Memories For You

Memories For You
Pulang bersama Yedha



"Aku menelpon nya kemari tadi saat meminta pertolongan.Tapi sudah ku bilang kita tidak apa apa,dia datang juga karena mengkhawatirkan mu." Tutur Karrie.


"Akan ku antar pulang." Ucap Yedha.


Alana terlihat berpikir sejenak.


"Minuman ini sudah terlanjur di buat.Sayang kalau tidak di minum." Ujar Alana yang mengkode agar Yedha duduk dulu.


Terukir senyum di wajah Karrie.Yedha pun segera mengambil posisi duduk dekat Arka yang sedang menikmati cemilan.Dan Karrie duduk di samping Alana.


"Untung saja si Jovano itu sudah pergi.Kalau tidak dia pasti akan bersenang senang di dekat Alana." Gerutu Karrie dalam hati.


Sebenarnya Karrie sengaja menyuruh Yedha datang ketika ia pamit akan membuat minuman.Melihat gelagat Jovano seperti senang berada di dekat Alana membuat Karrie khawatir akan posisi sahabat nya itu.


Mereka pun sibuk membahas kejadian tadi di selingi beberapa tawaan yang hadir karena sedikit lawakan dari Arka.


Beberapa saat kemudian karena hari semakin sore,Yedha mengajak Alana pulang.Dan mereka pun meninggalkan rumah Karrie mengendarai mobil Yedha.


Di dalam mobil itu mendadak situasi menjadi canggung.Alana hanya terdiam dalam pikiran nya sendiri.Ia tidak akan berbicara apa pun atau menunjukkan arah rumah nya.Ia masih gengsi berbicara dekat dengan Yedha karena perdebatan tempo hari.Belum lagi belakangan juga Yedha berlaku cuek pada nya.


"Kau tidak lapar?" Tegur Yedha.


"Tidak." Sahut nya cepat.


"Aku harus ke mini market sebentar." Ucap Yedha sambil membelokkan mobil nya ke area parkir minimarket.


"Tunggu lah sebentar." Ucap nya lagi lalu setelah melepas sabuk pengaman nya pemuda itu turun.


Alana menghela nafas lega seperti habis tercekat.


"Kenapa aku mau di antar pulang oleh nya.Bahkan aku tidak bisa bernafas dengan nyaman saking berdebar debar." Gerutu Alana merutuki diri.


Tak beberapa lama kemudian,Yedha kembali dengan membawa sekantong plastik berisi minuman dan beberapa cemilan.


Yedha membuka pintu dan masuk.Ia menyodorkan sekantong barang yang ia beli tadi.Yedha sudah mengambil terlebih dahulu sebotol minuman susu rasa pisang.


"Aku tidak ingin sok tahu lagi tentang diri mu.Jadi pilih lah yang mana yang kau suka." Ucap Yedha tanpa melihat ke arah Alana sambil membuka tutup botol minuman itu dan meminum nya.


Alana memperhatikan pemuda itu dengan seksama.Dan setelah Yedha selesai meminum separuh isi minuman itu,ia menutup kembali botol nya.Namun hal tak terduga terjadi.Alana merebut botol itu dari tangan Yedha.Pemuda itu terperangah menatap Alana.


"Jangan pura pura tidak tahu.Kau bahkan tidak membeli satu pun yang ku suka.Dan malah mengambil yang ini." Ketus Alana sambil membuka penutup botol itu dan meminum nya.


Pipi Yedha terasa memanas.Alana baru saja meminum bekas bibir nya.Dan saat Alana meminum susu itu ia baru tersadar dengan apa yang barusan ia lakukan.


"Apa kau telah kau perbuat Alana!!!" Rutuk Alana dalam hati.


"Seperti nya dia memang sangat mengenal ku." Batin Alana.


Mereka pun tiba di halaman luas milik Alana.


"Terimakasih," ucap Alana sambil berusaha melepaskan sabuk pengaman yang macet.


Melihat Alana kesulita,Yedha pun mencondongkan tubuh nya meraih sabuk pengaman itu.


"Ini,,ini,,terlalu dekat,," batin Alana gugup setengah mati.


"Sudah," ucap Yedha setelah berhasil melepaskan selt belt itu.


"Terimakasih." Ucap Alana lagi.


Tapi belum sempat turun kaca di sisi kanan Yedha di ketuk oleh ayah Alana dari luar.


"A,ayah?" Alana terkejut sekaligus bingung harus mengatakan apa.


"Ayo turun," ucap Yedha santai.


"Tidak,kau di dalam saja." Tahan Alana lalu keluar.


"Ayah?sedang apa?" Tanya Alana tersenyum kikuk.


"Dengan siapa kamu pulang?" Tanya ayah sedikit tegas.


Yedha dengan segera keluar dari mobil dan menyapa Ayah Alana.


"Paman," sapa Yedha.


Alana melototi Yedha dengan maksud kenapa pria itu keluar.Yedha malah menyalami ayah Alana yang sedang memasang wajah tegas.


"Alana,masuk ke dalam!" Perintah Ayah.


"Tapi,ayah,," sela Alana.


"Ayah bilang masuk!" Ucap ayah sedikit menekankan.


"Baik,," lirih Alana tertunduk khawatir akan terjadi sesuatu pada Yedha.


Alana melihat sekilas dari kejauhan ekspresi wajah kedua nya terlihat serius.


"Semoga tidak terjadi hal serius dengan Yedha." Batin Alana sambil melangkah masuk ke dalam rumah nya.