama 2 pria itu tumbang di hajar oleh Karrie.
"Kurasa kalian harus diet mengurangi otot kalian agar tidak terlalu menjadi beban bergerak." Hina Karrie lalu berbalik membungkuk memungut tas nya kembali.
Karrie yang lengah pun akhir nya tumbang setelah mendapat tendangan dari belakang yang mengarah ke punggung nya.Ia tersungkur ke tanah.
"Dasar bedeb*h sombong!!" Hardik pria itu.