LOVE TRIANGLE

LOVE TRIANGLE
Episode 15



" Sorry Al, gue nggak kasih tau loe... gue tadi berangkatnya agak siangan dan jam istirahat sampai mau pulang ini gue ikut dinas luar" jawab Sarah sambil memeluk pundak Alya.


Alya hanya diam dan melihat ke arah Sarah.


Dari kejauhan Rafa memperhatikan Alya. Sesuai rencana sore ini dia harus tahu dimana Alya tinggal.


Beberapa menit kemudian mobil Indra juga keluar dari kantor. Indra melihat Sarah dan Alya di pinggir jalan. Diam-diam Indra memperhatikan Alya juga selama ini. Sebenarnya dia menyesal telah memarahi Alya beberapa hari yang lalu.


Lalu mobil Indra merapatkan ke pinggir jalan. Dan menghampiri Sarah dan Alya.


#FLASHBACK ON


" Alya maafin gue yaaa... gue cuma jalanin peraturan perusahaan doank. Gue harap loe nggak benci gue" kata Indra di pojok ruangan sambil meninju tembok.


Disaat itu juga ada Sherly yang mendengar perkataan Indra. Karena dari tadi Sherly sudah di depan pintu. Mendengar itu semua Sherly masuk ke ruangan Indra.


" Indra..." sapa Sherly.


" Sejak kapan loe berdiri di situ?" tanya Indra.


" Indra loe suka sama anak magang itu? Anak penjual kue itu?" tanya Sherly dengan nada marah.


" Bukan urusan loe Sher.." jawab Indra sambil mendekati Sherly.


" Jelas ini urusan gue... Loe tau sendiri kan perasaan gue ke loe kaya apa" kata Sherly.


" Itu perasaan loe kan... bukan perasaan gue !" jawab Indra sambil berjalan keluar ruangan meninggal Sherly.


Sherly pun tak kuasa menahan air matanya melihat laki-laki yang dia sukai sejak lama ternyata suka sama perempuan yang baru dia kenal.


" Alya... selama loe masih disini gue nggak akan biarin loe bahagia di atas penderitaan gue" gumam Sherly.


Dan sejak mulai itu sikap Sherly ke Alya mulai dingin.


#FLASHBACK OFF


" Permisi... Mbak mbak nya ini lagi menunggu jemputan ya?" tanya Indra


" Iya Pak Indra tetapi Alya lagi menunggu angkutan umum Pak..." jawab Sarah.


Alya langsung menyenggol tangan Sarah karena bicara seperti itu pada Indra. Alya pun hanya tersenyum kepada Indra.


" Ya itu Al Papa ku sudah datang... Loe bareng gue ya... Daripada loe naik angkot." kata Sarah pada Alya.


" Nggak Sar gue naik angkot saja." ucap Alya


" Ya sudah gue duluan ya Al... Permisi Pak Indra" pamit Sarah.


" Iya" jawab Alya dan Pak Indra.


" Loh Pak kenapa Bapak masih disini?" tanya Alya heran.


" Ee... sebenarnya saya mau minta maaf sama kamu Alya" kata Indra.


" Minta maaf tentang apa ya Pak? tanya Alya.


" Beberapa hari yang lalu yang marah-marah sama kamu di Lobi" jawab Indra.


" Itu sudah sewajarnya Pak... Bapak tidak perlu minta maaf. Pak itu angkot saya sudah dekat. Saya pamit dulu ya Pak Indra." pamit Alya sambil memasuki angkutan umum.


" Alya hati-hati" kata Indra.


Alya pun hanya tersenyum


Melihat ada laki-laki yang menghampiri Alya. Rafa merasa cemburu. Dia penasaran siapa laki-laki itu.


Selain itu Rafa pun harus mengikuti angkot yang ditumpangi Alya. Rafa hampir saja kehilangan angkot tersebut karena jalanan sedang macet karena jam pulang kerja.


" Aduh... dimana sih angkot tadi... cepat banget ngilangnya." gumam Rafa


Setelah menemukan Angkot tersebut ternyata Angkot tersebut ke terminal. Rafa melihat beberapa penumpang turun tak terkecuali Alya.


Rafa tidak habis pikir dengan Alya yang sekarang. Dia begitu mandiri dan berani. Beda sekali dengan Alya dulu yang selalu manja dengan Rafa. Selain Rafa senang melihat Alya yang sekarang di sisi lain Rafa kangen dengan Alya yang dulu.


Lalu Rafa menjalankan mobilnya ke tempat keluar bus. Tapi disini masalahnya Rafa tidak tahu mana bus yang ditumpangi Alya.


Rafa tetap menunggu. Tiba-tiba Rafa melihat Alya jalan ke pinggir jalan. Dan menunggu Bus yang akan ditumpanginnya nanti. Setelah Alya naik bus Rafa pun langsung gas mobilnya mengikuti Bus Alya.


Setelah sampai tujuan. Alya turun dan masuk ke sebuah gang yang hanya seukuran mobil.


Rafa turun dari mobilnya dan mengikuti Alya dari belakang. Saat di tengah jalan Alya merasa ada yang mengikutinya. Alya pun mempercepat jalannya.


Alya berhenti saat melihat ada mobil di depan rumah Bu Endang.


Alya kemudian mengetuk pintu Bu Endang.


" Tok...tok...tok..." Alya mengetuk pintu


Dan ternyata yang membuka pintunya bukan Bu Endang.


