Memories For You

Memories For You
Berteman



Semua murid sudah masuk dan duduk di tempat mereka masing masing.Wali kelas mereka memberikan informasi tentang pesta olahraga yang di adakan tiap tahun nya.Dan kini giliran mereka yang menjadi tuan rumah nya.Wali kelas ingin mengetahui siapa saja yang ikut berpartisipasi dalam perlombaan itu.


"Kau tidak ikut?" Bisik Alana pada Jay.


"Aku tidak memiliki banyak energi." Sahut Jay datar.


Alana hanya membulatkan mulut nya mengerti perkataan Jay.


"Benar,energi nya sudah habis untuk menjadi juara dalam pelajaran." Batin Alana.


"Kira kira pria menyebalkan di belakang ikut apa?" Batin Alana memikirkan Jovano.


"Jovano,kamu masuk ke dalam tim basket ya.Tim basket sekolah kita kekurangan anggota." Pinta wali kelas.


"Akan saya pikirkan dulu,bu." Sahut Jovano.


"Baiklah.Jika kalian ingin berpartisipasi dalam perlombaan lain nya silahkan lapor pada ketua kelas.Karena sebelum perlombaan akan seleksi untuk siswa terbaik yang akan mewakili sekolah kita." Jelas wali kelas.


"Baik,bu." Sahut semua siswa serempak.


Setelah menyampaikan itu wali kelas pun keluar karena pelajaran pertama akan di mulai.


***


Jam istirahat tiba,Alana pergi ke perpustakaan karena malas ke kantin dan bertemu dengan Ayumi,Dyfan ataupun Yedha yang semua nya sedang ia hindari.


Ketika sedang mencari buku yang akan di baca,Alana teringat akan Yedha yang memberikan nya komik beberapa waktu lalu.Dengan segera ia menepis wajah Yedha yang terbayang tiba tiba itu.


Alana tertarik dengan sebuah buku dan menarik nya dari rak itu dan membawa nya ke kursi tempat membaca.


Baru saja memulai membaca dua sepasang anak manusia datang menghampiri nya.


"Alana!" Panggil Gadis yang tak lain adalah Karrie.


Alana segera menoleh ke sumber suara.Lalu ia tersenyum menyambut dua orang yang sedang berjalan mendekat.


"Lagi baca apa?" Tanya Arka yang duduk di hadapan nya.


"Ini,," Alana menunjukkan cover buku itu.


"Kami mencari mu tadi kemana mana." Ujar Karrie yang duduk di sebelah Alana.


"Aku ingin tempat yang tenang." Sahut Alana.


"Kalau begitu apa kami mengganggu?" Tanya Karrie.


"Jika kalian terus bertanya mungkin aku tidak bisa membaca buku ini." Ucap Alana.


"Lebih baik ikut kami saja ke kantin.Kalau perut lapar tidak akan fokus membaca nya." Ujar Arka.


"Aku sedang tidak ingin ke kantin." Tolak Alana.


"Oh aku mengerti." Sahut Karrie yang faham.


"Bagaimana jika aku saja yang pergi.Kalian tunggu di sini." Arka menawarkan diri.


"Bukanya Tidak boleh membawa makanan kan di perpustakaan,," lirih Alana.


"Kalau begitu kita makan di tempat lain saja.Seperti di taman." Ujar Arka.


Melihat kegigihan kedua orang ini yang ingin berteman dengan Alana,dia pun luluh dan memutuskan bermain dengan mereka.


"Baiklah." Setuju Alana.


"Yes!!" Pekik Arka.


"Kalian tunggu lah di sana.Aku ke kantin dulu." Ucap Arka sambil berdiri.


Lalu Arka pun pergi.


"Ayo!" Ajak Karrie.


Setelah mengembalikan buku ke tempaf nya Alana dan Karrie berjalan santai menuju taman.


"Kau sekelas dengan Arka?" Tanya Alana.


"Iya. Aku,Arka dan Yedha satu kelas.Kami juga berteman dekat." Jawab Karrie.


"Oh,begitu ya." Lirih Alana.


"Alana,kau pasti merasa kami mendekati mu karena ada sesuatu." Ucap Karrie tiba tiba.


"Tidak,aku tidak berpikir seperti itu." Sangkal Alana.


"Jadi kenapa kau harus mempertimbangkan berteman dengan kami?" Tanya Karrie.


"Aku punya alasan pribadi.Tapi bukan tentang kalian atau aku tidak menyukai kalian." Alana mencoba menjelaskan.


"Apa karena Yedha?" Tebak Karrie.


"Bu,bukan." Alana sedikit gelagapan.


"Sejak hari di mana kita jumpa pertama aku melihat Yedha sedikit murung.Mungkin kalian memang bermasalah.Tapi aku murni ingin berteman bukan meluruskan permasalahan kalian.Itu adalah urusan kalian." Ungkap Karrie.


"Terimakasih Karrie.Tapi jika berteman dengan kalian otomatis aku juga akan sering bertemu Yedha." Alana sedikit merasa sedih tapi entah mengapa.Setiap ia memikirkan Yedha hati nya tetasa sedih.


"Tidak,aku janji bajing*n kecil itu tidak akan mengganggu apalagi mendekati mu." Ucap Karrie dengan percaya diri.


"Kau ada ada saja." Alana tertawa kecil.


"Yedha,kau harus liat perjuangan ku iniIni demi kau tahu,," batin Karrie yang berniat sebenarnya memperbaiki hubungan Alana dan dia.Karena Alana adalah gadis yang selalu di ceritakan oleh Yedha dan sangat di rindukan pemuda itu


"Kau ikut lomba apa?" Tanya Alana mengalihkan pembicaraan.


"Aku memanah." Jawab Karrie.


"Oh," lirih Alana.


"Kau apa?" Tanya Karrie.


"Aku tidak mengikuti satu pun." Jawab Alana.


"Kenapa?" Tanya Karrie heran.


"Kesehatan ku tidak sebaik itu untuk olahraga." Jelas Alana singkat.


"Sangat di sayangkan.Padahal aku akan menjadi yang pertama menyoraki mu nanti nya.


" kau ini ada ada saja."Alana merasa lucu.


"Seperti nya lebih baik duduk di sini sambil melihat tim sepak bola latihan." Ujar Karrie sambil menunjuk ke arah bangku yang berbentuk kubus terbuat dari batu bata yang di susun.


"Iya," sahut Alana.


Mereka pun berbincang kecil sambil menunggu Arka.Dan tiba tiba sebuah bola kaki mengarah kepada mereka berdua.Alana yang tidak tahu dengan kedatangsn bola itu terkejut mendengar Karrie berteriak sambil memeluk nya agar tidak terkena hantaman bola itu.


"Awass!!!" Teriak Karrie sambil memeluk.


Tapi kedua nya merasa aneh,karena tidak merasakan hantaman apa pun.Perlahan kedua nya mendongak kan kepala.Ternyata seorang pemuda telah menghadang bola itu.


"Dia,,," lirih Alana.