Memories For You

Memories For You
UGD



"Bisa bisa nya tertinggal." Gerutu Yedha pemuda berdarah campuran indonesia jepang itu.


Ia pun keluar dari kelas setelah mengambil ponsel nya yang tertinggal di laci.Baru saja keluar dari kelas ia terkejut melihat semua orang heboh menatapa pada seorang pemuda yang menggendong siswi tak sadarkan diri yang tak lain adalah Jay.


Mata nya membelalak ketika melihat sosok yang pingsan itu.


Ia tertegun lemas ketika Jay melewati nya sambil berlari panik.


"Alana,,," nama itu lolos dari bibi tipis itu.


Ia pun mengejar Jay yang begitu cepat sudah jauh dari pandangan nya.


Tapi hampir saja ia bisa mendekati mereka,sebuah tangan menarik nya dengan kuat.


"Hey!" Teriak pemuda yang menarik tangan nya itu.


"Hah?!" Yedha terlihat linglung.


"Kau kenapa?mau kemana?" Tanya pemuda itu sedikit marah.


"Aku,,,"


"Sudah ayo cepat!kita bisa kena marah"


"Tapi aku,," Ucap Yedha.


"Apalagi?!!kita bisa terlambat." Pemuda itupun menarik tangan Yedha pergi.


Pov Ayumi,,,


"Kenapa jadi begini?sebenarnya obat apa yang kalian masukkan?!" Bentak Ayumi pada kedua teman nya.


"Itu obat pencahar yang biasa kita gunakan." Ujar Lyn.


"Tapi kenapa dia seperti itu?!" Bentak nya lagi.


"Kami juga tidak tahu."


"Tidak mungkin kan dia keracunan?" Guman Lyn pelan.


"Ya sudah,kita cari tahu lagi setelah dia kembali.Jangan bersikap mencurigakan." Ujar Ayumi sedikit frustasi.


***


Beberapa saat kemudian dokter keluar dan menemui mereka yang menunggu.


"Bagaiamana keadaan nya dok?apa yang terjadi?" Tanya Jay.


"Pasien mengalami syok Anafilaksis.Hal ini karena di picu oleh beberapa jenis alergen.Kami juga menemukan bahwa pasien mengonsumsi jenis kacang yang memicu terjadi nya syok Anafilaksis.Untuk sementara pasien harus di rawat agar kami dapat memantau perkembangan nya." Ucap Dokter.


"Baik,dok.Terimakasih." ucap Jay.


"Kerja bagus,jika saja pasien terlambat di tangani akan berkibat fatal." Ujar Dokter.


"Kalau begitu saya pamit dulu." Pamit si Dokter lalu pergi berlalu.


"Kau hebat Jay,sudah menyelamatkan nya." Ucap senior menepuk pundak Jay.


"Aku capek." Jay kembali duduk sambil menghela nafas panjang.


"Sebaiknya kita memberitahu keluarga nya.Biar kelurga nya saja yang berjaga." Ujar Senior.


"Terserah,kak." Sahut Jay yang masih memejamkan mata nya.


"Tunggu sebentar,aku akan menelepon pihak sekolah meminta nomor keluarga nya.Kau istirahat dulu,aku sekalian beli minuman." Setelah berkata demikian senior pergi meninggalkan Jay.


Mendengar kata minuman seketika Jay teringat kejadian saat melihat Alana sedang minum sebelum insiden ini terjadi.


"Apa gara gara minuman itu?tapi kenapa Alana meminum nya jika tahu dia alergi itu?tapi kalau bukan gara gara itu jadi apa?sebelum nya ia juga terlihat biasa saja."


"Tidak mungkin dia meminum sesuatu yang mencelakai diri nya.Atau ada seseorang di balik ini?kenapa memusingkan?lebih baik aku tanya setelah dia sadar." Gumam nya lagi dalam hati.


***


Yedha sedang dalam perjalanan menuju tempat pelatihan renang.2 minggu lagi akan di adakan lomba renang Nasional.Dan berkat kemampuan hebat nya ia terpilih oleh sekolah sebagai perwakilan.


Di dalam bus,ia beripikir keras tentang Alana.Bahkan wajah nya terlihat kusam.


"Apa yang terjadi?Alana kenapa tadi?seharus nya aku terus berlari saja tadi.Dia baik baik saja kan?aku berharap dia tidak kenapa kenapa.Tapi.....arghhh!!!!!" Yedha geram karena otak tidak bisa tenang memikirkan apa yang terjadi pada Alana.


"Kau kenapa?" Tanya Niko yang berada di sebelah nya.


"Tidak.Aku tidak apa apa." Balas Yedha.