
" Maaf Pak saya ijin pulang duluan karena sudah ada yang jemput" kata Alya pamitan...
" O iya mbak hati-hati" kata Indra sambil menutup kaca mobilnya dan menghidupkan mesin mobilnya kembali.
Dan Indra pun masih melihat Alya yang di jemput seorang bapak-bapak dengan mengendarai sepeda motor dari spionnya.
Setelah menjalankan mobilnya tiba-tiba Indra melihat mobil Damar yang sedang berhenti di pinggir jalan.
" Bukannya itu mobilnya Damar, kenapa dia berhenti di pinggir jalan? apa mobilnya mogok ya... Tapi nggak mungkin... masa mobil mahal mogok ! " gumam Indra sambil menepikan mobilnya menghampiri mobil Damar.
Damar pun sadar kalau di depan itu ada Indra yang mau menghampirinya. Dengan cepat Damar menghidupkan kembali mesin mobilnya dan berjalanlah mobil Damar.
Belom sempat Indra turun mobil Damar sudah melaju dengan cepat.
" Dasar Damar.... Awas ya.. kayaknya memang ada yang disembunyikan ini dari gue ! " gumam Indra menjalankan mobilnya lagi.
Sementara Alya masih syok dengan keadaan saat ini. Dia dijemput orang suruhan papanya tapi dengan jemput pakai sepeda motor. Apa lagi yang direncanakan papanya untuk dia.
Tiba-tiba Pak Basuki memberhentikan motornya di sebuah rumah yang sederhana.
" Lhoh Pak Bas og berhenti disini? Ini rumah siapa?" tanya Alya keheranan.
" Ini rumah adik saya mbak..." jawab Pak Basuki sambil membuka helmnya.
Mereka berdua pun berjalan menuju rumah tersebut dan mengetuk pintu. Akhirnya pintu tersebut dibuka oleh seorang wanita paruh baya.
" Mas Bas sudah datang, silahkan masuk mas, mbak.." kata Bu Endang
" Iya, ayo mbak Alya silahkan masuk" ajak Pak Basuki
Alya pun memasuki rumah Bu Endang dengan ragu-ragu.
" Mbak, perkenalkan ini adik saya namanya Endang, mbak. " kata Pak Basuki sambil duduk di kursi
" Saya Endang mbak" kata Bu Endang memberikan tangan berkenalan
" Saya Alya bu..." kata Alya menjabat tangan Bu Endang
" Sebentar ya Mas Bas dan Mbak Alya saya buatkan minum dulu" kata Bu Endang sambil berjalan ke dapur
" Iya " kata Pak Basuki
Alya masih bingung dengan ini semua. Lalu Pak Basuki menjelaskannya ...
" Maaf mbak Alya, mungkin Bapak tidak sempat menceritakan ini semua, karena sore ini Bapak ada meeting penting mbak" kata Pak Basuki
" Apa sebenarnya rencana papa Pak...? tanya Alya.
"Begini mbak kata Bapak, Mbak Alya untuk sementara ini selama magang Mbak Alya tinggal disini dulu bersama adik saya" kata Pak Basuki
" Loh kok bisa, kata papa kemarin saya tinggal di kos-kosan bukan di rumah ini." kata Alya kaget
" Maaf mbak kalau soal itu saya tidak tahu. Pokoknya saya hanya melakukan perintah Bapak, mbak..." kata Pak Basuki
Suasana pun menjadi hening. Dan Bu Endang pun selesai membuatkan minuman dan menaruhnya di meja. Lalu...
" Tadi pagi papa Mbak Alya kesini bersama Mas Basuki untuk menitipkan Mbak Alya disini. Kebetulan saya disini tinggal sendirian mbak" kata Bu Endang
" Loh suami dan anak Bu Endang kemana? tanya Alya
" Suami saya sudah meninggal 5 tahun lalu mbak karena sakit. Lalu anak saya merantau ke Luar Negeri jadi TKI " Kata Bu Endang
" Maaf ya Bu... bukan maksud Alya mengingatkan Ibu pada suami Ibu" ucap Alya
" Tidak apa apa mbak Alya... O iya ibu tadi sudah masak buat makan malam. Pasti mbak Alya dan Mas Basuki sudah lapar ya" kata Bu Endang
" Endang, maaf ya aku tidak bisa makan malam disini. Soalnya aku masih ada urusan. Aku pamit dulu ya Ndang... Dan semoga Mbak Alya betah tinggal disini." kata Pak Basuki
" Iya Pak. Pak basuki hati-hati di jalan ya... " ucap Alya
" Hati-hati mas" kata Bu Endang
Setelah Alya mandi dan ditunjukan kamarnya oleh Bu Endang, mereka makan malam berdua dan ditemani suara televisi.
