
" Cukup pah cukup !!! Ini salah Alya bukan salahnya Rafa. Alya yang membawa Rafa dalam masalah ini pah..." kata Alya sambil menangis.
Melihat Alya menangis Rafa pun tidak tega begitu pun Ammar.
"Sudah pah ayo kita bicarakan ini semua di dalam dengan kepala dingin" kata mama Alya sambil memegang tangan Ammar.
Setelah itu mereka berjalan masuk rumah semua. Alya yang masih menangis berjalan dengan tangannya tetap digenggam Rafa.
Suasana hening sekali di ruang tamunya Bu Endang.
" Oke, sekarang coba jelaskan anak muda. Kenapa kamu membawa pulang putri saya selarut ini?" tanya Ammar serius.
" Pah ini bukan Rafa yang harus menjelaskan... Tetapi Alya... Pah !!" jawab Alya.
" Alya ! Papa tidak bertanya dengan kamu... Papa bertanya dengan pemuda di sampingmu!" kata Ammar.
" Sudah sayang aku gak pa pa" bisik Rafa pada Alya.
" Tapi sayang..." kata Alya
Sebelum Alya meneruskan pembicaraannya dengan Rafa. Rafa sudah meghentikannnya karena untuk menjawab pertanyaan Papa Alya.
" Sebelum saya minta maaf pada Om sama Tante karena sudah mengantarkan Alya pulang selarut malam ini tanpa memberitahu sebelumnya dimana dan ada apa" kata Rafa sambil menarik nafas dahulu sebelum melanjutkan perkataannya.
" Saya tadi dikabari Alya untuk menjemputnya juga sudah malam Om... Karena Alya ada masalah..."
Sebelum Rafa melanjutkan perkataannya Ammar sudah menyelanya.
" Alya kamu ada masalah apa?" tanya Ammar serius.
" Sayang kamu ada masalah apa bilang sayang sama mama" tanya Annita khawatir.
Alya yang masih kesenggukan karena habis menangis. Dia akhirnya cerita.
" Maafin Alya ya mah pah udah buat kalian khawatir sama Alya.. Tadi Alya pengennya pulangnya kaya biasanya. Tetapi ada hal yang tidak diduga terjadi. Kayaknya ada yang sengaja ngerjain Alya." jawab Alya dengan menangis.
Dengan melihat putri kesayangannya menangis Annita langsung menghampiri dan memeluk Alya di sampingnya.
" Maksud kamu apa Nak?" tanya Ammar.
" Tadi di Kantor ada yang sengaja ngunciin Alya di ruangan Pah..." kata Alya sambil menangis dan memeluk mamanya.
Mendengar itu semua Ammar harus meredam emosinya. Dan harus memikirkan cara agar tau siapa orang di balik ini semua.
" Lalu bagaimana kamu bisa keluar? Apa pemuda ini yang menolong kamu?" tanya Ammar dengan mencoba tenang.
" Tidak Pah..." jawab Alya.
" Lalu?" tanya Ammar
" Atasan Alya yang belum pulang Pah... Kebetulan mendengar Alya nggedor-nggedor pintu" jawab Alya.
" Tolong sampaikan terimakasih papa kepada atasan kamu itu ya" kata Ammar.
Ammar harus tenang menghadapi masalah seperti ini. Tidak boleh gegabah karena ini soal keluarganya. Siapapun yang sudah menyakiti keluarganya pasti Ammar membalasnya dengan 2 kali lipat itu sifat jelek Ammar yang dari dulu tidak bisa dirubah.
" Anak muda terimakasih sudah membantu putriku... Dan maaf tadi saya sudah memukulmu. Dan sekarang silahkan anda pulang karena ini sudah larut malam" kata Ammar.
" Tidak apa apa Om... Sudah seharusnya seorang Ayah bersikap seperti itu untuk melindungi putrinya. Ya sudah Om tante saya pulang dulu. Terimakasih" pamit Rafa.
" Kami yang seharusnya terimakasih kepada kamu nak." kata mama Alya.
Rafa pun bersalaman dan berpamitan.
Akhirnya malam itu keluarga Alya bermalam di rumah Bu Endang.
#keesokanharinya
Di rumah Damar seperti biasanya Damar sarapan sendirian. Damar dari tadi malam selalu memikirkan keadaan Alya. Damar ingi sekali tahu kabar Alya. Tetapi apa boleh buat dia tidak mempunyai nomer HP Alya. Kalau pun punya atas dasar apa dia menghubungi Alya.
Hari ini Damar harus bisa menemukan pelaku yang telah mengerjai Alya. Dan membalas perbuatan orang itu dengan setimpal.
Di Darent Group
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Tetapi pegawai-pegawai di sana masih sibuk sendiri-sendiri belum menuju ke ruangan masing-masing.
