Memories For You

Memories For You
Tangga darurat



Jay menuliskan sesuatu diatas buku tulis nya,lalu menyodorkan buku itu di hadapan Alana.Melihat Jay menyodorkan buku itu sekilas Alana menatap heran pemuda di samping nya.Lalu Jay memberikan kode agar membaca tulisan di buku itu.


Alana pun membaca tulisan itu.


"Bisa pindah ke sini? Aku tidak bisa melihat jelas apa yang di jelas kan guru.Bergerak lah ketika guru lengah jika kau mau." Begitu isi tulisan itu.


Ia merasa sedikit kesal,tapi begitu melihat cahaya matahari yang masuk ke jendela tepat di samping Jay ia pun mengangguk setuju sambil menggeser buku itu kembali ke Jay.


Jay hanya mengetahui Alana suka duduk di bawah sorotan hangat matahari.Kebetulan cuaca di hari itu tidak terlalu panas.Dan begitu ada kesempatan bergeser dengan segera mereka berpindah posisi duduk.


Jovano yang entah kerasukan apa akhir akhir ini aktif masuk ke kelas memperhatikan gerak gerik mereka dari kursi belakang.Ia tertawa kecil tapi terkesan sepele.


"Menjijikkan." Gerutu nya.


****


Jam istirahat selanjutnya Alana memutusakan pergi makan siang ke kantin.Tapi saat ia berada di kantin semua mata memandang nya jijik.


"Ada apa dengan mereka." Batin nya yang kesal mendapat tatapan seperti itu.


"Pasti gara gara rumor itu." Pikirnya lagi.


Alana lebih mementingkan perut nya dari pada pendapat orang orang itu.Saat membawa makanan nya dan mencari tempat duduk ia tidak melihat ada tempat duduk yang kosong,belum lagi tatapan mata yang menjijikkan itu mengarah terus pada nya.Melihat Jay berada di sudut kantin juga sedang makan ia pun berjalan menuju pemuda itu.


Jay sedang makan sambil memainkan ponsel nya mencari hadiah untuk seorang gadis di internet.Ia tidak menyadari kehadiran Alana yang sudah duduk di hadapan nya.Alana pun berdehem demi menyadarkan pemuda itu akan kehadiran nya.


"Ekhem,,"


Jay yang terkejut buru buru mematikan ponselnya dan mengubah air muka nya menjadi datar.


"Aku akan menghabiskan makanan ku di sini lalu pergi." Ucap Alana lesu.


"Ya." Sahut Jay singkat.


Dada nya terasa berdebar debar dengan kehadiran gadis ini.Ia pun berusaha menikmati makan siang nya dengan jantung yang berdetak tak karuan.


Di sela keheningan mereka berdua,datang lah seorang gadis yang tiba tiba menuangkan makanan dari food tray sekat 5 itu ke atas makanan milik Alana.Semua murid yang berada di sana tak terkecuali Alana dan Jay terkejut.


Alana menatap gadis yang tak lain adalah Ayumi dengan tatapan datar.


"Kenapa? Makanan ku masih bersih kok.Tidak perlu berterima kasih karena menggantikan makanan kotor mu itu." Ujar Ayumi tersenyum sepele.


"Setidak nya makanan ku tidak sekotor hidup mu." Bisik Ayumi di telinga Alana dengan sedikit membungkuk.


Jay merasa geram,tapi ketika ia ingin membela Alana hal mengejutkan terjadi.Alana menghantamkan kepala nya tepat di wajah Ayumi yang masih berada di sisi telinga nya.Hal itu membuat Ayumi jatuh ke belakang sambil bersimpuh memegang hidung nya yang mengeluarkan dar*h.


"Dasar sialan! Apa yang kau lakukan!!" Maki Ayumi sambil meringis kesakitan.


Semua orang di sana menonton pertunjukkan seru itu dan bahkan merekam nya.


Belum sempat Ayumi bangun,Alana menuangkan seluruh isi nampan food tray nya di atas tubuh Ayumi.Hal itu semakin membuat heboh orang di sekitar nya tapi tidak ada yang berani mendekat.


Jay meloloskan senyuman devil melihat aksi Alana.


"Dasar wanita murahan!!" Maki Ayumi.


Praangg!!!


Alana membanting food tray yang berbahan stainless steel itu tepat di samping Ayumi dan membuat keadaan semakin seru.


Ayumi terperanjat dengan bunyi keras itu.


"Kau membuat ku tidak berselera.Makan saja itu dari pada mubazir." Ucap Alana dengan ekspresi datar.


Lalu Alana pergi meninggalkan Ayumi yang syok itu.Belum lagi ia merasa malu di lihat oleh banyak siswa yang menonton.


"Sayang sekali makanan itu jatuh di tempat yang kotor." Ucap Jay sambil berlalu meninggalkan Ayumi juga.


"Alana,,," geram Ayumi sambil meremas ujung rok nya.


Alana pergi ke tangga darurat yang menuju atap sekolah.Ia duduk di sana sambil meminum sebotol susu pisang demi mengganjal lapar nya.Entah mengapa ia merasa ingin menangis.Dan akhirnya itu benar benar terjadi.Ia menekuk lutut nya dan menenggelamkan wajah nya kebawah sambil terisak.


Tanpa ia sadari,sejak tadi ada seseorang yang melihat nya seperti itu dari arah belakang nya.Orang itu adalah Jovano.Pemuda itu baru saja selesai menghabiskan beberapa batang rokok di atap sana.Ketika berjalan turun meniti tangga darurat ia terhenti mendengar suara langkah kaki yang menuju ke atas.Namun langkah kaki itu tak terdengar lagi ketika berada di tengah tangga darurat.


Karena penasaran diam diam ia mengintip siapa orang itu.Ia melihat Alana menghabiskan susu pisang sambil menangis lalu tertunduk menekuk lutut.


Walau sedikit bingung apa yang terjadi pada wanita itu,ia merasa tiba tiba sedikit kasihan.Ia hanya tahu sosok Alana yang selalu melawan nya.Melihat sisi lain gadis itu membuat hati nya sedikit tergerak bersimpati.


"Lebih baik aku di sini dulu." Pikirnya yang takut Alana merasa malu jika ia menerobos pergi begitu saja.


Dan Jovano pun memutuskan berada di sana sampai Alana pergi.