
" Haahaa PD amat wanitaku ini..." kata Rafa sambil melepaskan pelukannya.
" Tapi benerkan????" goda Alya
Merekapun bersenda gurau bersama. Dan tiba-tiba telepon Rafa berbunyi....
Rafa mengambil teleponnya dari saku celananya. Ternyata yang menelfon itu adalah Papanya Rafa.
" Kenapa tidak diangkat yang telvonnya? Emangnya dari siapa?" tanya Alya sambil makan eskrimnya.
" Tidak bukan dari siapa-siapa og sayang?" jawab Rafa sambil mengembalikan lagi teleponnya ke saku.
" O..." singkat Alya.
Kemudian telepon Rafa berbunyi kembali. Seperti sebelumnya Rafa tidak menjawabnya.
Dan ini membuat Alya penasaran telepon dari siapa hingga Rafa tidak mau menjawabnya.
" Sayang HP kamu bunyi terus dari tadi... Aku curiga... Itu dari selingkuhan kamu ya!!!" celetuk Alya.
" Nggak lah sayang !!!" jawab Rafa tegas.
" Buktinya dari tadi gak di jawab-jawab teleponnya." ucap Alya sambil beranjak ingin pergi
" Tunggu sayang !!! kamu mau kemana?" tanya Rafa sambil memegang tangan Alya.
" Pulang, ngapain juga disini lama-lama" ketus Alya.
" Sayang jangan marah dulu donk... Aku belom jawab kamunya udah nuduh aku yang nggak-nggak." ucap Rafa sambil berdiri memandang tajam ke arah Alya.
" Terus aku harus gimana? Dari tadi Hp bunyi terus harusnya di jawab malah di reject mulu !!" kata Alya cemberut.
" Sayang ini dari papaku.. Nih lihat Hp ku" jawab Rafa dengan menunjukkan Hpnya kepada Alya.
" Hemmm iya nama kontaknya Papa tapi nggak tau papa beneran atau bukan" kata Alya sambil melangkah meninggalkan Rafa.
" Oke-oke aku telepon balik" ucap Rafa.
Alya pun hanya senyum mendengar ucapan Rafa.
Beberapa saat kemudian akhirnya papa Rafa menjawab telepon dari Rafa.
" Hallo Fa kamu kemana? Ini masih jam kantor?" tanya Papa Rafa dengan marah.
" Pulang Pah... Bosan di kantor" jawab singkat Rafa.
" Mau jadi apa kamu kalau sikap kamu seperti ini terus !! Contoh itu kakak kamu !!"
" Sudah ya Pah aku capek" kata Rafa mematikan teleponnya.
Mendengar pembicaraan antara Rafa dan papanya. Alya merasa tidak enak dengan Rafa.
" Sudah kamu percaya kalau tadi yang telepon bukan selingkuhanku" kata Rafa.
" Sayang maafin aku yaaa..." ucap Alya sambil berjalan menghampiri Rafa dan memeluk Rafa.
" Sayang gara-gara aku, kamu di marahin papa kamu... Sebenarnya kamu pergi dari kantor bukan karena bosan atau capek kan? Kamu hanya ingin hibur aku kan? kata Alya sambil memeluk erat Rafa.
Rafa pun melepaskan pelukan Alya dan menatap kedua mata Alya dalam-dalam.
" Sayang lihat aku...! Sampai kapanpun kamu adalah prioritasku. Kalau aku bisa aku akan nglakuin apapun buat kamu sayang..." kata Rafa
" Sayang..." ucap Alya sambil memeluk Rafa kembali.
Rafa pun membalas pelukan Alya kemudian mencium kening Alya.
" Sudah ayo kita pulang!" ajak Rafa.
" Ayo..." ucap Alya sambil manja menggandeng lengan Rafa.
#DikantorDamar
Damar yang sejak tadi galau karena memikirkan masalah tadi malam. Tiba-tiba ingin turun tangan sendiri ke bagian IT. Untuk mendapatkan siapa pelaku sebenarnya.
Karena dia tidak sabar dengan hasil penyeledikannya Indra yang dia rasa terlalu lama.
" Tok..tok..tok.." Damar mengetuk pintu ruangan menejer IT.
" Masuk" kata menejer IT nya.
" Pak Damar silahkan duduk Pak" kata menejer IT yang beranjak dari tempat duduknya.
" Saya kesini ingin menindak lanjuti CCTV yang mati tanpa ada alasan yang jelas." ucap Damar serius
Menejer IT nya gugup mendengar ucapan Damar.
" Kenapa anda tidak langsung menjawab. Anda masih ingin mencari jawaban atau alasan yang tepat." tegas Damar.
" Begini Pak saya jelaskan..." katanya dengan gugup
" Sudah cukup... Saya disini tidak mau basa basi. Siapa yang menyuruh anda?" ucap Damar.
" Maksud bapak apa?" tanya Menejer IT nya.
Menejer IT kaget dan tidak menduga bahwa atasannya bisa semarah ini kepada dirinya. Selama dia kerja disini dia tidak pernah tau kalau Damar sedang marah.
" Mmma Maaf... Pak saya hanya disuruh?" ucap manejernya dengan menunduk.
" Siapa yang menyuruh kamu?" Tanya Damar tegas.
" Mmm..Mbak.. mbak Sherly... Pak.." jawab Manejer tersebut
Tanpa berkata apapun Damar langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut. Dan langsung pergi menemui Sherly di ruangannya. Tanpa mengetuk pintu Damar menerobos masuk dan menggebrak meja Sherly.
