
" Ooo begitu... gue jadi lega sekarang. Gue takut keluarga loe bangkrut Al..." kata Alya
" Aduh-aduh jangan sampek lah Sar" ucap Alya
Jam istirahat pun selesei dan mereka kembali ke ruangan masing-masing.
Setelah Alya sampai di ruangan dia ikut membantu kerjaannya Sherly.
Setelah kejadian tadi pagi Sherly beserta teman satu bagiannya agak menjauhi dan ketus kalau berbicara dengan Alya.
#Di ruangan Damar
" Tok...tok...tok" Indra mengetuk pintu
" Masuk" kata Damar
" Pak saya hanya mengingatkan kalau besuk ada pertemuan dengan PT. Adijaya Group." kata Indra
" Iya" ucap Damar
" Ya sudah saya permisi pak" kata Indra
" Iya" ucap Damar singkat
Setelah tiba jam pulang kantor semua pegawai pulang kecuali pegawai-pegawai yang harus lembur. Seperti biasanya Sarah menunggu Alya di lobi. Tetapi Alya kali ini tidak langsung keluar lobi dulu karena Alya harus ke kantin mengambil dagangannya. Saat tiba di kantin...
" Permisi buk..." kata Alya
" Iya mbak, ini mbak keranjangnya. Maaf mbak kue nya hanya terjual beberapa saja dan ini uangnya" kata Ibu kantin
" Iya buk, terimakasih ya..." kata Alya sambil menerima uang 10.000 an 3 lembar. Dan berjalan meninggalkan kantin.
" Cari uang itu memang sulit ya. Selama ini gue kalau pengen sesuatu sama papa dan mama mesti nggak langsung dibelikan. Apa ini alasannya...? Dan keterlaluannya gue selalu minta belikan barang-barang keluaran terbaru dan brended" gumam Alya sambil jalan dan menundukkan kepalanya. Tiba-tiba dia menabrak seseorang...
" Maaf-maaf mbak" kata Alya
" Loe kalau jalan itu pake mata. Masa loe gak lihat ada gue !!! Dasar penjual kue !! " kata Sherly
" Maaf mbak Sherly... Gue heran kenapa orang kaya loe bisa magang disini" ejek Sherly
" Tetapi kenyataannya bisa kan mbak" kata Alya meninggalkan Sherly.
" Tunggu !" teriak Sherly
" Ada apa lagi mbak, kan saya sudah minta maaf" kata Alya menghentikan langkahnya
" Awas ya kalau loe macam-macam sama gue" ancam sherly.
Alya pun tidak membalas omongan sherly. Dia langsung berjalan begitu siapa saja. Dia heran kenapa sikap Sherly seperti itu.
" Alyaaaaaa... loe dari mana saja sih" teriak Sarah dari loby saat melihat Alya berjalan di lorong.
" Gue dari kantin... Gue kira loe udah pulang... Sorry ya gue buat loe nunggu lama" kata Alya
" Gue udah telvon loe bolak-balik, nggak loe angkat" kata Sarah
" Masa sih, bentar deh gue lihat HP gue. Ya ampun Sarah... Rafa nelvon gue juga...! Bentar ya gue telvon balik Rafa" kata Alya
" Tutt...tutt" suara Alya menelvon Rafa
" Hallo sayang....kamu kemana saja sih... dihubungi sulit banget dari kemarin" kata Rafa
" Aduh maaf sayang... HP ku tadi ke silent mungkin kepencet yang" kata Alya
" Ayo cepat keluar aku udah setengah jam ini disini" ajak Rafa
" Hah... maksudnya apa yang..." tanya Alya
" Yang...yang hallo" ucap Alya
Ternyata Rafa mematikan telvonnya begitu saja.
" Kenapa Al...? tanya Sarah
" Rafa jemput gue Sar. Ayo cepat kita keluar dari sini... Loe sekarang di jemput juga nggak Sar? tanya Alya
" Iya gue dijemput. Rencananya gue tadi mau nganterin loe pulang. Gue juga pengen tau loe tinggal dimana sekarang" kata Sarah
" Kapan-kapan saja ya Sar" kata Alya
Setelah sampai di depan pagar Alya dan Sarah celingak-celinguk mencari mobil Rafa.
Ternyata mobil Rafa ada di ujung jalan.
Jemputan Sarah pun sudah tiba sejak tadi dan mereka berdua berpisah disitu.
Alya pun menghampiri Rafa. Rafa melihat Alya berjalan menghampirinya di spion mobilnya lalu dia keluar mobil dan tersenyum melihat Alya. Dan membukakan pintu mobilnya untuk Alya.
" Makasih sayang" kata Alya
" Sayang maafin aku ya tadi malam aku nggak angkat telvon kamu" kata Rafa sambil menjalankan mobilnya
" Iya nggak apa-apa sayang" kata Alya
" Tadi pagi aku udah telvon kamu dan jemput kamu ke rumah kamu tapi kata satpam kamu, kamu nggak di rumah. Kamu kemana sayang masih pagi sudah tidak ada di rumah" kata Rafa sambil menyetir
" Ooo... jauh yaa" ucap Rafa
" Iya" kata Alya singkat
Suasana menjadi hening...
