Memories For You

Memories For You
Buku PR



"Sedikit." Jawab Alana.


"Maaf.." Ucap pemuda itu lagi yanh membuat Alana meleleh dengan wajah tampan nya.


"Ekhem.." Deheman seseorang bersamaan dengan kehadiran 3 orang siswi.


"Boleh gabung kan?"


Dyfan dan Alana kompak menatap ke arah ketiga nya.


"Boleh," ujar Dyfan ramah.


Seorang gadis duduk di sebelah Dyfan dan dua lagi di sebelah Alana.


Alana merasa perasaan nya buruk kedatangan 3 orang ini.


"Apa dia pacar Dyfan?" Batin nya sambil menatap gadis cantik yang terkesan feminim dan lembut.


"Aku Ayumi." Gadis yang berada di sisi Dyfan memperkenalkan diri.


"Aku Tantri."ucap Gadis berambut pendek.


" Aku Lyn."Timpal satu nya lagi.


"Salam kenal semua nya,aku Alana." Balas Alana.


"Aku merasa mereka ini ada niat lain." Batin Alana melihat terselip ke pura pura an akrab dari mereka bertiga.


"Mereka teman sekelas ku." Ucap Dyfan menjelaskan.


"Oh iya." Sahut Alana.


"Kalian sudah lama kenal ya?" Tanya Ayumi sambil tersenyum lembut menatap Alana.


"Baru beberapa hari." Jawab Alana pura pura meladeni.


Sebenarnya ia merasa risih dan ingin segera pergi.Karena dua orang yang duduk di sebelah Alana terus menatap diri nya.


"Wah,,sepatu mu ini bermerk ya?" Ucap Tantri sambil menginjak kan kaki nya pelan ke atas sepatu Alana.


"Maaf,apa yang kau lakukan?" Alana terlihat kesal.


"Apa yang ku lakukan?ya ampun kau ini berlebihan." Sangkal Tantri.


Alana ingin membalas perkataan nya lagi,tapi di saat yang bersamaan Jay tiba tiba muncul.


"Bagaimana kau bisa sesantai ini?kau sudah merusak buku PR ku masih saja punya waktu bermalasan." Ketus Jay sedikit dengan nada marah berkata pada Alana.


"Hah?" Alana bingung sebentar.


Semua nya menatap Jay bingung.


"Aku tidak bicara pada kalian.Simpan ekspresi jelek kalian itu." Ketus Jay lalu pergi.


"Wah,sok hebat sekali dia." Kesal Lyn.


"Seperti nya aku harus segera pergi." Pamit Alana.


"Tidak apa apa.Pergilah." tutur Ayumi dengan lembut.


Alana pun pergi meninggalkan mereka.


"Apa tadi itu?Jay sedang menolong ku ya?Seperti nya aku banyak berhutang budi dengan nya." Gumam nya dalam hati.


Masih berjalan menuju kelas,Alana tiba tiba melihat koin yang menggelinding di hadapan nya.Dengan sigap ia menginjak koin itu.


"Punya siapa ini?" Gumam nya pelan.


"Punya ku!!!" Teriak seorang pemuda yang terlihat ngos ngosan.


"Tunggu!" Ucap pria itu lagi sambil mendekati Alana.


"Koin mu?" Tanya Alana.


"Iya." Angguk pemuda itu.


Alana membungkuk mengutip koin tersebut.


"Ini." Alana menyerahkan koin itu.


"Te,terima kasih nona penyelamat." Ucap pria itu masih mengatur nafas.


"Kau berlarian hanya untuk koin ini?" Tanya Alana.


"Iya.Ini sisa uang yang kumiliki hari ini." Ucap pemuda itu dengan polos.


"Apa dia anak orang susah?tapi seperti nya sepatu nya sama merk nya dengan ku." Gumam nya dalam hati.


"Terimakasih.Aku pergi dulu." Pamit pemuda itu sambil berlari kecil.


Tapi belum terlalu jauh pergi pemuda itu kembali menghampiri Alana.


"Ada apa?" Tanya Alana heran.


"Saya akan membalas jasa nona penyelamat lain kali.Nama saya Arka." Setelah mengucap kan itu Pemuda yang bernama Arka itu benar benar pergi.


"Segitu berharga nya koin itu." Lirih nya melihat sosok pemuda itu hilang.


Alana pun melanjutkan langkah memasuki kelas nya.


Sepanjang lorong menuju kelas nya ramai murid berlalu lalang.Dan seorang pemuda dengan wajah ciri khas asia timur,tertegun ketika sekilas berpapasan dengan Alana yang tidak jelas ia tatap wajah gadia itu.


"Wangi ini,," pemuda itu berbalik badan mencari cari sosok dari wangi yang sangat ia kenal.


Karena banyak sekali murid berlalu lalang ia tidak mendapat sosok yang ia endus wangi nya.


"Mungkin ada yang menggunakan parfum yang sama dengan nya." Lirih nya lalu pergi melanjutkan perjalanan nya.