
"Mereka menggangu mu lagi?" Tanya Yedha sangat serius.
"Ah,seperti nya ini jilid terbaru ya." Ucap gadis tomboy yang bernama Karrie mengalihkan pembicaraan.
"Iya,," sahut Alana canggung.
"Aku belum membaca ini.Boleh aku pinjam nanti." Basa basi Karrie pada Alana.
"Tapi ini,,,"perkataan Alana di potong oleh Yedha.
" Kenapa kau menganggu orang sih?!"ketus Yedha.
"Hey,tidak apa.Lagian ini bukan punya ku." Timpal Alana.
"Tapi kan,," Yedha di sela oleh Karrie.
"Jangan bilang ini buku mu,," Karrie memicingkan mata nya menatap Yedha.
"Ada apa kalau ini punya ku?" Ketus Yedha malah berdebat dengan Karrie.
"Emang boleh seribut ini di perpus?" Tegur Alana yang tak ingin mendengarkan mereka.
"Siapa yang akan protes?" Ucap Karrie angkuh.
Tok!tok!tok!
Penjaga perpus memukulkan spidol di atas meja mengisyaratkan agar mereka diam.
"Tuh kan,," decak Alana.
"Baiklah.Kami tidak akan ganggu lagi.Ayo Arka,si ikan hias ini akan berkembang biak dulu." Ejek Karrie Yedha yang menatap nya kesal.Karrie bangkit di ikuti oleh Arka.
"Kami pergi dulu." Ucap Karrie.
"Sampai jumpa." Arka melambai kecil pada Alana.
Mereka berdua pun pergi meninggalkan Yedha dan Alana.
"Maaf kan teman teman ku,yah." Ucap Yedha.
"Tidak apa.Mereka asik kok." Sahut Alana.
"Masih fokus membaca?" Tanya Yedha.
"Masih,," sahut nya tapi terdengar bunyi alarm perut yang terdengar juga oleh Yedha.
Kkkrruukk,,,,
"Mau makan?" Tawar Yedha sedikit terkekeh.
"Iya,," sahut Alana pelan karena merasa malu.
Mereka pun pergi menuju kantin.Di sepanjang jalan menuju kantin Yedha selalu di sapa oleh setiap siswi yang berpapasan dengan mereka.Dan Yedha selalu membalas ramah mereka.
"Seperti nya kau populer ya." Celetuk Alana.
"Tidak.Aku hanya membalas sapaan mereka saja." Jawab Yedha santai.
"Sama saja,," gerutu Alana pelan.
"Sebentar." Ucap Yedha berhenti di depan mesin koin minuman.
Alana pun menurut dan menunggu pemuda itu mengambil minuman.
"Ini," Yedha menyerahkan sebotol minuman susu rasa pisang.
"Ini minuman kesukaan mu,kan?" Ujar Yedha.
"Bagaimana bisa,,," Alana tercengang.
"Itu tidak mustahil.Sebenarnya kita dulu sangat dekat.Hanya saja kau tidak mengingat ku." Ucap Yedha kembali melangkahkan kaki nya sambil membuka sebotol minuman yang sama dengan Alana.
"Walau kau tidak mengingat ku,bukan berarti aku juga tidak mengingat mu." Sambung nya tanpa mengetahui Alana yang masih diam di tempat nya berdiri tadi.
"Ingatan apa ini?" Batin Alana ketika mengingat potongan potongan memori yang tiba tiba muncul.
"Alana?" Ia langsung berlari menghampiri Alana yang tertinggal.
"Ada apa?" Ucap nya panik melihat Alana seperti kesakitan kecil memegang kepala nya.
"Tidak ada.Aku cuma sedikit pusing." Jawab nya.
"Kita duduk saja dulu." Yedha menuntun Alana duduk di kursi yang tersedia di dekat mesin minuman itu.
"Masih sakit?" Tanya Yedha cemas.
Alana hanya mengangguk.
"Maafkan aku." Lirih Yedha.