" Kamu jadi magang dimana yang? tanya Alya mengalihkan pembicaraan
" Di kantor Papa ku" jawab Rafa
" Enak donk..." kata Alya
" Nggak juga" ucap Rafa
Alya harus memperhatikan jalan sekarang karena Alya nggak mau kebablasan jalan pulangnya. Karena sekarang Rafa mengantarkan pulang ke rumahnya bukan ke rumah Bu Endang.
Rafa pun yang sejak tadi memperhatikan tingkah aneh Alya yang tidak jujur padanya.
" Sayang, kenapa kamu nggak jujur saja sama aku. Kenapa kamu menyembunyikannya dari aku" tanya Rafa tiba-tiba
" Deg" jantung Alya berdegup kencang saat Rafa tanya seperti itu
" Sayang..." ucap Rafa
" Maksud kamu apa ya... Aku nggak ngerti" kata Alya mengeles
" Langsung saja ya... Sekarang kamu tinggal dimana sayang?" tanya Rafa serius
Alya pun masih terdiam karena bingung mau cerita apa ke Rafa.
" Ya sudah kalau kamu nggak mau cerita" kata Rafa
Alya tau kalau Rafa mulai ngambek. Dan...
" Sayang... sebelumnya maafin aku ya... Aku udah bohong sama kamu tadi. Jujur aku nggak mau kalau kamu kena masalah dengan papa aku." kata Alya sambil menundukkan kepalanya.
" Sayang, apapun masalah kamu itu masalah aku juga. Nggak seharusnya kamu pendam sendiri dan sampai bohongin aku. Aku nggak suka sayang?" kata Rafa sambil mengusap rambut Alya
" Selama magang aku nggak boleh pulang ke rumah dulu. Dan aku harus berlatih hidup mandiri karena papa mau aku berubah dan nggak manja lagi. Tetapi itu semua dalam pengawasan papa. Tiap hari nya aku di awasi anak buah papa. Mangkanya aku nggak mau kamu terlibat" kata Alya menjelaskan
" Ooo cuma masalah itu... Aku kira ada apa... Sayang itu di keranjang isi nya apa?" tanya Rafa
" Iya ini aku sekarang jualan kue." jawab Alya
" Ya ampun sayang... Ya sudah sini aku beli semua kuenya" kata Rafa
" Nggak usah sayang... Kamu beli karena kamu pacar aku kan dan kasihan sama aku." ucap Alya
Rafa pun terdiam
" Sayang... Stop...stop...stop..." kata Alya
" Kenapa sayang?" tanya Rafa sambil menepikan mobilnya
" Aku turun disini saja. Soalnya habis ini aku mau naik bis. Aku nggak mau orang-orang papa tau kalau kamu nganterin aku." kata Alya
Setelah turun, Alya menunggu Bus ditemani Rafa. Tiba-tiba Alya melihat ada dua anak kecil mungkin adik kakak yang sedang menangis di bawah kolong jembatan. Alya pun menghampirinya
" Sayang kamu kemana?" teriak Rafa
Alya pun tidak menjawab Rafa dan terus berjalan menghampiri kedua anak tersebut.
" Adik... Kenapa menangis?" tanya Alya
" Adik saya kelaparan kak,sudah dua hari kita belom makan" kata anak tersebut
" Dik ini ada kue dari kakak dan sedikit uang." Kata Alya
Alya pun mengeluarkan semua kue yang ada di keranjangnya dan beberapa uang seratusan dari dompetnya. Rafa pun melihatnya langsung membuka dompetnya sayangnya hanya beberapa lembar uang dua puluh ribuan. Karena biasanya Rafa hanya membawa CC dan Debit saja.
" Pelit banget sih kamu yang" ejek Alya sambil berjalan meninggalkan kedua anak tersebut.
" Bukannya aku pelit yang tapi kamu kan tau sendiri aku jarang bawa uang cash" jawab Rafa
" Ngeles saja terusss... Hahahahah" kata Alya sambil memukul lengan Rafa.
" Og lama ya bus nya ini... Udah ya yang mending aku anterin saja pulangnya... Sudah mulai malam ini. Masalah papa kamu nggak apa apa aku berani menghadapinya" kata Rafa
" Hahaha... bener ya berani... Kalau papa benci sama kamu dan nggak ngebolehin kita pacaran seperti papa kamu sekarang gimana hayoo..." ucap Alya
Rafa pun terdiam.
Dan akhirnya busnya datang
" Bye sayang..." ucap Alya sambil masuk ke dalam bus tersebut
" Hati-hati sayang... kalau ada apa-apa langsung telvon" teriak Rafa
Alya pun hanya tersenyum melihat Rafa dari dalam bus.
Rafa pun belum beranjak dari sana sampai tak terlihat busnya lagi.
" Alya apapun yang terjadi aku nggak akan pernah ninggalin kamu" gumam Rafa