Setelah Damar masuk lobi kantor mereka memberi hormat dan kembali ke ruangan masing-masing.
Di sepanjang jalan menuju ruangannya Damar tidak melihat Alya. Biasa Alya masih menjajakan kue nya di lobi atau bahkan Damar masih melihatnya berlarian menuju kantor.
" Siap Bos" kata Indra.
" Hari ini loe harus cek semua CCTV kantor dari jam 3 sore sampai malam" kata Damar.
" Hah... buat apa Pak? Tidak biasa-biasanya Bapak ingin melihat CCTV kantor" ucap Indra heran.
" Loe nurut perintah gue apa gue potong gaji loe bulan ini!" kata Damar.
" Potong gaji mulu loe Mar" ucap Indra sambil meninggalkan ruangan Damar.
Tok tok tok.... Sherly mengetuk pintu ruangan Damar.
" Pagi Mar..." sapa Sherly.
" Pagi... juga Sher..." kata Damar sambil tetap melihat laptopnya.
" Eh Mar gue hari seneng banget..." ucap Sherly yang sedang bahagia.
" Bagus donk... Biasanya loe galau terus" Ledek Damar.
" Loe og bilang gitu sih Mar... Loe gk seneng kalau sahabat loe seneng!" rengek Sherly.
" Ya seneng" ucap Damar singkat.
" Iiih loe gak seru gue ajak curhat malah loe cuekin gue !!" kata Sherly sambil meninggalkan Damar.
Beberapa saat kemudian Indra masuk keruangan Damar memberitahukan temuannya.
" Mar gawat ini" kata Indra serius
" Why ndra.." jawab Damar yang masih fokus sama kerjaannya.
" Rekaman CCTV dari jam 4 sampai jam 12 tidak ada. Ini ada kemungkinan karena error jaringan kita apa ada yang sengaja hapus." kata Indra.
" Pokoknya loe harus selesein masalah ini ndra" ucap Damar serius.
Di waktu yang sama di rumah Bu Endang. Alya yang hari ini tidak masuk PKL karena sakit. Tiba tiba ingin keluar mencari angin karena bosan yang sejak pagi di kamar terus. Ingin VC an sama Rafa. Rafa masib kerja. Dan hanya di janjiin ingin menjenguk Alya nanti sore.
Setelah dia sampai di taman di dekat rumah Bu Endang.
Alya merenung lagi... Siapa yang tega ingin mencelakai dia tadi malam. Apa salah dia. Padahal dia hanya anak PKL.
#Dikantor Rafa.
Rafa yang selama ini magang di kantor Ayahnya. Dia selalu merasa tidak betah dan tidak nyaman berada di dalam kantor. Dan akhir waktu jam istirahat Rafa pulang begitu saja berpamitan kepada rekannya. Rafa ingin bertemu dengan Alya karena khawatir akan keadaan Alya.
Setelah sampai di rumah Bu Endang. Ternya yang ada hanya Bu endang dan Mamanya Alya. Mereka memberitahu Rafa bahwa Alya berada di taman dekat rumah Bu Endang. Rafa pun mencari Alya dengan hanya jalan kaki saja. Dan dari kejauhan melihat Alya yang sedang duduk menghadap danau.
Akhirnya Rafa inisiatif menghibur Alya dengan membelikan Alya es krim kesukaannya.
Alya yang masih melamun tiba-tiba kaget ketika matanya ditutup oleh tangan seseorang.
" Surprise..." kata Rafa ketika Alya berdiri dan menoleh ke arahnya.
" Aduh sayang... ngagetin aku aja... gak lucu tau" ucap Alya cemberut.
" Sayang maaf... Aku hanya ingin buat kamu tersenyum dan tidak sedih lagi" Rayu Rafa.
" Makasih" kata Alya cuek.
" Sayang jangan sedih lagi... ini aku beliin kamu es krim kesukaan kamu... atau kamu pengen yang lainnya... aku akan nurutin semua mau kamu sayang" kata Rafa
" Makasih sayang, maafin aku ya.. aku selalu ngrepotin kamu terus" ucap Alya sambil menerima es krimnya.
" Sayang kamu gak ngrepotin aku... Sudah seharusnya aku yang harus jagain kamu" kata Rafa sambil memeluk Alya.
" O iya kamu og sudah pulang jam segini yang?" tanya Alya yang masih di pelukan Rafa .
" Aku gk fokus kerja... mending aku pulang daripada salah semua." kata Rafa
" Haahaaa kamu kangen aku ya... Emang ya kamu ini cinta mati sama aku" ledek Alya.
" Haahaa PD amat wanitaku ini..." kata Rafa sambil melepaskan pelukannya.
" Tapi benerkan????" goda Alya
Merekapun bersenda gurau bersama. Dan tiba-tiba telepon Rafa berbunyi....