
Saat istirahat kedua tiba,Alana pergi ke perpustakan.Sampai hari ini juga ia belum mendapatkan teman wanita.Ia merasa aneh kenapa satu pun tidak ada yang berniat menyapa atau berkenalan dengan nya du kelas.
Apa karena dia terlihat dengan Jay dekat gara gara makan bersama di kantin tempo hari?atau karena ia bermasalah dengan Jovano sehingga mereka tak ingin terlibat dengan Alana karena takut terkena imbas?
Dari pada memusingkan itu Alana lebih memilih membaca buku.
Alana merasa damai di tempat yang tenang itu.Ia benar benar menikmati buku yang ia baca.Detik itu juga,datang 3 orang siswi yang membawa minuman sari buah buah an menghampiri Alana.
"Kalian?" Alana sedikit terkejut dengan kehadiran ketiga nya yang tiba tiba.
"Maaf mengganggu.Tapi kita tadi kan belum sempar berkenalan dengan baik." Uca siswi itu yang ternyata adalah Ayumi dan kedua teman nya.
"Ah,iya" sahut Alana.
"Ini aku teraktir,sebagai salam perkenalan." Ujar Ayumi sambil memberikan minuman itu pada Alana.
"Tidak perlu seperti ini.Aku jadi tidak enak." Tolak Alana.
" Gak baik menolak pemberian orang yang tulus."ucap Lyn yang duduk disamping Alana.
"Ini minuman tidak ada apa apa nya kan?" Batin Alana.
"Kau takut ya kalau kami kerjai?Ini aman kok." Ujar Tantri.
"Tidak bukan begitu." Ucap Alana.
"Aku cuma merasa tidak enaknsama kalian saja kok." Sambung nya.
"Kau bisa juga meneraktir kami lain kali." Ayumi bangkit dari duduk nya.
"Kami tidak akan mengganggu kamu lagi.Selamat menikmati membaca buku nya,ya?" Ayumi tersenyum manis.
"Terimakasih ya?" Ucap Alana.
"Iya sama sama."
"Kami pergi dulu." Pamit Ayumi.
Lalu ketiga sosok itu menghilang dari hadapan Alana.
"Gak ada apa apa kan sama minunan ini?" Batin nya menatap minuman yang ada di hadapan.
"Mungkin mereka bener bener tulus." Gumam nya.
Merasa sudah sebentar lagi masuk pelajaran selanjutnya Alana mengakhiri acara membaca buku itu.Ia meletakkan kembali buku yang ia baca lalu duduk kembali.
"Kalau ku buang pasti tidak sopan kan.Baiklah,ku minum saja." Batin nya meraih botol tersebut dan meminum nya.Baru saja sekali teguk tiba tiba terjadi sesuatu.
"Akh!!!akh!!!"
Dada Alana terasa sesak dan tenggorokan nya terasa tercekat.
Ia berusaha menghirup oksigen yang seakan melarikan diri dari sekitar.
Bibir nya tampak membiru,kulit nya seketika terlihat pucat,detik itu juga ia terjatuh ke lantai.
"Akh!!akh!!"
Alana tidak bisa mempertahankan kesadaran nya,ketika ia akan tergeletak di lantai seorang pemuda dengan sigap memeluk nya agar tidak terbaring ke lantai.
Kesadaran nya pun benar benar menghilang.
"Alana!Alana!bangun Alana!!" Jerit Jay.
Pov Jay...
Jay sedang mengembalikan buku yang ia pinjam minggu lalu.Setelah melapor kepada penjaga perpusatakaan ia melihat Alana sedang duduk meminum sesuatu.Tapi ketika hendak pergi dari sana terdengar jelas suara Alana seperti tercekat.Ia membalikkan badan nya dan segera berlari ke arah Alana di ikuti oleh penjaga perpustakaan.
Adegan Alana setelah meminum itu lalu pingsan sangat cepat terjadi dalam hitungan detik.
Ia menangkap tubuh Alana yang akan terjatuh ke lantai.
"Alana!Alana!bangun Alana!!"
Dengan segera ia mengangkat tubuh Alana.
"Saya sudah menelpon ambulance." Ucap penjaga itu sambil mengikuti Jay yang berlari sambik menggandong Alana.
"Tidak!Kita naik mobil saja pak!"ucap Jay dengan suara yang tak beraturan.
" Ya sudah naik mobil saya saja.Ke basement,mobil saya di sana."
Semua murid yang melihat mereka heboh.