" Hey loe apa-apaan Mar tiba masuk ke ruangan gue dan nggebrak meja kerja gue!!!" ucap Sherly
" Terserah gue ini kantor gue...!!!" ucap Damar dengan marah.
" Ya gue tau... Tapi..." belum Sherly melanjutkan ucapannya. Sudah disela Damar.
" Cukup nggak usah banyak ngomong, gue cuma butuh penjelasan loe soal loe nyuruh pihak IT untuk matikan CCTV kantor !!" bentak Damar.
" Ooo itu... Sorry gue nggak bilang sama loe... Sebenarnya ini karena gue sebel sama seseorang. Gue pengen ngasih dia pelajaran Damar... !!!" kata Sherly.
" Jadi bener dugaan gue... Loe yang udah ngunciin anak PKL itu...! Gue gak ngerti jalan pikiran loe !!!" Ucap Damar emosi
" Ya itu karena ulah dia sendiri... !! Dia berani deketin Indra..!! Dia goda-goda Indra... !! Loe tau sendirikan gue cinta mati sama Indra !!!" jawab Sherly sambil menangis.
" Tetapi tetap salah yang loe lakuin Sher... ! Loe seperti bukan sherly yang gue kenal !!!" ucap Damar.
" Sudahlah Damar gue terima loe hukum gue apa? Yang penting gue puas udah balas Alya kaya tadi malam" kata Sherly.
" SP 3" ucap Damar tegas.
" Hah.. og langsung SP 3 aja sih Mar ! " rengek Sherly.
" Oke loe mau gue pecat!!!" ucap Damar sambil berjalan keluar ruangan.
" Jangan donk Mar...." rengek Sherly sambil mengejat Damar keluar ruangannya.
" Oke" singkat Damar
" Terimakasih Mar... Damar gue minta kejadian ini jangan sampai Indra tau ya" kata Sherly sambil memegang lengan Damar.
Damar hanya melihat tanpa menjawab keinginan Sherly. Dan Damar pergi meninggalkan Sherly.
Sebenarnya Damar ingin langsung memberitahukan kabar ini lepada Alya langsung. Tetapi ini masih jam kantor. Tidak enak kalau membicarakan ini semua di kantor.
Rencananya Damar ingin mengajak Alya membicarakan ini semua pulang kerja nanti. Tetapi dari tadi dia tidak melihat Alya.
Damar pun kembali lagi ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya. Dan dia lupa memberitahu Indra kalau masalah ini sudah selesai. Dan benar beberapa saat kemudian Indra masuk ke ruangannya Damar.
" Pak saya sudah menemukan siapa pelakunya" kata Indra.
" Iya gue sudah tahu" jawab Damar tanpa melihat Indra.
" Hah... terus maksud Bapak menyuruh saya tadi apa? Kalau Bapak sendiri saja sudah tahu semuanya... Hah.... kerjaan saya yang harusnya selesei sore ini ketunda gara-gara anda !!" kata Indra kesal.
" Sudah bicaranya.. Silahkan anda keluar" ucap Damar datar.
" Hahh...." kesal Indra.
Indra berjalan keluar ruangan. Dan dia berpikir kembali apa alasan Sherly matikan CCTV kantor.
" Bentar lagi jam pulang tetapi kerjaan gue masih banyak... Hah ini semua gara Damar!!! O iya hari ini gue nggak lihat si Anak PKL itu jualan ya... Apa dia tidak masuk kerja" gumam Indra di ruangannya.
#dirumah Rafa
Dengan langkah gontai Rafa masuk ke dalam rumahnya. Dan tak disangka ternyata di ruang keluarga, papa dan mama Rafa sudah menunggu Rafa pulang.
" Darimana saja kamu!" tanya Papa Rafa marah.
" Dari luar" jawab singkat Rafa.
Papa Rafa emosi mendengar jawabannya anak bungsunya ini. Ingin sekali Papanya menampar pipi Rafa tapi Papa menahan amarahnya itu.
" Papa tanya sekali lagi. Kamu darimana?" tanya papa Rafa.
" Hemmm Rafa jawab sekali lagi... Saya dari luar" ucap Rafa datar.
Mendengar jawaban tersebut Papa Rafa sudah tidak bisa membendung amarahnya lagi. Secara reflek tangan Papanya menampar pipi Rafa.
Tanpa berkata apa-apa. Rafa langsung pergi keluar rumah lagi.
" Pah... apa yang papa lakukan?" tanya Mama Rafa.
" Papa sudah tidak tau harus gimana lagi melihat kelakuan Rafa mah..." jawab Papa Rafa.
Mama Rafa berlari mengejar Rafa keluar. Tetapi sia-sia karena Rafa sudah pergi tidak tahu kemana.
Akhirnya mereka menghubungi Damar untuk mencari adiknya. Bagaimanapun juga mereka sangat menyayangi Rafa seperti rasa sayangnya kepada Damar. Meskipun Rafa selalu menganggap mereka pilih kasih.
😚😚 GAEEES TERIMAKASIH KALIAN SUDAH MEMBACA NOVELKU SAMPAI EPISODE INI. SAYA BERHARAP NOVEL INI BOOMING DAN KALIAN SEMAKIN SUKA SAMA CERITANYA 😘😘😘