
Alana membuat permintaan aneh pagi ini.Ia meminta agar di izin kan naik bus umum pergi ke sekolah.Awal nya kedua orang tua Alana tidak mengizinkan nya.Tapi Alana terus memohon karena ingin merasakan naik kendaraan umum ke sekolah.Akhir nya orang tua nya mengizinkan nya karena takut anak semata wayang mereka akan sedih.
Dan Alana pergi ke halte bus umum di antar oleh ayah nya.Alana turun dan menunggu bus itu,sedangkan ayah nya tetap di dalam mobil menunggu sampai anak nya naik ke dalam bus.
Tak berselang beberapa saat kemudian bus datang dan berhenti di halte itu.Alana segera naik,di dalam sudah terlihat padat dan tidak ada kursi kosong.Alana pun memegang Handle grip itu berdiri di samping kursi barisan kedua.
Ia hanya menatap lurus kedepan tanpa mengetahui bahwa Jovano duduk di baris ketiga sedang memejamkan mata nya sambil mendengar musik.Tapi seorang pria berjalan dari kursi belakang menendang kaki nya tidak sengaja.Jovano hanya mendengus kesal kekesalan nya pun bertambah karena pria itu berdiri tepat di samping nya bergantung pada handle grip.
Karena hari ini Jovano sedang ingin tenang ia pun membiarkan pria itu dan mengabaikan nya.Tapi detik kemudian pria itu membuat Jovano kesal lagi ketika pria itu tidak bisa tenang selalu bergeser geser kecil.Jovano yang jengkel pun mulai memperhatikan apa mau pria ini.
Ternyata kerusuhan pria itu terjadi karena ingin melecehkan seorang gadis yang menggunakan seragam yang sama dengan nya.Jovano memerhatikan terus gerak gerik pria ini dan lebih mengejutkan nya sekilas ia melihat wajah gadis yang sedang di incar pria mesum di samping nya.Gadis itu adalah Alana.
"Alana,," lirih nya pelan.
Entah kenapa ia merasa ingin meninju pria di samping nya.Padahal sebelum mengetahui gadis itu adalah Alana ia bersikap tidak peduli.
Terlintas sebuah ide di kepala Jovano.Ia pun bangkit dengan kasar menggeser pria itu.
"Hey,Alana.Bau parfum mu sangat tidak sedap.Lebih baik kau duduk di sana.Aku merasa mual." Ketus Jovano.
"Hah?" Alana terkejut tiba tiba ada Jovano.
"Cepat lah duduk.Aku mual mencium parfum mu." Ketus nya lagi.
"Kau buang saja hidung mu kalau tidak suka.Kenapa memerintah orang?!" Lawan Alana yang adalah musuh abadu Jovano.
"Wah,gadis ini.Padahal aku berniat membantu nya." Batin Jovano kesal.
"Hey,menyingkirlah.Ini tempat ku tadi." Usir pria mesum yang berada di belakang Jovano.
"Aki dan adik ku akan segera turun.Lebih baik kau duduk saja di sana." Ucap Jovano tak peduli.
"Adik? Siapa yang dia bilang adik." Gerutu Alana dalam hati.
Pria mesum itu pun berhenti berulah.Dan beberapa menit kemudian mereka tiba di halte bus di sebrang gerbang sekolah.Alana turun diikuti oleh Jovano.
Tapi setelah mereka berdua turun dan akan menyebrang,Alana malah mencari masalah.
"Hey! Siapa yang kau bilang adik tadi hah?!" Bentak Alana.
"Wah,cari masalah." Gumam Jovano.
"Asal kau tahu ya,aku tadi membantu mu dari pria itu.Seharus nya kau ku biarkan saja tadi di lecehkan." Ketus Jovano lalu berjalan meninggalkan Alana yang terdiam.
"Di leceh kan?" Batin nya lalu ia berpikir perkataan Jovano masuk akal.
"Kenapa dia mau membantu ku,," gumam Alana yang mengekor di belakang Jovano.
"Hei! Terima kasih!!" Teriak Alana pada Jovano.