" Sayang...." sapa Mama Alya sambil memeluk Alya.


" Mama...." Alya pun membalas pelukan mamanya.


Setelah melihat Alya memasuki rumah Rafa pun kembali ke mobilnya. Dan Rafa melihat ada mobil juga yang berhenti di ujung. Saat Rafa ingin menghampiri mobil tersebut melaju dengan cepat.


Rafa tidak terlalu mengurusnya lalu dia pulang ke rumah.


" Sayang..." ucap Papa Alya sambil mengelus rambut Alya.


" Mah..pah... Alya kangen banget sama kalian. Sudah seminggu Alya tidak bertemu kalian" kata Alya yang masih di pelukan papanya.


" Sudah...sudah...nak... kamu mandi dulu terus makan malam bersama kita" kata papa Alya sambil melepaskan pelukan Anak nya.


Setelah semuanya berkumpul dan makan malam.


" Sayang beberapa hari lagi mama dan papa annivesary loh..." kata mama Alya.


" O iya ya... Asyik... pasti akan dirayain kaya tahun lalu ya mah pah" kata Alya girang.


" Iya donk sayang... nanti Bu Endang juga boleh hadir... Biar tambah seru. Benerakan Bu?" tanya Mama Alya.


" Terimakasih Bu Anita undangannya. Saya pasti akan hadir di acara Ibu dan Bapak" kata Bu Endang.


" Tapi acara ini tidak untuk kamu Alya" kata Papa Alya.


" Papaa..." ucap Mama Alya.


" Maksud Papa apa ?" tanya Alya menghentikan makannya.


" Sayang maafin Papa... Acara tahun ini tidak seperti tahun kemarin. Karena keadaan kamu sekarang Alya." ucap Papa Alya


" Papa dan Mama malu mempunyai anak kaya Alya?!!!" ucap Alya dengan menangis dan meninggalkan meja makan.


" Alya... bukan seperti itu nak... Mama bisa jelasin" kata Mama Alya sambil mengikuti Alya.


" Sayang... Buka pintunya nak... Mama bisa jelasin semuanya." ucap Mama Alya di depan pintu kamar Alya.


" Sudahlah mah Alya biar sendiri dulu. Sekarang kita pulang saja dulu. Besok kita kesini lagi menjelaskan pada Alya." kata Papa Alya sambil memeluk pundak Mama Alya.


" Ini semua gara-gara ide gila papa...!" kata Anita meninggalkan Ammar.


Setelah itu Anita berpamitan dengan Bu Endang begitupun Ammar.


" Ibu Endang, titip Alya ya... " kata Anita


" Iya Bu... Pasti " jawab Bu Endang


Selama perjalan pulang Anita masih mendiamkan Ammar.


" Sayang, jangan diamin aku seperti itu donk. Nanti tambah tua loh mama" kata Ammar bercanda


Suasana masih dingin. Ammar pun tak henti-hentinya mencairkan suasana dengan candaannya. Tetapi tidak berhasil membuat Anita berbicara bahkan tersenyum.


Setelah sampai rumah mereka langsung menuju kamar tidur. Annita bersih-bersih badannya dulu lalu tidur di kasur empuknya. Tanpa berbicara sepatah katapun.


" Sayang jangan lama-lama donk marahnya..." rengek Ammar.


" Sayang aku melakukan ini semua untuk Alya juga. Di acara kita besok, kita mengundang relasi bisnis papa. Masalah disini di samping ada relasi ada rival papa juga. Papa tidak mau kalau rival papa tahu tentang Alya" kata Ammar menjelaskan.


" Mama tidak ingat beberapa tahun lalu... Alya hampir saja celaka karena ada orang yang benci dengan papa" ucap Ammar sambil mengelus rambut Anita.


Anita pun berbalik badan dan melihat ke arah Ammar sambil meneteskan air matanya.


Ammarpun langsung mengecup bibir Anita


" Sayang maafin aku" kata Annita dengan membalas mengecup bibir Ammar.


Ammar pun tersenyum


 


Dan lanjut.......ke adegan yang lebih hot tentunya....Hanya Author yang tahu kelanjutannya


 


#Keesokan harinya


Alya seperti biasanya kalau pagi selalu membantu Bu Endang menyiapka kue-kue ke dalam keranjang. Dan mereka berjalan di gang depan rumah untuk menunggu bus. Tiba-tiba....


Alya kaget melihat ada mobil sport berwarna merah dipinggir gang tersebut...


Benar yang dipikirkan Alya...


Keluarlah Rafa dari mobil tersebut dan tersenyum kepada Alya...


" Selamat pagi my princess..." sapa Rafa sambil berjalan menghampiri Alya.


Alya dan Bu Endang saling memandang.


" Rafa... Kenapa kamu bisa ada disini? tanya Alya penasaran.


" Kita bicara di mobil saja ya..." kata Rafa


" Oiya Bu, saya Rafa pacar Alya Bu..." kata Rafa sambil mencium tangan Bu Endang.


" Saya Bu Endang nak" jawab Bu Endang


" Ayo sayang... Aku anterin kamu dan Bu Endang" ajak Rafa.


Sebelumnya Alya mau menolak ajakan Rafa tetapi setelah ingat omongan papanya tadi malam. Alya pun mau diantar Rafa ke kantor. Karena Alya berpikir dia sudah melakukan semua perintah papanya tetapi balasan papanya seperti itu kepadanya.