Alana menatap bingung Yedha.Untuk apa ia minta maaf.
"Bagian mana yang sakit?" Tanya Yedha sambil mengelus elus puncak kepala Alana.
"Perasaan ini,,seperti tidak asing." Batin Alana.
"Apa benar aku melupakan pria ini dalam ingatan ku?" Sambung nya masih menatap intens Yedha yang sedang memijit perlahan kepala nya.
"Apa kita sudah lama saling kenal?" Tanya Alana dengan wajah serius.
"Jangan terlalu paksakan mengingatnya.Maafkan aku terburu buru." Ucap Yedha tanpa membalas tatapan Alana.
"Sudah lama?" Tanya Alana lagi.
Yedha menghela nafas nya dan menarik tangan nya dari kepala Alana.
"Mari mengingat nya perlahan saja jika membuat kepala mu sakit." Ucap Yedha.
"Jawab Yedha!" Bentak Alana.
Sejenak Yedha terdiam.
"Ayah ku selalu berkata bahwa semua orang yang ku kenal di masa lalu ku adalah penyebab aku kehilangan ingatan ku.Dan itu sebab nya aku pindah ke sini karena,ayah berkata aku tidak pantas lagi mengingat masa lalu yang buruk itu!" Ujar Alana menatap nyalang Yedha.
"Tapi Alana,,"
"Cukup! Maupun kita memiliki hubungan spesial di masalalu itu,aku tidak ingin mengingat nya lagi.Jadi jangan kan perlahan,aku tidak berkeinginan sedikit pun melakukan nya." Ucap Alana lagi.
"Jadi,mari kita tidak berdekatan lagi." Alana bangkit dari duduk nya lalu pergi meninggalkan Yedha yang diam terpaku.
"Benar Alana.Aku yang tidak bisa membantu mu saat itu,dan bahkan yang mengetahui pelaku nya sangat tidak pantas kau ingat lagi." Lirih Yedha merasa sedih.
"Padahal aku selalu menantikan bisa bertemu dengan mu lagi,," Yedha menunduk dan mengacak gusar rambut nya.
Dari kejauhan tak sengaja Jay melihat kejadian itu semua.
"Apa ini? Ternyata mereka sudah lama saling kenal" gumam Jay.
Melihat Yedha bangkit ia segera berlalu dari tempat nya berdiri tadi lalu pergi menuju kelas nya.
Saat pelajaran kedua di mulai,Alana terlihat tidak bersemangat.Jay mulai memperhatikan nya dan terbesit di hati nya untuk menghibur gadis itu.Tapi Jay sebagai introvert sejati yang kaku tidak tahu harus berbuat apa.Diam diam ia membuka ponsel nya lalu mencari di internet tentang membuat seorang gadis terhibur.
Ia mencari dengan kata kunci "Cara menghibur gadis yang sedang bad mood."Dan keluar lah beberapa pilihan.
1.Tunjukkan simpati.Jay yang kaku bahkan tidak tahu cara menunjukkan simpati yang benar.Bisa bisa ia hanya akan membuat Alana semakin jengkel.
2.Hibur dengan hal kesukaannya.Jay berpikir keras apa hal yang di sukai gadis yang baru ia kenal ini.
3.Alihkan perhatian nya.Kali ini Jay tidak tahu seprti apa lagi karena mereka tidak begitu dekat.
4.Dengarkan keluhannya.Ia saja selalu irit bicara dengan gadis di samping nya,bisa bisa ia terlihat aneh jika melakukan hal itu tiba tiba.
5.Beri ruang sendiri.Jay memiliki sedikit harapan pada cara ini.
6.Jangan di ambil hati.Dan yang terakhir,
7.Kasih hadiah.Apakah tidak terlihat aneh tiba tiba ia memberikan hadiah pada Alana? Pikr nya.
"Hm,,seperti nya aku bisa melakukan tiga cara dia antara ini semua." Gumam nya dalam hati.