Jovano seketika memberhentikan langkah nya.Ia menoleh ke belakang.
"Apa aku tidak salah dengar?"ucap Jovano angkuh.
"Walau pun kau manusia paling menyebalkan dalam hidup ku,aku bukan lah orang yang tidak tahu terima kasih!" Ketus Alana.
"Dasar aneh.Kalau aku tidak berterima kasi di bilang tidak tahu diri.Ini aku berterima kasih cerewet sekali." Gerutu Alana pelan sambil berjalan mendahului Jovano.
"Bicara apa dia?" Ucap Jovano sambil mata nya mengekori langkah Alana.
Jovano pun mengejar langkah Alana dan ketika jalan mereka sejajar Jovano menyentil sisi kiri kepala Alana.
"Aw!!" Ringis Alana terkejut.
"Kau sangat menyebalkan." Ketus Jovano lalu berjalan cepat mendahului Alana.
"Berani sekali kau menyentil kepala ku!!" Amuk Alana geram.
"Hei!" Ucap seseorang sambil menepuk pundak Alana.
"Kalian,," lirih Alana melihat sosok Karrie dan Arka yang menghampirinya.
"Seperti nya kau dekat dengan Jovano." Ujar Karrie.
"Tidak seperti itu.Kami hanya kebetulan bertemu saja." Sangkal Alana.
Alana menelisik ke sekitar nya seperti mencari keberadaan seseorang.
"Kau mencari Yedha ya,,," goda Arka yang kini berjalan mundur di hadapan Alana dan Karrie.
"Tidak,kok." Sangkal Alana lagi.
"Dia adalah murid teladan.Dia datang ke sekolah selalu awal." Celetuk Karrie.
Alana hanya terdiam.
"Kemarin dia terlihat sedikit aneh.Tidak biasa nya dia murung." Ucap Arka dengan wajah serius.
"Iya benar." Timpal Karrie.
"Alana," panggil Karrie dan Alana menatap ke arah gadis di sebelah nya.
"Bagaiamana kalau kita berteman lebih dekat.Aku sangat menyukai mu." Pinta Karrie dengan mata berbinar.
"Teman dekat?" Gumam Alana pelan.
"Mau ya?" Mohon Karrie.
"Kalau aku dekat dengan mereka sama saja aku mendekati Yedha.Padahal aku meminta pria itu menjauhi ku." Batin Alana.
"Kau terlihat sangat keren." Puji Arka.
"Keren apa nya?" Bingung Alana.
"Melawan Ayumi itu lho,," timpal Karrie.
"Ah,itu aku hanya spontan saja." Alana merasa malu.
"Iya,kau sangat keren." Puji Arka lagi.
"Kalian berlebihan." Ucap Alana.
"Jadi bagaiamana?" Tanya Karrie memastikan permintaan nya tadi.
"Akan ku pikirkan dulu.Masih ada yang harus ku urus." Ujar Alana sambil tersenyum.
"Wah,senyum itu,,," Arka dengan polos nya terpukau menatap Alana.
"Hei bod*h!" Karrie memukul kepala Arka.
"Apa sih?" Ketus Arka kesal.
"Bersikap lah seperti pria berkelas." Omel Karrie.
"Berkelas apa? Sssh,,,kau selalu sjaa menggunakan kekuatan mu.." Arka memegang kepala nya yang baru saja di pukul Karrie.
Saat mereka memasuki lorong menuju kelas Alana,tanpa sengaja berpapasan dengan Yedha.
"Kau mau kemana?" Tegur Arka.
Tapi tidak mendapat jawaban dari Yedha.Yedha melirik sekilas ke arah Alana lalu pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun.
"Lihat pria sial*n itu.Ada apa sebenarnya?!" Arka merasa kesal.
"Sudah biarkan.Mungkin saja ada masalah dengan pelatihan renang nya." Timpal Karrie.
"Kenapa aku measa ganjal? Kenapa hati ku merasa tidak tenang dia mengacuhkan ku seperti itu,," batin Alana.