LOVE TRIANGLE

LOVE TRIANGLE
Episode 14



" Alya apapun yang terjadi aku nggak akan pernah ninggalin kamu" gumam Rafa.


Setelah sampai gang rumah Bu Endang. Alya turun dari bus tersebut dan berjalan membawa keranjang kosongnya.


"Tok...tok...tok..." Alya mengetuk pintu.


Bu Endang pun membuka pintunya. Lalu...


" Nak Alya... ayo cepat masuk... Ibu sudah buatkan makan malam buat Nak Alya" kata Bu Endang sambil menggandeng tangan Alya.


" Iya Bu..." jawab Alya sambil tersenyum.


" O iya Bu... Ini hasil jualan kue hari ini" kata Alya sambil memberikan 5 lembar uang 10.000 an pada Bu Endang.


" Terimakasih ya Nak... Nak Alya sudah membantu Ibu" kata Bu Endang sambil memeluk Alya.


Alya hanya membalas pelukan Bu Endang. Karena uang tersebut bukanlah hasil dari jualan kue. Uang tersebut adalah uang Alya. Karena Alya tidak mau Bu Endang bersedih melihat kue buatannya hanya laku sedikit.


Mereka pun makan malam bersama. Sebelum mereka beranjak untuk tidur.


#Di rumah Rafa


Sebelum masuk rumah Rafa melihat ada mobil kakaknya yang sedang parkir di halaman rumah. Sehingga membuat Rafa malas untuk masuk rumahnya.


Tanpa mengetuk pintu Rafa pun membuka pintu rumahnya dan menuju ke kamarnya. Rafa melihat banyak makanan yang sudah di siapkan di meja makan. Tetapi Rafa malas untuk makan malam bersama kali ini.


Setelah sampai kamarnya Rafa lalu mandi dan setelah itu dia membantingkan badannya ke kasur sambil memandangi photo dia bersama Alya.


Lalu Rafa menelvon Alya...


"Tut...tut...tut" suara Rafa menelvon Alya


" Hallo... Sayang..." kata Alya dari seberang


" Sayang... Lagi apa? Aku kangen nih..." ucap Rafa sambil memandangi bingkai photo Alya.


" Hahahahaha... masa baru ketemu udah kangen... Gombal banget !!!" kata Alya sambil ketawa.


" Beneran yang ! Besok aku jemput yaa... Jangan naik naik bus lagi ! Bahaya !" kata Rafa serius


" Hahahaha... Aku udah gede sayang... nanti kalau ada yang jahatin aku... Aku akan teriak teriak" kata Alya sambil menata tempat tidurnya


" Pokoknya aku jemput... Setelah ini kamu share lokasi kamu sayang" ucap Rafa serius


" Hahahaha... sudah dulu ya sayang... Aku sudah ngantuk ini. Bye..." kata Alya sambil menutup telvonnya.


" Sayang... hallo... Sayang..." ucap Rafa.


Rafa semakin penasaran dengan tempat tinggal Alya sekarang. Besok sore rencananya Rafa ingin mengikuti Alya sampai tempat tinggal Alya sekarang.


"Tok..tok...tok... Rafa makan malam dulu nak..." suara wanita di balik pintu kamar Rafa


Rafa sengaja tidak menjawab karena Rafa sangat malas untuk bertemu papa dan kakaknya.


" Sayang... Makan dulu nak... nanti kamu sakit loh... " kata Mama nya di balik pintu.


" Sudahlah Mah... biarin saja Rafa kan sudah besar. Kalau lapar pasti dia sudah bisa makan sendiri tidak perlu disuruh kaya gini." sahut Damar keluar dari kamarnya.


" Tapi nak..." kata Mama Rafa belum selesei.


" Rafa sudah tidur mah... Buktinya Rafa tidak menyahut ajakan mama" kata Damar sambil memeluk pundak mamanya dan berjalan menuju meja makan.


Setelah mereka makan malam tanpa Rafa. Mereka pun ke kamar masing-masing. Dan di dalam kamar Damar. Damar pun tiba-tiba memikirkan Alya.


Beberapa hari ini Damar tanpa sengaja Damar memperhatikan sikap Alya. Damar sadar Alya merupakan perempuan yang tegar. Dia mau menjual kue tanpa harus malu dan itu dilakukan untuk keluarganya. Damar senyum-senyum sendiri kalau ingat Alya.


"Aduh Mar... ini sudah kedua kalinya loe mikirin pacar adik loe sendiri" gumam Damar sambil mengacak-acak rambutnya.


" Ingat Mar loe udah di jodohin sama cinta pertama loe ! Ya meskipun loe sudah lama tidak ketemu dia !"kata Damar di depan laptopnya.


Damar malam ini harus kerja rodi karena harus mempersiapkan meeting buat besok. Karena besok adalah hari yang ditunggu-tunggu dia. Karena dia ingin sekali mendapatkan pulau itu.


Tetapi sayangnya dia harus berhadapan dengan Pak Ammar Adijaya. Yang terkenal hebat dalam berbisnis. Seketika itu nyali Damar menciut kalau ingat dengan PT. Adijaya Group.


#Keesokan harinya di PT. Darent


Seperti biasanya Alya di antar Bu Endang sampai depan kantor. Dan banyak pegawai kantor yang melihat mereka. Mereka berpikir kalau Bu Endang itu adalah ibu dari Alya. Ada beberapa diantara mereka yang salut pada Alya. Tetapi ada juga yang ilfeel melihat Alya.