" Mbak Alya... Maaf ya rumah ibu kecil dan jelek tidak seperti rumah Mbak Alya" kata Bu Endang sambil menyendok makanannya.
" Ibu nggak boleh bilang seperti itu. Alya tidak apa-apa tinggal dimanapun yang penting Alya nyaman. Justru saya yang minta maaf karena merepotkan Ibu disini" kata Alya menghibur
" Mbak Alya tidak merepotkan sama sekali. Saya sangat berterimakasih karena keluarga mbak Alya sudah percaya sama ibu" kata Bu Endang.
" O iya... Ibu kalau manggil saya, Alya saja ya bu?" ucap Alya
" Panggil Nak saja ya... Nggak enak kalau nama saja" kata Bu Endang
Alya pun hanya tersenyum mendengar kata-kata Bu Endang. Setelah mereka selesei makan malam, Alya pun membantu Bu Endang mencuci piring. Padahal Alya di rumah jarang sekali mencuci piring.
Malam ini adalah malam pertama Alya tidur di rumah orang yang baru dikenalnya. Perasaan takut dan gelisah campur menjadi satu. Lalu Alya mencoba untuk tidur. Tetapi dia tidak bisa untuk tidur.
Dan Alya ingin sekali telepon mama atau papanya tetapi nomer mereka tidak aktif. Alya sedih kenapa papa mamanya tidak menghubunginya dan menanyakan kabarnya hari ini. Lalu Alya ingat Rafa dan menelvonnya.
" tuutt...tuutt...tuutt" suara Alya menelvon Rafa. Dan Alya menelvon beberapa kali namun tidak diangkat oleh Rafa.
Alya pun menyerah dengan keadaan ini. Dia langsung tertidur begitu saja.
Lalu sekitar jam 4 pagi. Alya terbangun dan ingin ke kamar mandi ingin buang air kecil.
Alya berjalan menuju kamar mandi. Sebelum sampai kamar mandi Alya melihat Ibu Endang sedang membuat adonan kue.
" Bu Endang" sapa Alya
" Oh Mbak Alya, maksud ibu nak Alya kenapa sudah bangun...? Ibu berisik ya sehingga nak Alya terbangun." kata Bu Endang
" Tidak og Bu... Saya ke kamar mandi dulu buk" kata Alya
Beberapa menit kemudian Alya keluar dari kamar mandi dan menghampiri Bu Endang
" Bu Endang buat kue untuk di jual ya?" tanya Alya
" Iya nak... Ibu jualan kue. Sebenarnya Mas Basuki juga sering mengirimi ibu uang. Tetapi saya tidak enak dengan istrinya kalau saya tidak kerja dan hanya mengandalkan kiriman anak saya dan Mas Basuki " kata Bu Endang
" Iya sudah saya bantuin Ibu ya.." Kata Alya
" Jangan nak Alya, nak Alya lanjutin tidurnya" kata Bu Endang
" Ya sudah kalau begitu bu " jawa Alya
#Keesokan harinya...
" Rafa dan Damar dimana mah..? Sudah jam segini selalu belum turun buat sarapan" tanya Papa Rafa
" Sudahlah papa sarapan dulu saja" jawab mama Rafa yang menyiap makanan di meja makan.
#Di kamar Damar
" tok...tok...tok..." Rafa mengetuk pintu Damar
" Masuk..." kata Damar yang sedang memakai dasi
" Kak, langsung saja ya aku mau ingetin kakak. Jangan pernah ganggu Alya" ucap Rafa
" Maksud kamu apa Rafa... tiba-tiba bicara nggak jelas kaya gitu !" Gue nggak kenal sama Alya !" kata Damar sambil mendekati Rafa
" Bohong ! Kamu sama papa sekongkol untuk misahin aku sama Alya kan !!" kata Rafa emosi
" Sekali lagi aku ngomong. Aku nggak kenal dengan Alya pacar loe yang kamu bangga-banggain itu !! Mending sekarang kamu keluar dari kamarku !! ucap Damar mulai emosi.
Rafa pun keluar kamar Damar. Lalu pergi begitu saja tanpa sarapan dan pamit kepada mama papanya.
Rafa sebenarnya tahu kalau kemarin Damar memperhatikan Alya dari jauh. Karena Rafa kemarin berniat untuk menjemput Alya di kantor. Tetapi Alya sudah pulang dengan naik sepeda motor. Dan pikir Rafa, Alya pulang dengan Ojek Online.