Dari kejauhan ada yang memperhatikan Alya bersama Bu Endang. Siapa lagi kalau bukan Papa Alya.


Papa Alya sadar bahwa Alya sekarang sudah mandiri dan tidak manja seperti dulu lagi. Karena Ammar tidak mau melepas anak perempuan kesayangannya itu kalau dia belom mandiri dan masih manja.


Saat masuk ke dalam kantor Alya menghentikan langkahnya secara tiba-tiba...


Dia melongo melihat mobil Alphart putih yang sedang melaju di sampingnya...


"Hah... itu bukannya mobil papa ya... tapi kenapa papa masuk kantor...???" gumam Alya


" Hai... Bisa beli kue loe ? " tanya seseorang tersebut


Alya pun kaget dan menoleh kebelakang. Ternyata dia Sherly.


" Boleh Mbak Sherly... Berapa mbak?" tanya Alya sambil membuka keranjangnya


" Semuanya.....!!!" kata Sherly sombong


Tanpa curiga sedikitpun Alya membungkus kue nya ke dalam kantong plastik. Dan menyerahkan kepada Sherly.


" Ini Mbak Sherly... Terimakasih ya... sudah mau borong kue aku..." kata Alya


" Ini uangnya..." ucap Sherly


" Mbak... bentar ini masih ada kembaliannya mbak" kata Alya sambil membuka tasnya mengambil dompet


" Ambil saja...!! " kata Sherly sambil berjalan meninggalkan Alya.


Saat tiba di depan lobi... Sherly mengumpulkan beberapa pegawai...


"Hai gays.. loe pada tau nggak di dalam kantong plastik ini ada kue nya cewek miskin itu.. Dan yang pasti rasa kue ini sama seperti cewek miskin itu" kata Sherly


Alya pun hanya terdiam melihat kelakuan Sherly padanya...


" Gue tadi di paksa sama si cewek miskin itu untuk beli kue nya... dia mohon-mohon sama gue tanpa punya rasa malu !!!" kata Sherly


Beberapa pegawai hanya melihat Sherly...


" Loe tau nggak kue ini pantasnya di sini !!!" ucap Sherly sambil membuang semua kue nya Alya ke tempat sampah.


Alya mengepalkan tangannya saat melihat kue-kue nya di buang di tempat sampah.


" Lihat... orang miskin kaya dia itu disini hanya sampah ! " kata Sherly.


Alya sudah mulai geram dan menghampiri Sherly...


" Sesampah-sampahnya gue tapi gue masih punya etika untuk tidak menghina orang lain dan menghina usaha orang lain. Kalau gue aja sampah terus loe apa ! " kata Alya sambil memberikan uang yang di kasih Sherly tadi lalu Alya pergi meninggalkan mereka semua.


Pegawai yang mendengar perkataan Alya hanya terdiam tak terkecuali Sherly. Dan mereka mulai berpikir kalau Alya itu memang wanita pemberani.


Alya pergi ke toilet dan menangis di depan cermin. Alya sedih karena tidak bisa menyelamatkan kuenya Bu Endang yang dibuat dari subuh tadi.


Alya bisa saja membalas kelakuan Sherly padanya. Tetapi posisi Alya sekarang tidak memungkinkan untuk membalasnya.


Saat keluar dari toilet Alya tidak menyadari kalau dia berpapasan dengan Damar. Sebenarnya Damar melihat apa yang terjadi. Tetapi Damar tidak ikut campur urusan mereka. Karena dia yakin bahwa Alya bisa mengatasi itu semua.


#Di ruang meeting PT. Darent


Semua staff berkumpul di ruang meeting tak terkecuali Damar dan Ammar. Mereka berdebat sengit untuk memperebutkan kontrak dari pulau itu.


Setelah satu jam meeting mereka selesai dan sudah ada pemenang tander tersebut.


Ammar Adijaya pun keluar dan berpamitan kepada Damar.


"Nak kamu memang hebat !" kata Ammar pada Damar.


" Terimakasih om.. maksud saya Pak Ammar" ucap Damar.


Mereka berjalan mengelilingi kantor Damar dan berbincang-bincang.


Tepat di lorong kantor Damar mereka bertemu dengan Alya yang sedang membawa dokumen untuk diserahkan pada Damar.


Alya pun tertegun melihat papanya sedang berjalan dengan Damar.


" Mbak.. mbak ada apa ya?" tanya Damar membuyarkan lamunan Alya


" Maaf...maaf Pak Damar... ini dokumen untuk Bapak" kata Alya


Damar dan Ammar pun pergi meninggalkan Alya begitu saja.


Alya sedih melihat papanya cuek bahkan tanpa ekspresi padanya.


Hari sudah mulai sore dan bel waktu pulang pun berbunyi. Alya pun dengan langkah gontai berjalan meninggalkan kantor.


" Alya...." teriak Sarah


" Sar loe darimana saja seharian gue nggak ketemu loe..." tanya Alya sambil celingak celinguk menunggu angkutan umum


" Sorry Al, gue nggak kasih tau loe... gue tadi berangkatnya agak siangan dan jam istirahat sampai mau pulang ini gue ikut dinas luar" jawab Sarah sambil memeluk pundak Alya


Alya hanya diam dan melihat ke arah Sarah.


Dari kejauhan Rafa memperhatikan Alya. Sesuai rencana sore ini dia harus tahu dimana Alya tinggal.